
"Ngomong ngomong orang tua mu kemana put?", tanya salah satu teman Putri.
Tentu saja, dengan pertanyaan itu Putri sedikit sedih, dia hanya menggeleng kepala dan menunduk.
"Ma,,maaf put, aku nggak tau", sadar jika pertanyaan yang dia tanyakan salah, temannya pun meminta maaf.
Putri melihat ke temannya dan tersenyum, mengartikan dia baik baik saja dan tidak marah.
"Kakak,, kakak udah aku anggap seperti orang tua ku, dia udah kerja dari beberapa tahun yang lalu. Dia seorang yang pekerja keras, dia juga sering menabung, dia membiayai sekolah ketiga adiknya sampai tamat sekolah nanti. Dan sekarang aku sudah selesai sekolah, beban kakak sedikit berkurang. Kakak hanya tinggal membiayai kedua adikku", Putri menceritakan tentang kakaknya kepada teman teman nya sambil sedikit meneteskan air mata. Teman teman nya langsung menghampiri Putri dan menenangkannya.
Mereka juga terharu dengan cerita Putri, seorang kakak laki laki, bisa menjadi orang tua bagi ketiga adiknya dari mereka kecil sampai besar.
Putri juga tidak ingin bersedih terus, dia langsung menghapus air matanya dan kembali tersenyum.
Tak berapa lama, Siti dan Fatimah pulang sambil masuk dan memberi salam.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam"
Putri dan teman teman nya menjawab salam tersebut.
Siti dan Fatimah langsung menghampiri Putri dan mencium tangannya. Setelah itu Putri juga menyuruh kedua adiknya untuk bersalaman kepada teman temannya dan berkenalan.
Siti dan Fatimah pun berkenalan dan bersalaman dengan senang hati kepada teman teman nya Putri. Setelah itu Fatimah memeluk Putri dan duduk di pangkuannya.
"Kak Putri, kak Farhan ganteng mana?", tanya Fatimah dengan wajah imutnya.
Belum sempat Putri menjawab pertanyaan dari Fatimah, tiba tiba saja Farhan keluar dari belakang dengan keadaan segar karena selesai mandi.
Fatimah yang melihat kakak laki laki nya, langsung berlari menuju Farhan dan memeluknya.
__ADS_1
"Kakak", panggil Fatimah sambil memeluk kaki Farhan.
"Eh Fatimah cantik udah pulang, dari mana aja?", tanya Farhan perlahan mengangkat Fatimah dan menggendongnya.
"Fatimah tadi habis main kak sama kak Siti", jawab Fatimah sambil memeluk Farhan.
"Kakak baru pulang ya?", lanjut pertanyaan dari Fatimah.
"Iya kakak baru pulang. Kakak baru selesai mandi dan sekarang kakak mau Shalat Ashar dulu", jawab Farhan.
"Tapi kakak mau wudhu dulu, lupa mau sekalian wudhu tadi", lanjut Farhan sambil menurunkan Fatimah.
"Kakak, Fatimah ikut Shalat Ashar sama kakak ya, Fatimah belum Shalat Ashar", ucap Fatimah.
"Iya boleh kok, ya udah sana Fatimah wudhu dulu", perintah Farhan.
Tanpa di suruh untuk yang kedua kalinya, Fatimah langsung bergegas ke belakang untuk berwudhu.
"Ya udah, sana ikut Fatimah wudhu", ucap Farhan sambil tersenyum.
Siti pun juga ikut ke belakang untuk berwudhu bersama Fatimah.
"Putri sama temen temennya udah Shalat Ashar? ", tanya Farhan sambil melihat ke arah Putri dan teman temannya.
"Sudah kakak", jawab Fatimah dan teman temanya bersamaan.
Farhan pun mengangguk dan tersenyum. Dia perlahan pergi ke belakang lagi untuk ikut mengantri wudhu bersama kedua adiknya.
Teman teman nya Putri terharu melihat kedekatan antara kakak dan adik yang begitu dekat dan akrab itu.
*----------*
__ADS_1
Setelah Shalat Ashar berjama'ah bersama sang kakak, Siti dan Farimah keluar duluan meninggalkan sang kakak yang masih berdzikir.
Siti dan Fatimah ikut duduk bersama Putri, karena teman temannya Putri belum pulang, mereka pun mengobrol dan bercerita sebentar lagi.
Beberapa menit kemudian, Farhan pun keluar dari tempat Shalat, dia berjalan melewati para gadis yang sedang mengobrol itu. Sore itu masih sekitar pukul 5, Farhan berniat untuk berjalan jalan sebentar menggunakan motor.
Saat Farhan sudah ada di pintu, tiba tiba Fatimah mengejarnya dan memeluknya dari belakang.
"Kakak mau kemana?", tanya Fatimah sambil memeluk kaki Farhan.
"Kakak mau jalan jalan sebentar, kamu di rumah aja sama kakak cantik", jawab Farhan.
"Nggak mau, Fatimah mau ikut kak Farhan", ucap Fatimah sedikit manja.
"Kakak cuma sebentar kok, Fatimah di rumah aja ya?", bujuk Farhan.
Karena tidak di izin kan ikut oleh Farhan, Fatimah pun menangis dan masih memeluk kaki Farhan. Farhan yang tidak mau adiknya menangis, langsung menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam.
"Ya Allah, cup cup jangan nangis dong, adiknya kak Farhan kok nangis sih?", ucap bujukan dari Farhan sambil menghapus air mata Fatimah.
"Huhu,, mau,, ikut kak Farhan", ucap Fatimah menangis di pelukan Farhan.
"Kakak, biarin aja Fatimah ikut, kasian lo Fatimah dari tadi pagi kan nggak ketemu sama kakak, kakaknya kerja. Fatimah kangen sama kakak", ucap Putri ke Farhan.
"Oww, Fatimah kangen sama kakak, mau ikut kak Farhan jalan jalan?", tanya Farhan sambil memeluk Fatimah yang digendongnya.
"Iya, Fatimah kangen sama kakak, Fatimah mau ikut kakak", jawab Fatimah yang perlahan berhenti menangis.
"Ya udah iya, boleh ikut. Jalan jalan pake motor ya, nanti beli jajan", ucap Farhan sambil mengelus kepala Fatimah.
"Iya kak", jawab Fatimah manja.
__ADS_1
Para gadis yang melihat Fatimah manja ke Farhan hanya tersenyum lucu.