KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN

KAKAK LAKI - LAKI KESAYANGAN
BAB 26


__ADS_3

"Hmm, kalian tau nama saya darimana, padahal saya aja nggak kenal sama kalian berdua. Dan juga tau alamat rumah saya darimana?", tanya Farhan sangat penasaran.


"Kita tau nama mas nya dari kak Amanda, terus dia juga yang ngasih tau alamat nya mas,,", jawab Vina yang tiba tiba berhenti berbicara.


"Ada urusan apa kalian mencari saya, sampai kalian mencari tau alamat saya dari Ananda ?", lanjut tanya Farhan


Setelah di tanyai oleh Farhan tentang tujuan mereka berdua mencari Farhan, tiba tiba Vina menunduk dan tidak berbicara lagi. Dan terpaksa Mareta yang mewakili nya untuk berbicara.


"Hmm, maaf sebelum nya. Dulu waktu mas ada di cafe Amanda dan kebetulan kita juga ada di sana, kita sengaja merekam mas nya saat melantunkan Shalawat", jawab Mareta juga canggung


"Dan hasil rekaman itu kita kasih lihat ke ayah kita yang seorang pimpiman pondok pesantren sekaligus pelatih kadroh. Dan ayah kita tertarik untuk mas bergabung ke perkumpulan kadroh ayah kami", lanjut Mareta sambil menjelaskan. Vina dan Mareta adalah saudara kakak beradik kandung yang dibesarkan di pondok pesantren ayah mereka.


"Nggak, saya nggak tertarik untuk ikut kadroh. Kalian merekam saya saat melantunkan Shalawat, tapi kalian nggak izin ke saya?", tanya Farhan yang sedikit merubah ekspresi.

__ADS_1


Sontak saja Vina dan Mareta tertunduk, mereka juga sedikit merasa bersalah karena merekam aktivitas seseorang tanpa sepengetahuan orang nya.


"Maaf mas, kita juga reflex merekam karena suara nya mas bagus banget waktu melantunkan Shalawat, apalagi Shalawat Kullul Qulubi.", jawab Mareta masih menunduk. Farhan hanya menghela nafas dan sedikit menggeleng kepala.


"Karena kita tidak saling kenal, dan saya juga tidak tertarik untuk berkenalan dengan kalian, saya tidak akan mempermasalahkan tentang rekaman itu. Tapi saya minta sama kalian, tolong jangan ganggu saya lagi. Assalamu'alaikum", ucap Farhan kepada kedua perempuan bercadar itu dan segera masuk.


"Wa'alaikumussalam", jawab Vina dan Mareta bersamaan sembari mengehela nafas.


"Maafin kakak kita ya kak, kakak nggak biasa nya marah gitu sama orang yang bertamu", ucap Siti yang masih berada di luar di temani oleh Fatimah.


"Hmm, kakak boleh tau nama kalian berdua nggak?", ucap Vina


"Kenalin kak, nama ku Siti dan ini Fatimah", jawab Siti tersenyum manis.

__ADS_1


"Kenalin juga nama kakak, Vina dan ini adik nya kakak nama nya Mareta", ucap Vina memperkenalkan diri nya dan adiknya.


Tak berapa lama, Putri pun keluar sambil membawa kedua minuman yang merupakan teh jahe, dia pun menyuguhkan nya kepada Vina dan Mareta.


"Silahkan di minum kak teh nya", ucap Putri mempersilahkan Vina dan Mareta untuk minum.


"Iya terima kasih", jawab Vina tersenyum di balik cadar nya.


"Kakak mana?", tanya Putri kepada Siti


"Husst, kayak nya kakak lagi marah sama kedua kakak bercadar ini", jawab Siti berbisik kepada Putri.


Putri pun langsung terdiam, dia tahu jika sang kakak marah dia juga tidak bisa apa apa. Putri tahu seperti apa kondisi sang kakak saat marah, membayangkan nya saja Putri sudah merinding.

__ADS_1


"Ya udah deh, kita juga nggak berani sama kakak waktu dia marah, kita aja yang nemenin kedua kakak bercadar ini", ucap Putri kepada Siti berbisik pula. Siti pun hanya mengangguk paham.


__ADS_2