KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN

KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN
BAB 9


__ADS_3

"Ambilin kotak obat di lemari", perintah Farhan ke Siti.


"I,, iya kak", jawab Siti sambil buru buru keluar untuk mengambil kotak obat di lemari.


Farhan pun perlahan duduk di pinggir kasur sambil memangku adiknya yang masih menangis itu.


"Cup cup sayang, udah udah, kakak obatin ya?", ucap Farhan ke Fatimah sambil berusaha menenangkannya. Fatimah hanya mengangguk dan memeluk erat kakak laki laki nya itu.


Putri yang baru saja selesai mencuci mangkok dan keluar dari dapur, dia bingung melihat Siti yang panik mengobrak abrik lemari dan seperti mencari sesuatu.


"Siti, kamu ngapain?", tanya Putri bingung melihat Siti yang panik.


"Kak Putri, kakak tau kotak obatnya dimana?", tanya Siti panik


"Tu,, tunggu kakak ambilin di lemari kamar", jawab Putri sambil masuk ke kamarnya.


Beberapa menit kemudian, Putri pun keluar dari kamar sambil membawa kotak obat. Putri pun langsung memberikan kotak obat tersebut kepada Siti.


Siti juga langsung menerimanya dan buru buru masuk ke dalam kamar Farhan. Karena Putri penasaran kenapa Siti panik seperti itu, dia pun ikut masuk ke kamar kakak nya.

__ADS_1


"I,, ini kak", ucap Siti ke Farhan sambil menunduk takut dan kaki nya lemas.


Farhan pun menerimanya dan segera membuka kotak obat, mengambil obat luka dan perban untuk mengobati dan membalut lutut Fatimah yang berdarah.


Putri tentu nya kaget melihat lutut kiri nya Fatimah berdarah, dia bertanya kepada kakak nya tapi tidak di jawab, lalu dia ganti bertanya kepada Siti yang menunduk di sampingnya.


"Kalo kalian mau ngobrol, di luar aja. Kakak mau ngobatin Fatimah", sebelum Siti menjawab pertanyaan dari Putri, tiba tiba Farhan menyela pembicaraan mereka berdua.


"I, iya kak", jawab Putri dan Siti bersamaan, mereka berdua pun langsung buru buru keluar dari kamar Farhan.


*-----------*


"Kakak, periih", rengek Fatimah di pangkuan Farhan.


"Huusst, nggak kok sayang, cuma perih sebentar kok. Peluk kakak dan jangan liat lukanya", perintah Farhan sambil memeluk Fatimah. Fatimah pun menurut dengan perkataan sang kakak, dia langsung memeluk erat Farhan dan tidak melihat lututnya yang di obati oleh sang kakak.


Setelah memberi obat luka, Farhan langsung memotong perban dan membalutnya di lutut Fatimah yang terluka tadi. Fatimah pun mulai tenang setelah luka nya di obati oleh kakak tercintanya.


"Udaah, luka nya udah kakak obati", ucap Farhan sambil mencium kening Fatimah.

__ADS_1


Fatimah pun melihat lututnya yang sudah dibalut, setelah itu memeluk erat Farhan lagi.


"Terima kasih ya kakak, Fatimah sayang sama kakak", ucap Fatimah berterima kasih kepada kakak nya.


"Iyaa sama sama, kakak kan udah pernah bilang sama Fatimah, kalo mau keluar itu izin dulu sama kakak, terus kalo di luar juga jangan lari lari. Fatimah tadi habis lari lari kan di luar", tanya Farhan sambil menasehati adiknya.


"I, iya kak, maaf, Fatimah janji nggak ngulangin lagi", jawab Fatimah dan berjanji kepada Farhan.


Farhan pun memeluk Fatimah dengan penuh kasih sayang dan mencium keningnya lagi. Begitu juga Fatimah, dia membalas pelukan dari sang kakak tercinta.


"Ya udah, sekarang Fatimah istirahat ya, tidur siang", perintah Farhan.


"Iya kak, tapi kakak temenin Fatimah tidur siang, Fatimah mau sama kak Farhan", pinta Fatimah.


"Iya iya sayang ku, ayo tidur sama kakak, istirahat", jawab Farhan. Farhan pun perlahan membaringkan Fatimah di kasur, Farhan juga perlahan berbaring di samping Fatimah.


Fatimah pun langsung memeluk kakaknya yang berbaring di samping nya dan segera memejamkan matanya di pelukan sang kakak.


Farhan juga memeluk adiknya itu sambil tersenyum dan mengelus kepala Fatimah perlahan.

__ADS_1


__ADS_2