KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN

KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN
BAB 49


__ADS_3

*--------------*


Setelah memandikan Fatimah dan membalut Fatimah dengan handuk, Farhan pun menyuruh Putri untuk segera memakaian pakaian untuk Fatimah.


Putri pun langsung menurut dengan perintah sang kakak, ia langsung menggendong Fatimah dan membawa nya masuk ke dalam kamar untuk segera memakaikan pakaian untuk nya.


"Siti, pinjem handuk kamu!", ucap Farhan ke Siti yang sedang bermain hp di meja makan.


"Iya kak, sebentar Siti ambilin", jawab Siti langsung mematikan hp nya dan bergegas menuju kamar.


Tak berapa lama, Siti sudah kembali lagi ke dapur sambil membawa handuk milik nya dan segera memberikan handuk nya kepada kakak laki laki nya yang sedang duduk di kursi meja makan.


Farhan segera menerima handuk tersebut dan langsung masuk ke kamar mandi.


"Hihi,, seneng deh kalo kakak minjem sesuatu dari aku", ucap Siti dalam hati sambil senyum sendiri.


Setelah memakaikan pakaian dan hijab untuk Fatimah, Putri dan Fatimah pun segera menuju ke meja makan.


"Kak Siti, kak Farhan mana?", tanya Fatimah menghampiri Siti yang sedang bermain hp.


"Kakak lagi mandi sayang", jawab Siti mencolek hidung Fatimah, Fatimah hanya mengangguk dan segera duduk di kursi.


"Kakak mandi kok nggak pake handuk, handuk nya kan masih di pake Fatimah tadi", ucap Putri.


"Kakak minjem handuk punya Siti tadi", jawab Siti tersenyum ke Putri, Putri pun membalas dengan senyuman dan anggukan.


Putri sendiri juga langsung memainkan hp nya sejenak sambil menunggu sang kakak selesai mandi. Mereka berempat memang selalu sarapan bersama, apalagi ketiga adik nya Farhan juga sering menunggu kakak laki laki mereka.


Setelah menunggu sekitar 5 menitan, Farhan pun telah selesai mandi dan segera keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang di balut handuk.


"Kalian nggak sarapan?, kalian nunggu kakak lagi ya?", tanya Farhan yang baru keluar dari kamar mandi. Ketiga adik nya pun langsung menoleh ke arah nya.


"Iya kak, kita berempat kan selalu makan bersama. Kita juga sering nunggu kakak", jawab Putri terpana melihat tubuh kakak laki laki nya itu.

__ADS_1


"Ya Allah, kalian kalo udah lapar makan aja langsung, nggak usah nunggu kakak", jawab Farhan


"Nggak apa apa kok kakak, santai aja", ucap Siti. Farhan hanya tersenyum dan menggeleng, ia langsung menuju kamar nya dan segera mengenakan pakaian.


"Padahal dulu aku sering liat kakak telanjang dada, aku seneng banget liat tubuh kakak yang bagus tanpa ada kotoran", ucap Putri masih terbayang tubuh sang kakak.


"Sama kak, padahal dulu sering liat kak Farhan telanjang dada, bagus banget badan nya. Sampai sekarang pun aku nggak pernah bosen liat tubuh indah nya kakak", tambah Siti.


"Betapa beruntungnya perempuan yang bisa jadi suami nya kakak suatu saat nanti", lanjut Putri di sertai anggukan setuju dari Siti.


Tak berapa lama, Farhan pun kembali ke meja makan dengan sudah mengenakan pakaian favorit nya dan juga peci hitam nya. Mereka berempat pun mulai sarapan pagi bersama.


*----------------*


Selesai makan bersama, Fatimah turun dari tempat duduk nya dan langsung mengahampiri Farhan.


"Kakak, boneka beruang nya Fatimah mana?", tanya Fatimah memeluk manja kaki Farhan.


Perlahan Putri juga berdiri dari tempat duduk nya dan menuju ruang tamu untuk bersantai.


Siti juga berdiri dari tempat duduk nya dan mulai membereskan piring kotor lalu membawa nya ke tempat cuci piring.


"Siti pasti mau nyuci piring, tadi pagi aku udah bantu Putri jemur baju, sekarang aku juga harus bantu Siti untuk menyelesaikan perkerjaan rumah nya.", ucap Farhan langsung berdiri dan mengikuti Siti menuju tempat cuci piring. Siti sendiri tidak menyadari jika sang kakak sedang mengikuti nya.


Dan saat Siti ingin menghidupkan keran untuk mencuci piring,,,


"Mau apa?", tanya Farhan yang langsung memeluk Siti dari belakang dan memegang kedua tangan nya.


"Hmm,, ka,, kakak.. ", jawab Siti terkejut disertai wajah memerah.


"Si,, Siti mau nyuci piring kak", lanjut Siti mulai nyaman di peluk sang kakak tapi masih canggung.


"Hari ini Siti istirahat aja yang sayang, biar kakak yang cuci piring kotor nya", ucap Farhan perlahan meletakkan dagu nya di atas kepala Siti. Tinggi badan Siti memang hanya sebatas leher nya Farhan.

__ADS_1


"Ja,, jangan kakak, biar Siti aja. Siti kan udah biasa nyuci piring bekas kita makan", jawab Siti menolak tawaran dari Farhan dengan sopan.


"Jadi,,Siti nolak bantuan dari kakak?", tanya Farhan pelan.


"Maaf kak", jawab Siti mengangguk.


"Siti masih ingat kejadian dulu?", tanya Farhan lagi.


"Kejadian yang mana kak?", tanya balik Siti.


"Dulu kakak pernah gelitikan Siti sampe nangis karena Siti nakal dan nggak mau dengerin omongan dari kakak. Dan Siti langsung memohon ke kakak supaya berhenti menggelitiki, Siti mau kakak gelitikin sampe nangis lagi?", ucap Farhan sedikit mengingat.


Siti yang langsung ingat kejadian di masa lalu, ia pun langsung menelan ludah dan mulai merinding ketakutan.


Siti langsung menghadap ke arah depan sang kakak dan memeluk sang kakak dari depan.


"Aaa kakaak, Siti mohon jangan gelitikin Siti lagi ya", Siti pun mulai memohon kepada Farhan.


"Kakak nggak akan gelitikin Siti, asalkan Siti ngebolehin kakak untuk bantu kamu mencuci piring.


"Tapi kaaak,,,", jawab ragu Siti. Farhan langsung saja menusuk pinggang Siti dengan 1 jari nya. Siti pun mulai tertawa perlahan dan langsung memegang tangan sang kakak.


"Kakaak, jangan gelitikin Sitii", ucap Siti manja dan memelas.


"Kakak boleh bantu Siti apa nggak?", tanya Farhan mulai licik.


"Hmm,, i,,iya deh boleh. Tapii,, ", jawab ragu Siti lagi. Farhan pun langsung mencium kening Siti dengan lembut. Siti pun langsung terdiam dan memeluk erat Farhan.


"Nurut sama kakak ya, hari ini Siti istirahat dan santai aja di ruang tamu sama Putri dan Fatimah, dan biar kakak yang cuci semua piring kotor nya", ucap pelan Farhan.


"Iya kakak", jawab imut Siti.


Dengan hati senang karena habis di cium oleh kakak laki laki nya, Siti perlahan mulai melepaskan pelukan nya. Ia menurut dengan ucapan Farhan untuk beristirahat, ia perlahan berjalan menuju ruang tamu.

__ADS_1


__ADS_2