
*---------------*
Malam hari pukul 8
Setelah Shalat Isya' berjamaah dan makan malam bersama ketiga adik nya, Farhan sedang bersantai di teras. Dan seperti kebiasaan nya, Farhan bersantai sambil meminum teh favorit nya yang telah dibuat kan oleh Putri.
Sesekali Farhan tiduran di kursi teras sambil memainkan hp nya.
"Benar saja apa yang di ucapkan orang misterius itu, dia benar benar menghilang. Aku sudah coba menghubungi nya melalui wa, tapi selalu centang satu. Dia seperti tidak pernah ada di dunia ini, sangat misterius", ucap Farhan dalam hati sembari memeriksa wa nya.
"Hmm,, seperti nya sebentar lagi akan masuk tahun ajaran baru, Siti sebentar lagi lulus dan Fatimah akan aku daftar kan masuk ke TK", ucap Farhan lagi dalam hati. Farhan perlahan membuka galeri foto di hp nya, ia hanya tersenyum melihat foto kedekatannya bersama ketiga adik nya di hp.
"Putri dan Siti, kedua adik ku ini sudah besar sekarang, sudah saat nya memberi kebebasan kepada mereka berdua. Biarkan mereka mulai hidup mandiri dengan cara mereka masing masing, tidak mungkin aku selalu melarang mereka dengan aturan ku sampai mereka tua nanti.", lanjut Farhan sambil menghela nafas dan tersenyum.
Perlahan Farhan bangun dan duduk rileks di kursi teras, ia pun mulai meminum teh nya. Dan tak berapa lama keluar lah Siti yang langsung duduk di samping Farhan dan langsung memeluk nya.
__ADS_1
"Kakak", ucap Siti memeluk Farhan.
"Iya sayang ku, ada apa kok keluar nggak nonton tv sama Putri dan Fatimah?", tanya Farhan mengelus kepala Siti.
"Hmm,, hehe", Siti tidak menjawab pertanyaan dari sang kakak, melainkan malah memeluk erat Farhan dan membenamkan wajah nya di dada Farhan.
"Dih,, Siti kenapa ini, haa. Aneh banget malam ini, di tanya kakak bukan nya jawab malah senyum senyum?", ucap Farhan tertawa kecil melihat sikap Siti.
"Nggak apa apa kak, Siti cuma mau meluk kakak aja", jawab Siti masih membenamkan wajah di dada sang kakak. Farhan hanya tersenyum dan mulai memeluk Siti juga dengan kasih sayang.
"Aaa, emang nya Siti nggak boleh manja ke kakak walau udah besar?, mau balik jadi anak kecil lagi kan juga nggak bisa, Siti kan sayang banget sama kakak, mau manja ke kakak", jawab Siti manja.
"Bisa aja kamu,,haa", ucap Farhan mulai menggelitiki Siti.
Tentu nya Siti langsung tertawa kegelian karena di gelitiki oleh sang kakak tercinta. Dan Siti mulai memohon supaya sang kakak menghentikan gelitikan nya, karena melihat Siti sudah kelelahan tertawa dan memohon, Farhan pun menghentikan gelitakan nya pada Siti.
__ADS_1
"Udah udah sana masuk. Udah malam juga, cepet istirahat!", perintah Farhan.
"Iya kakak", jawab Siti masih lemas karena habis di gelitiki. Ia pun mendekat ke kakak dan memeluk sejenak Farhan. Setelah itu Siti berdiri dan masuk ke dalam.
"Dasar Siti,, bisa aja anak itu manja nya", ucap Farhan menggeleng. Karena sudah semakin larut dan teh nya juga sudah habis di minum, Farhan juga segera masuk ke dalam dan tak lupa membawa gelas kosong nya.
*--------------------*
"Siti mana?", tanya Farhan ke Putri yang keluar dari dapur setelah membawa gelas kosong ke dapur.
"Siti ada di kamar kak, mungkin udah tidur", jawab Putri mematikan tv.
"Ya udah kamu juga istirahat sana, udah malam juga. Fatimah juga tidur sayang yuk!", ucap Farhan.
"Iya kakak", jawab Putri dan Fatimah bersamaan. Fatimah pun langsung berlari dan masuk ke dalam kamar sambil membawa boneka nya, Farhan juga segera masuk ke dalam kamar bersama Fatimah.
__ADS_1
Putri juga segera mengunci pintu dan segera mematikan lampu, lalu masuk ke dalam kamar juga untuk segera beristirahat.