KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN

KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN
BAB 29


__ADS_3

*----------*


Di dalam rumah


"Silahkan duduk kedua kakak bercadar", ucap Farhan kepada Vina dan Mareta dengan senyuman.


Karena sudah dipersilahkan duduk, maka Vina dan Mareta pun duduk di sofa tersebut.


"Putri, kamu buatin teh untuk kedua kakak bercadar ini, Siti sama Fatimah ngobrol santai aja sama mereka, kakak mau mandi dulu terus Shalat Ashar.", ucap Farhan sembari menuju ke belakang.


Putri pun juga mengikuti Farhan menuju belakang untuk membuatkan teh untuk Vina dan Mareta, sedangkan Siti sementara juga mengajak bicara Vina dan Mareta, dan Fatimah juga duduk di pangkuan Siti.


*-------------*


30 menit kemudian


Farhan yang sudah selesai mandi dan Shalat Ashar, langsung ikut duduk bersama ketiga adiknya dan kedua perempuan bercadar itu. Karena kakak laki laki nya datang dan ikut duduk bersama, Fatimah pun sekarang berpindah ke pangkuan Farhan.


"Kalian berdua ada keperluan apa lagi ya, sore sore gini datang ke rumah saya, apakah ada yang bisa saya bantu?", tanya Farhan kepada Vina dan Mareta dengan tersenyum.


"Ya Allah, mas Farhan senyum ke aku", ucap Vina dalam hati dan langsung menunduk.

__ADS_1


"Padahal, waktu aku pertama kali datang ke sini dia kayak nggak suka dengan kehadiran ku. Tapi kenapa sekarang mas Farhan jadi murah senyum?", tanya Vina dalam hati dengan canggung.


"Hmm, saya ke sini mau mengucapkan terima kasih sama mas Farhan, karena jamu yang mas Farhan kasih, saya sekarang sudah sembuh dan nggak batuk darah lagi.", jawab Vina canggung dan masih menunduk, dan Mareta hanya mengangguk.


Farhan masih tersenyum mendengar jawaban dari Vina, dan perlahan menghela nafas.


"Yang menyembuhkan kamu bukan saya, Allah yang menyembuhkan kamu, saya cuma perantara", ucap Farhan masih tersenyum


"Iya mas, hmm.. Ini ada sedikit makanan dari saya untuk mas Farhan dan ketiga adiknya mas.", ucap Vina sembari memberikan kantong plastik.


"Seharusnya kamu nggak usah repot repot kasih makanan untuk kita, saya bisa kok beli makanan untuk ketiga adik saya sendiri", jawab Farhan belum menerima pemberian dari Vina.


"Hmm, tolong di terima ya mas. Kakak saya yang masak sendiri tadi,, ", ucap Mareta, saat ini Vina sangat canggung untuk melanjutkan bicara dengan Farhan, maka dari itu Mareta yang membantu nya untuk berbicara.


Dengan sedikit sungkan, Fatimah membuka plastik itu dan melihat ke dalam nya.


"Kakak, ada udang", ucap Fatimah kepada Farhan memasang wajah senang.


Dengan perlahan, Farhan juga melihat isi plastik itu..


"Fatimah mau udang?", tanya Farhan kepada Fatimah.

__ADS_1


"Mauu, boleh ya kakak", ucap Fatimah memeluk Farhan dan sedikit memelas.


"Ya Allah, iya iya sayang ku, boleh kok", jawab Farhan mencium pipi Fatimah, Fatimah juga mencium pipi sang kakak dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih ya kakak bercadar biru", Fatimah pun mengucapkan terima kasih kepada Vina dengan wajah senang, Vina pun mengangguk dan membalas senyuman dan Fatimah.


"Ya udah, Fatimah makan dulu ya di belakang. Kakak mau ngobrol sebentar sama kakak bercadar ini", ucap Farhan kepada Fatimah, Fatimah pun mengangguk dan segera menuju dapur.


"Putri sama Siti juga ikut makan, temenin Fatimah", ucap Farhan kepada Putri dan Siti.


"Iya kak Farhan", jawab Putri dan Siti bersamaan.


Ketiga adiknya Farhan pun segera menuju ke belakang.


"Terima kasih untuk makanan nya. Kebetulan sekali kamu memasak makanan kesukaan Fatimah, dia pasti senang sekarang.", Farhan juga berterima kasih kepada Vina.


"Iya mas, kalo mas dan ketiga adiknya mas suka, boleh kok saya besok ke sini lagi dan bawa masakan udang lagi", jawab Vina perlahan memberanikan menatap wajah Farhan.


"Nggak usah nggak usah, kita kan masih asing, kenapa mau bawa makanan lagi", ucap Farhan sedikit panik.


Saat ini Vina sangat senang karena dia sudah mengetahui makanan favorit dari salah satu adik nya Farhan.

__ADS_1


Karena hari sudah semakin sore dan hampir maghrib, Vina dan Mareta pun segera pamit kepada Farhan untuk pulang.


__ADS_2