KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN

KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN
BAB 41


__ADS_3

Di ruang tamu


Saat ini Fatimah bermain dokter dokteran bersama boneka beruang nya, dia sangat bahagia saat bermain bersama dengan boneka nya, dia merasa sedang bermain bersama kakak laki laki nya.


Sekarang Fatimah pun mulai mengambil kertas gambar dan perlatan menggambar, dia mulai melakukan hobi nya itu.


Saat dia sedang menggambar kakak laki laki nya, dia terkadang melihat ke arah boneka beruang nya dan langsung memeluk boneka itu.


Karena perkerjaan rumah telah selesai di kerjakan, Putri dan Siti ikut menuju ruang tamu untuk beristirahat.


Putri pun langsung duduk di samping Fatimah yang saat ini sedang melakukan hobi nya, yaitu menggambar. Sedangkan Siti segera menghidupkan tv untuk menontonnya sambil bersantai.


"Fatimah lagi gambar apa?", tanya Putri yang duduk di samping Fatimah.


"Fatimah lagi gambar kak Farhan besar. Terus gambar kak Farhan kecil sama lagi gambar Fatimah sendiri kak", jawab imut Fatimah sambil menggambar.


Putri pun mendekatkan diri ke Fatimah untuk melihat gambaran adik nya itu. Dia sangat kagum melihat gambaran adiknya itu.

__ADS_1


"Ma Sya Allah, gambaran nya Fatimah kok bisa seperti jadi nyata gitu ya, bagus banget", ucap Putri kagum melihat gambaran Fatimah.


"Semoga suatu saat Fatimah bisa sukses dengan gambarannya, aamiin", do'a Putri dalam hati sambil mengelus kepala Fatimah.


*--------------*


Pukul 13:00 WIB


Karena kelelahan, Siti telah ketiduran di sofa dengan tv menyala. Begitu juga dengan Fatimah, karena terlalu bersemangat bermain dan menggambar akhirnya Fatimah pun tertidur di lantai yang dingin.


Putri yang melihat kedua adiknya ketiduran hanya tersenyum sambil sedikit menggeleng. Putri berdiri dan segera mematikan tv lalu membangunkan Siti yang masih tertidur.


"Hnnmm, Siti Shalat nanti aja kak, Siti capek mau tidur dulu", jawab Siti sambil menggeliat.


"Gak boleh gitu, ayo Shalat dulu", ucap Putri lagi. Tapi kali ini Siti tidak menjawab malah pura pura tidur. Tapi Putri punya rencana licik untuk Siti adik nya itu.


"Ya udah, nanti kak Putri bilang aja ke kak Farhan kalo Siti malas Shalat. Biar kak Farhan marah lagi sama Siti, kamu udah pernah di marahin sama kakak kan, gimana kalo dia marah lagi ya?", Putri pun mulai mengancam adik nya itu supaya cepat bangun dan menunaikan Shalat Dzuhur.

__ADS_1


Dan dengan cepat Siti langsung membuka kedua mata nya dan segera berdiri.


"Aaa kakak, jangan bilang ke kak Farhaan. Ini Siti udah bangun kok, ya udah ayo Shalat dulu." bujuk Siti ke Putri. Tentu nya Siti sangat takut apabila kakak laki laki nya kembali marah kepada diri nya, dia tidak ingin mengulang kejadian di masa lalu yang menyebabkan kakak laki laki nya marah kepada nya selama dua hari.


"Kenapa bangun, tidur aja lagi. Tidur yang nyenyak sampe sore nggak usah Shalat", ucap Putri sedikit memasang wajah licik nya.


"Nyenyak aja kalo tidur sampe sore, tapi udah nggak nyenyak lagi kalo kak Farhan marah mulai nanti sore", jawab Siti sedikit takut.


"Hihihi,, ya udah sana wudhu dulu nanti kakak nyusul", ucap Putri langsung memasang senyuman di wajah nya. Siti pun mengangguk dan segera pergi ke kamar mandi untuk wudhu.


Baru saja Siti pergi ke kamar mandi, tiba tiba Fatimah bangun dari lantai dan memeluk Putri.


"Kak Putrii, jangan bilang ke kak Farhan ya. Fatimah juga mau Shalat kok", ucap Fatimah sembari memeluk Putri sejenak.


Dan setelah itu, Fatimah juga bergegas pergi ke kamar mandi untuk berwudhu juga. Putri hanya menggaruk kepala sambil kebingungan melihat sikap Fatimah.


"Hmm, padahal aku cuma ngancem Siti aja, kenapa Fatimah juga ikut takut?", ucap Putri bingung.

__ADS_1


"Astaghfirullah, bukan cuma mereka aja. Tapi aku juga takut kalo kakak marah sama aku, cepet cepet Shalat deh", lanjut Putri bergegas menuju kamar mandi.


__ADS_2