
Saat di perjalanan pulang, Farhan teringat akan janji nya kepada kedua adiknya yang ada di rumah untuk membelikan makanan ketika pulang nanti. Farhan pun menuju warung bakso yang ada di dekat perempatan.
Karena Farhan dan Fatimah sudah makan di cafe tadi, Farhan hanya membeli dua bungkus bakso untuk kedua adiknya. Setelah pesanan Farhan sudah jadi dan Farhan juga sudah membayar, dia langsung bergegas pulang.
*---------------*
Sesampainya di rumah, Fatimah pun langsung turun dari motor dan segera masuk ke dalam rumah.
Setelah memarkirkan motor, Farhan juga segera masuk ke dalam dan memberikan dua bungkus bakso tadi kepada Putri dan Siti yang sedang bersantai sambil menonton tv.
Putri dan Siti sangat senang karena sang kakak membelikan bakso untuk mereka, Farhan selalu menepati janji nya kepada adik adik nya. Setelah itu Farhan berjalan masuk ke kamar nya dan berbaring sebentar sambil menunggu waktu Shalat Dzuhur.
Putri dan Siti pun segera memakan bakso yang diberikan oleh Farhan, sesekali mereka juga berbagi bakso itu dengan Fatimah yang sedang bersama dengan mereka.
*-----------*
Beberapa menit kemudian, mereka pun sudah menghabiskan bakso mereka. Putri pun berinisiatif untuk mencuci mangkok bekas mereka makan bakso tadi. Saat Siti ingin membantu mencuci mangkok, Putri tidak membolehkannya karena hanya dua mangkok dan tidak banyak yang harus di cuci.
Siti pun mengangguk mengerti dan duduk santai sambil menonton tv di sofa dengan Fatimah.
__ADS_1
*-----------*
Saat sedang bersantai menonton tv, tanpa sepengetahuan Siti yang sedang berbalas chat dengan temannya, Fatimah keluar rumah tanpa seizin Siti.
Siti masih tidak menyadari kalau Fatimah keluar rumah tanpa sepengetahuan dan seizin nya.
Dan benar saja, tak lama setelah Fatimah keluar, terdengar suara tangisan keras dari Fatimah.
Siti yang mendengar suara Fatimah sedang menangis, langsung melihat ke sampingnya dan menyadari kalau Fatimah keluar rumah diam diam. Siti pun langsung bergegas keluar rumah untuk menghampiri Fatimah.
Siti sangat terkejut saat mengetahui Fatimah sedang duduk kesakitan dan memegangi area lutut nya yang berdarah.
Siti langsung mengampiri Fatimah dengan hati cemas.
"Kakak,, sakiit", jawab Fatimah sambil menangis.
"Kak Farhan", lanjut Fatimah sambil memanggil kakak laki laki nya.
"Ya Allah iya iya, mau ikut kak Farhan ya, kak Siti anter ke kakak Farhan ya", ucap Siti sambil memeluk Fatimah yang menangis, Fatimah hanya mengangguk dan memeluk Siti.
__ADS_1
*-------------*
Siti pun segera membawa Fatimah masuk ke rumah dan membawanya masuk ke kamar nya Farhan.
Farhan yang berbaring di kasurnya langsung terbangun dan melihat Siti yang membawa masuk Fatimah dan sedang menangis di gendongannya.
"Astaghfirullah Hal'adzim Fatimah, kamu kenapa?", tanya Farhan panik dan mengambil Fatimah yang di gendong Siti.
"Kakak, sakiit", jawab Fatimah sambil memperlihatkan lututnya yang berdarah.
"Ya Allah, Fatimah habis jatuh, jatuh di mana?", tanya Farhan masih panik
Fatimah tidak menjawabnya tapi malah lanjut menangis dan memeluk Farhan yang menggendong dirinya.
"Siti, tadi Fatimah sama kamu kan, kenapa Fatimah bisa berdarah lututnya?", tanya Farhan ke Siti dengan raut wajah sedikit marah.
"Ma,,maaf kak, tadi Fatimah keluar tanpa sepengetahuan Siti", jawab Siti sambil menunduk. Siti tau pasti sang kakak sedang marah kepada nya karena tidak bisa menjaga sang adik.
"Ngapain aja kamu tadi, adiknya keluar rumah sampe nggak tau, main hp kan kamu tadi?", tanya Farhan dengan nada sedikit tinggi karena marah.
__ADS_1
Siti tidak berani menjawab pertanyaan dari sang kakak, memang benar saat Fatimah keluar rumah, Siti sedang fokus dengan hp nya.
Siti merasa bersalah karena tidak bisa menjaga adik satu satu nya itu, Siti ingin menangis saat itu juga karena sang kakak baru kali ini memarahi dirinya.