KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN

KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN
BAB 61


__ADS_3

Farhan masih berusaha untuk menenangkan Fatimah yang menangis di pelukan nya, Fatimah masih merasa takut karena di tinggal sendiri di rumah dan di tambah pintu nya juga di kunci.


"Kakak,, ", ucap Fatimah di pelukan Farhan.


"Iya sayang ku, cup cup udah, sama kakak ya sayang ya, udah cup", jawab Farhan menangkan Fatimah. Sambil mengelus kepala Fatimah dan menenangkan nya, Farhan juga membersihkan air mata Fatimah.


Dengan perlahan Farhan mulai berdiri dan langsung mengangkat tubuh Fatimah lalu menggendong nya. Fatimah pun mulai tenang di gendongan sang kakak sambil memeluknya.


Farhan pun menggendong Fatimah keluar rumah, ia membawa Fatimah ke bawah pohon mangga besar yang ada di samping rumah nya, Farhan membawa Fatimah ke tempat itu karena suasana nya sejuk dan dekat dengan padang rumput yang luas.


Sesekali Farhan mencium kening Fatimah dengan rasa sayang dan juga mengelus kepala Fatimah. Kini Fatimah telah diam dan tenang, ia yang sekarang ini di gendong oleh sang kakak sedang memeluk erat Farhan seperti tidak ingin di tinggal lagi oleh sang kakak kesayangan nya.


Sudah hampir 10 menit Farhan menggendong Fatimah sambil melihat padang rumput dari bawah pohon mangga, Farhan tidak merasa lelah sama sekali setelah lama menggendong Fatimah, padahal lengan kanan nya terluka akibat kecelakan kerja tadi waktu di bengkel. Farhan malah senang bisa menggendong dan memanjakan adik kecil nya itu.


Setelah itu Farhan membawa adik nya masuk kembali ke dalam rumah, Fatimah masih memeluk erat kakak laki laki nya itu.


*-------------*


"Fatimah duduk di sini dulu ya, kakak mau buatin teh dulu untuk Fatimah", ucap Farhan sedikit perlahan menurunkan Fatimah.


"Aaa kakak, nggak mau turun. Mau ikut kakak!!", jawab Fatimah merengek tidak mau turun dari gendongan Farhan.

__ADS_1


"Astaghfirullah, kakak cuma sebentar kok Fatimah", ucap Farhan menggendong Fatimah kembali. Fatimah tidak menjawab lagi melainkan ingin kembali menangis.


"Ya Allah Fatimah cup cup sayang. Iya iya ikut kakak, udah doong jangan nangis lagi, kan udah sama kakak", ucap Farhan kembali menenangkan Fatimah. Fatimah pun kembali tenang lagi setelah di bujuk oleh sang kakak.


"Cium kakak!", perintah Farhan. Tanpa pikir panjang Fatimah langsung mencium pipi Farhan dengan senang dan durasi yang cukup lama.


Farhan hanya tertawa karena sikap Fatimah, Farhan pun ikut senang melihat adiknya yang sudah kembali tersenyum, tidak takut lagi, dan tidak menangis lagi.


Karena tidak mau adik kecil nya kembali menangis, Farhan pun dengan senang hati menggendong nya kembali dan membawa nya ke dapur. Farhan akan membuatkan teh hangat untuk adik nya tercinta.


Beberapa menit kemudian, setelah teh yang dibuat untuk Fatimah telah jadi, Farhan langsung membawa segelas teh hangat itu ke ruang tamu sambil masih menggendong Fatimah.


Setelah menaruh teh nya di atas meja, perlahan Farhan duduk di sofa dan langsung mendudukkan Fatimah di pangkuannya. Tentu nya Fatimah langsung memeluk erat Farhan kembali, ia benar benar tidak mau melepaskan kakak laki laki kesayangan nya itu.


"Di minum sayang teh nya", Farhan menawarkan teh ke Fatimah yang sedang memeluknya. Fatimah dengan imut nya menurut dan dengan perlahan meminum teh yang dibuatkan oleh sang kakak. Setelah meminum beberapa teguk teh hangat, Fatimah memberikan teh nya kepada Farhan, lalu Farhan menerima nya dan menaruh teh nya di meja kembali.


"Assalamu'alaikum", terdengar suara salam dari luar rumah.


"Wa'alaikumussalam", Farhan pun menjawab salam tersebut. Farhan mengetahui bahwa yang mengucapkan salam adalah kedua adik nya. Dan benar saja, tak berapa lama Putri dan Siti langsung masuk ke dalam.


Putri dan Siti berjalan pelan menuju ke sang kakak yang sedang duduk memangku Fatimah. Mereka sudah menebak bahwa sang kakak marah kepada mereka berdua.

__ADS_1


"Kakak udah pulang ya, kok pulang cepet kak?", tanya Putri ragu ragu.


"Siapa yang paling tua di rumah ini?", Farhan tidak menjawab pertanyaan dari Putri melainkan malah balik bertanya.


"Kak Farhan yang paling tua di antara kita berempat", jawab Putri dengan hati deg degan karena takut.


"Siapa pemimpin di rumah ini?", tanya Farhan lagi tanpa melihat ke Putri dan tanpa ekspresi.


"Kak Farhan pemimpin nya", jawab Putri lagi tidak berhenti deg degan.


"Kakak yang paling tua, dan kakak adalah yang mimpin di rumah ini. Tapi kenapa kalian nggak nurut sama perintah dan larangan dari kakak?. Keluar nya juga nggak izin sama kakak",. Farhan tentu nya langsung memarahi kedua adik nya itu.


"Ma maaf kak, Putri keluar nya juga nggak lama kok", jawab Putri kaki gemetar.


"Jam berapa kamu keluar?", tanya Farhan.


"Jam setengah delapan kak", jawab Putri yang dari tadi menunduk tidak berani memandang wajah sang kakak.


"Jam berapa sekarang?", tanya Farhan lagi.


Putri pun langsung melihat jam dinding yang ada di ruang tamu..

__ADS_1


"Jam setengah sebelas kak", jawab Putri semakin takut.


"....udah hampir 3 jam kamu keluar, dari mana kamu mendapat keberanian kalo tiga jam itu sebentar?", ucap Farhan semakin meledak amarah nya. Seketika Putri sudah tidak berani menjawab peetanyaan dari sang kakak.


__ADS_2