
*------------------*
Selama di jalan dalam perjalanan pulang, Farhan selalu memikirkan ucapan dari si orang misterius.
"Apa maksud perkataan orang tadi, orang itu bilang alasan dia menghubungi ku karena ada hubungan nya dengan masa lalu ku?", ucap Farhan dalam hati.
"Dan orang itu bilang, jika ia akan menghilang lagi. Dan suatu saat ia juga akan menghubungi ku kembali. Terserah lah, aku akan menunggu ia kembali." lanjut Farhan lagi. Ia pun langsung fokus berkendara lagi.
*-------------------*
Setelah beberapa menit berkendara, akhirnya Farhan pun sampai di depan rumah nya. Ia langsung memarkirkan motor nya dan segera turun dari motor pula.
Farhan perlahan berjalan menuju rumah nya, dan hendak masuk ke ke dalam, tapi,,,
"Kak Farhan!"
Terdengar suara yang memanggil nama Farhan, dan tak berapa lama tiba tiba Putri berlari keluar dan langsung bersembunyi di belakang Farhan, dan beberapa saat setelah Putri keluar kini Siti juga keluar mengejar Putri.
"Kak Farhan tolong Putri!", ucap Putri yang berlari mengelilingi Farhan karena di kejar oleh Siti.
__ADS_1
"Iih kak Putri balikin hp nya Siti!", ucap Siti mengejar Putri yang membawa hp nya.
Karena kelelahan berlari, akhirnya Putri berhenti di depan Farhan dan langsung memeluk nya.
"Kak Farhan, kak Putri nakal ngambil hp nya Siti padahal kak Putri kan punya hp sendiri", ucap Siti sambil menarik sedikit baju gamis bagian belakang nya Putri.
"Kakak, tolong Putri!", ucap Putri yang memeluk manja Farhan.
"Kalian ini ngapain sih, kayak anak kecil aja main lari lari an. Untung nggak ada Fatimah, coba kalo ada Fatimah, dia pasti ikut lari larian sama kalian.", ucap Farhan.
"Putri juga, ngapain ngambil hp nya Siti padahal punya hp sendiri?", tanya Farhan ke Putri yang sedang memeluk nya.
"Apa bener kamu masukin nomor laki laki tanpa sepengetahuan dari kakak?", tanya Farhan sedikit marah sambil melihat ke arah Siti.
"Ng nggak kak, Siti nggak masukin nomor nya laki laki kok, Siti nggak berani ngelanggar larangan dari kakak", jawab Siti sambil menunduk karena takut di tatap oleh sang kakak yang marah.
Farhan pun beristighfar dan menenangkan diri nya lalu menghela nafas. Dari pada bingung, Farhan langsung melihat isi wa milik Siti.
"Awas aja kalo kamu ketahuan bohong", ucap Farhan ke Siti sambil memeriksa hp nya.
__ADS_1
"Siti nggak berani bohong sama kakak", jawab Siti masih menunduk ketakutan. Sedangakan Putri dengan percaya diri menunggu Siti kena marah oleh sang kakak karena ketahuan memasukkan nomor laki laki.
Setelah memeriksa hp milik Siti, Farhan tidak menemukan ada nya nomor atau pun riwayat chat laki laki. Farhan hanya menemukan riwayat chat Siti dengan teman teman perempuan nya, itu pun hanya mengobrol biasa tidak ada keanehan.
"Nggak ada nomor laki laki di hp nya Siti", ucap Farhan masih memeriksa hp milik Siti.
"Tuh kan, Siti nggak bohong sama kakak", jawab Siti karena dia jujur kepada sang kakak. Sekarang malah Putri yang panik karena dia takut di tuduh memfitnah Siti tanpa bukti.
"Jadi yang salah Putri, yang nuduh Siti tanpa ada bukti", ucap Farhan langsung menjewer salah satu telinga Putri.
"Aduh aduh, kakaak sakiit", ucap Putri kesakitan karena telinga nya di jewer oleh sang kakak.
"Siapa suruh kamu nuduh adik mu tanpa bukti, itu nama nya fitnah. Bisa merugikan Siti bahkan orang lain, tau gak?", tanya Farhan jadi marah ke Putri.
"Kakaak maafin Putri, Putri janji nggak ngulangin lagi", jawab Putri mulai meneteskan air mata.
"Jangan minta maaf ke kakak, minta maaf ke Siti", ucap Farhan melepas jeweran nya.
"Siti, maafin kakak ya. Kakak salah udah nuduh kamu tanpa bukti, kakak janji nggak ngulangin", ucap Putri meminta maaf ke Siti.
__ADS_1
Karena kasihan melihat Putri yang di marahi oleh sang kakak karena ketahuan menuduh tanpa bukti, Putri juga sudah mengaku dan meminta maaf, Siti pun memaafkan kakak perempuan nya itu. Mereka berdua pun saling berpelukan, Farhan yang melihat itu hanya tersenyum.