
*-----------------*
Tak berapa lama setelah Putri dan Siti keluar dan pergi meninggalkan rumah, Fatimah pun baru bangun dari tidur nya.
Seperti orang pada umum nya yang baru bangun tidur, Fatimah pun berusaha duduk rilek dan berusaha mengkondisikan tubuh nya. Fatimah juga membersihkan kotoran yang ada di mata nya sambil melihat seisi kamar.
"Kak Farhan kerja ya", ucap Fatimah melihat seisi kamar yang hanya ada dia sendiri. Ia pun mengambil boneka nya yang ada di dekat bantal tidur nya. Fatimah belum sadar jika dirinya hanya seorang diri di rumah.
Fatimah pun perlahan turun dari kasur, ia segera menuju pintu dan keluar dari kamar.
*---------------*
Saat sudah berada di ruang tamu, Fatimah melihat pintu rumah nya tertutup rapat. Ia berfikir mungkin salah satu kakak perempuan nya yang memang menutup pintu nya.
Karena tidak menemukan kedua kakak perempuan nya di ruang tamu, Fatimah segera mencarinya ke dapur.
Di dapur Fatimah juga tidak menemukan kedua kakak perempuan nya, ia masih mencari nya. Fatimah segera mencarinya di kamar mandi, tapi tidak ada orang di kamar. Ia berniat mencari kedua kakak perempuan nya di samping rumah lewat pintu belakang, tapi pintu nya di kunci dengan gembok.
__ADS_1
"Kak Putri sama kak Siti mana ya, biasa nya kalo nggak ada di depan sambil nonton tv pasti ada di dapur. Hmm,,?", ucap Fatimah dalam hati melihat seisi ruang dapur.
"Aku cari di depan deh", ucap Fatimah langsung kembali menuju ruang tamu.
Saat berjalan menuju ruang tamu, Fatimah berhenti di depan kamar Siti, ia pun membuka pintu nya untuk memastikan apakah Siti ada di dalam kamar nya, dan ia tetap tidak bisa menemukan Siti.
Fatimah juga mencari Putri di dalam kamar nya, tapi juga tetap tidak menemukan nya, kedua kamar kakak perempuan nya kosong tidak ada orang.
Di ruang tamu, Fatimah langsung menuju pintu depan untuk membuka pintu dan mencari kedua kakak perempuan nya. Tapi, saat tangan Fatimah memutar gagang pintu untuk membukanya, pintu itu tidak terbuka sedikit pun. Pintu nya di kunci dari luar.
Fatimah masih berusaha membuka pintu nya dengan memutar gagang pintu tersebut, tapi tetap saja pintu nya tidak bisa di buka. Seketika itu Fatimah langsung panik dan ketakutan.
"Kakaak, Fatimah takuut, huhu", ucap Fatimah menangis sambil memeluk boneka beruang milik nya.
"Kak Putri, kak Siti, kalian kemana, kenapa Fatimah di tinggal?", Fatimah pun tidak berhenti menangis dan memanggil kedua kakak perempuan nya.
"Kak Farhan, Fatimah takut", Fatimah pun mulai memanggil kakak laki laki nya.
__ADS_1
Fatimah mulai melihat seisi ruang tamu yang gelap, ia langsung masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar. Dengan kondisi masih masih merasa takut, Fatimah langsung naik ke atas kasur lalu mengambil selimut dan bersembunyi di dalam nya.
*-----------------*
Tempat kerja Farhan
Saat sedang berkerja, Farhan yang sedang memperbaiki mobil tiba tiba pikiran nya terganggu dan tidak fokus, alhasil saat Farhan berjalan mundur dan hendak beristirahat sejenak, tiba tiba lengan kanan nya mengenai roda gigi yang berjalan di mesin yang ada di samping nya
"Astaghfirullah", Farhan pun langsung mengucap istighfar dan segera memegang lengan nya yang berdarah.
Teman teman nya Farhan yang melihat hal itu, langsung menghampiri Farhan dan mengecek keadaan nya.
"Farhan kamu kenapa?", tanya teman nya panik
"Iya Farhan, lengan mu kenapa bisa berdarah, kamu nggak kayak biasa nya lo kecelakaan saat kerja", lanjut teman yang lain nya.
"Aku nggak apa apa kok teman teman, nggak tau kenapa tiba tiba aku kepikiran sama adik ku", jawab Farhan menahan sakit.
__ADS_1
"Ya udah, daripada kamu nggak fokus kerja dan terluka lagi nanti nya, kamu minta izin aja sama pak Hamdan pulang sekarang", ucap teman Farhan memberi saran. Farhan hanya mengangguk dan segera menuju ruang bos nya untuk meminta izin pamit pulang.