KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN

KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN
BAB 14


__ADS_3

Setelah Farhan dan ketiga adik kesayangannya Shalat Dzuhur berjama'ah, perlahan hujan mulai turun di sertai gemuruh.


Saat ini Farhan sedang berbaring di dalam kamar nya sambil berbalas chat dari teman nya. Sedangkan ketiga adiknya sedang berada di ruang tamu, Putri sedang bermain game online, Siti sedang mengechat dan menyimpan satu persatu nomor teman perempuan nya yang masih dia ingat, sedangkan Fatimah sedang melakukan hobi nya yaitu menggambar.


*-------------*


Semakin lama hujan pun semakin turun dengan deras nya. Karena bosan tidak melakukan apa apa, Fatimah pun hanya melanjutkan menggambar nya, Siti juga sudah mulai berbalas chat dengan teman perempuan nya yang baru beberapa yang dia simpan, sedangkan Putri juga sudah mulai bosan bermain game online, dia pun hanya berbaring di sofa.


Saat Farhan sedang berbalas chat dengan teman nya, tiba tiba saja Farhan mendapat chat dari nomor yang tidak dia kenal.


"Nomor siapa lagi ini, nomor nya juga nggak ada dalam kontak ku?", tanya Farhan dalam hati penasaran. Farhan pun merespon chat dari nomor tersebut.


...*-----------------*...


...Isi Chat...


+628***** :"Siang"


Farhan :"Iya, ini siapa dan dapat nomor saya darimana?"

__ADS_1


+628***** :"Aku nggak bisa bilang ke kamu soal siapa aku, tapi yang perlu kamu tau, aku adalah pengagum kamu Farhan..."


Chat pun berakhir dengan Farhan yang tidak membalas chat dari nomor tersebut dan langsung off WA.


"Astaghfirullah, apa aku harus ganti kartu ya?", tanya Farhan dalam hati sedikit panik.


"Siapa sih ini, tiba tiba chat aku dan,, dia tau nama ku", lanjut Farhan makin panik


*----------------*


Di suatu Pondok Pesantren


"Nurul, gimana?, udah di chat Farhan nya?", tanya seorang ayah kepada putri nya sambil masuk ke kamarnya.


"Udah ayah, tapi Farhan langsung off, karena aku belum bilang ke dia kalo aku Nurul temen nya dulu", jawab si gadis tadi yang bernama Nurul.


"Ya udah nggak apa apa, nanti kalo kamu chat Farhan lagi, jangan lupa kalo kamu itu Nurul temen nya", ucap sang ayah. Nurul pun hanya mengangguk dan tersenyum.


Nurul adalah teman kecilnya Farhan dulu, dan ayah nya bernama Hamdan. Pak Hamdan adalah sahabat dari ayah nya Farhan ketika masih hidup. Pak Hamdan adalah pimpinan sekaligus kyai di Pondok Pesantren milik nya.

__ADS_1


Nurul tiba tiba teringat oleh Farhan teman nya waktu kecil dulu, dia pun meminta nomor nya Farhan ke teman teman nya dulu.


*------------------*


Rumah Farhan


"Sekarang udah jam 2 siang, tapi hujan belum berhenti juga", ucap Farhan sambil melihat hujan dari jendela kamar nya.


"Hmm, ngomong ngomong tadi itu siapa ya, aku tadi udah tanya ke Andi, Bagas, Sasa, sama Alya, tapi mereka juga nggak tau itu nomor siapa", lanjut Farhan menutup jendela kamar dan duduk di pinggir kasur.


Saat Farhan masih memikirkan tentang nomor asing itu, tiba tiba saja ada cahaya yang terang dengan sekejap mata muncul dan tiba tiba hilang dari luar jendela. Tak berapa lama tiba tiba suara petir pun terdengar dengan suara keras.


Sontak saja Farhan terkejut dan beristighfar sambil mengelus dada.


"Kak Farhan!!!", terdengar suara yang memanggil nama Farhan dari ruang tamu. Dan tiba tiba saja ketiga adik nya Farhan masuk ke dalam kamar nya dan memeluk erat diri nya.


"Kakak, takut petir!!", ucap ketiga adik nya Farhan bersamaan.


"Ya Allah, adik adik nya kakak pada takut petir ya. Husst udah udah, petir nya cuma lewat aja kok, nggak ada lagi", ucap Farhan kepada ketiga adik nya sambil mengelus kepala mereka bertiga bergantian.

__ADS_1


__ADS_2