
"Tapi maa.."
"Gak ada tapi-tapi'an Zia. Pokoknya besok kamu ga boleh pergi sama temen temen kamu itu." putus Irene tak terbantahkan
"Ma, kok gitu sih? Please deh ma jangan mulai. Zia tu capek ma kalo harus ngurusin butik sama skripsian doang. Lagian Zia udah ngatur rencana ini dari jauh jauh hari kan, dan mama tau itu kan?" ucap Zia yang jelas sedang menahan emosinya.
"iya mama tau" ucap Irene dengan santainya.
"Nah, kalo mama tau kenapa harus di permasalahkan sekarang? Bukannya kemarin mama setuju, kalo Zia sama temen temen Zia pergi ke puncak? "
__ADS_1
" Iyaa.. Tapi mama berubah pikiran sekarang." Irene membalik tubuhnya menghadap sang anak. "Kamu boleh pergi, tapi gak besok!"
"Ayolah ma, selagi Zia libur" kini Zia sudah berada di samping dan memeluk Irene dengan tampang memelasnya.
"Jangan lebay zi, kamu libur seminggu. Kalo gagal besok, yaa tinggal atur ulang. Atau kalian juga bisa langsung pergi lusanya." ucap Irene ringan sambil berjalan ke arah dapur.
"Ada apa sih ma? Kok mama kekeuh banget ngelarang Zia pergi? Mama ga suka Zia berteman sama mereka?" Zia menyerah, kini ia telah duduk pasrah di atas karpet berbulu di ruang tamu dan menjatuhkan kepala nya di lipatan kedua tangannya.
Irene berjalan mendekati anak perempuan satu satunya itu, dan langsung memeluk tubuh mungilnya. "Bukan Ziaa, mama suka kok sama mereka. Tapi ada satu alasan yang mama ga bisa kasih tau sekarang. Besok kamu bakal tau semuanya. Jadi, bersabarlah dan jangan kemana mana!"
__ADS_1
Tbc!
Sorry kalo masih gajelas:(
Ini cerita awal aku. So, maklumin karna masih amatiran banget dan kurang ngefeel.
Btw don't forget to vote and comment guys.
God Bless You❤️
__ADS_1