
Karena kelelahan, Farhan pun baru bangun tidur jam 4 sore bersamaan dengan Fatimah yang juga baru bangun tidur.
Saat Fatimah melihat sang kakak yang baru bangun tidur di samping nya, langsung memeluk erat Farhan sambil masih berbaring.
"Kakak!", ucap Fatimah senang
"Eh adik nya kakak udah bangun, tau aja kalo kakak juga baru bangun tidur", jawab Farhan membalas pelukan Fatimah.
"Kakak kapan pulang?", tanya Fatimah mulai manja.
"Kakak pulang jam setengah tiga tadi, hari ini kakak pulang cepet", jawab Farhan mencium pipi Fatimah.
"Kakaak, Fatimah kangen", ucap manja Fatimah di pelukan Farhan.
"Ya Allah, Fatimah kangen sama kakak ya. Kan Fatimah udah peluk boneka dari kakak, kok masih kangen?", tanya imut Farhan.
"Beda dong kak, kalo meluk boneka nya cuma hilang sedikit kangen nya sama kakak. Kalo meluk kakak langsung kayak sekarang kan langsung hilang kangen nya, terus Fatimah juga makin betah meluk kakak dan makin sayang sama kak Farhan.", ucap manja Fatimah lagi.
"Ya Allah Fatimah, kamu belajar goda dari mana sih, udah berani goda kakak kamu ya", jawab Farhan mulai menggelitiki adik kecil nya itu.
"Hahaha,, kakak ampuun, udah kak geli,,", ucap Fatimah memohon. Karena merasa sudah cukup, Farhan pun menghentikan gelitikan nya kepada Fatimah.
Dalam keadaan masih kelelahan karena tertawa digelitiki oleh Farhan, Fatimah perlahan memeluk sang kakak kembali dengan bermanja.
"Kakak,, udah dong gelitikin Fatimah nya, ampuun.", ucap manja Fatimah memeluk sang kakak.
"Berani goda kakak lagi nggak, ha?", tanya Farhan sedikit mengancam dengan gelitikan.
__ADS_1
"Nggak berani kak, Fatimah nggak berani sama kakak", jawab Fatimah memelas. Farhan hanya tersenyum lucu melihat Fatimah manja kepada nya. Farhan hanya mencium pipi empuk milik Fatimah, dan begitu juga dengan sebalik nya Fatimah juga balik mencium sang kakak dengan penuh kasih sayang.
"Fatimah, ayo mandi dulu udah sore", ucap Farhan.
"Iya kak, tapi kak Farhan yang mandiin Fatimah ya", jawab Fatimah
"Apa siih Fatimah, kalo Fatimah masih bayi boleh lah kak Farhan yang mandiin, sekarang kan Fatimah udah umur 6 tahun, udah lumayan besar sekarang. Minta di mandiin sama kak Putri atau kak Siti aja ya", ucap Farhan.
"Aaa kakak", ucap manja Fatimah. Bukan nya langsung menurut dengan perintah Farhan, Fatimah malah semakin manja sambil memeluk sang kakak dan berusaha membujuk nya supaya mau memandikan diri nya.
"Hayoo, kata nya mau jadi adik yang baik dan nggak nakal. Fatimah mau jadi adik yang nakal, Fatimah mau kakak marah?", ucap Farhan dengan sedikit ancaman.
"Kakak jangan marah sama Fatimah ya, Fatimah mau jadi adik yang baik untuk kak Farhan, Fatimah nggak mau jadi adik yang nakal", jawab manja Fatimah.
"Ya udah nurut sama kakak. Sekarang Fatimah mandi, minta dimandiin sama kak Putri atau kak Siti ya?", ucap Farhan.
Perlahan Fatimah turun dari kasur dengan di bantu oleh Farhan, dan ia langsung berlari menuju pintu dan segera keluar dari kamar, dan Farhan hanya tersenyum melihat sikap adik kecil nya itu.
*------------*
Di ruang tamu, Fatimah melihat kedua kakak perempuan nya sedang bersantai sambil menonton tv, ia langsung menghampiri Siti yang berada paling dekat dengan tv.
"Kak Siti ayo mandiin Fatimah", ucap Fatimah
"Mandi sekarang?, nanti aja deh ya?", tanya Siti.
"Sekarang kak, disuruh sama kak Farhan", jawab Fatimah.
__ADS_1
"Kakak yang nyuruh ya, ya udah ayo kak Siti mandi in. Kak Siti juga mau sekalian mandi", ucap Siti.
Siti dan Fatimah pun segera menuju kamar mandi untuk segera mandi.
Putri yang mengetahui sang kakak telah bangun, ia langsung mematikan tv nya dan langsung menuju kamar Farhan.
"Kakak ku sayang!", ucap Putri yang baru saja masuk ke dalam kamar sang kakak. Putri langsung menindih sang kakak dan memeluk nya
"Astaghfirulla hal'adzim Putri, kamu udah nggak anak kecil lagi, kamu udah besar. Kamu itu udah berat tau nggak, cepet turun.", ucap Farhan. Putri hanya tersenyum kecil dan langsung berbaring di samping sang kakak dalam keadaan masih memeluk nya.
"Terima kasih ya kak, kakak tadi udah bawa Putri masuk ke kamar", ucap Putri.
"Iya sama sama, lagian kamu juga sih masa tidur di kursi teras, kalo jatuh kan sakit", jawab Farhan.
"Iya kak maaf, tadi Putri pikir enak tidur di teras karena banyak angin.", jawab Putri.
"Kakak kok udah pulang, biasa nya jam segini kakak baru sampe rumah?", tanya Putri.
"Iya, dari tadi pagi sampe siang bengkel mobil nya rame. Karena bos sama temen temen kakak udah kewalahan dan udah capek banget, jadi waktu bengkel nya udah sepi bos nya kakak nyuruh pulang cepet", jawab Farhan.
"Alhamdulillah dong kalo bengkel nya rame, kakak pasti capek ya. Sini Putri pijitin", ucap Putri. Ia pun melepas pelukan nya, duduk di kasur, dan mulai memijit kedua kaki Farhan.
Farhan hanya tersenyum melihat sikap baik nya Putri, Farhan perlahan bangun dan memegang kedua tangan Putri yang memijitnya kaki nya.
"Udaah nggak usah Putrii, kakak nggak terlalu capek kok. Sekarang kamu buatin teh favorit nya kakak, kakak tunggu di teras ya", ucap Farhan. Farhan pun mencium kening Putri lalu meninggalkan nya keluar dari kamar.
"Aaaa, kakak nyium aku lagi, terakhir kakak nyium aku waktu lulus SMK dulu", ucap Putri dalam hati dengan wajah merah merona.
__ADS_1