Karena Terlambat Menikah

Karena Terlambat Menikah
Satu Fakta Terungkap


__ADS_3

Ega ternyata tidak sakit, jadi Alya memutuskan untuk pulang cepat. Dia sudah tidak sabar untuk menunjukkan rapor Nayla ke bu Sinar.


Di tengah perjalanan, dia memberhentikan mobil di depan sebuah mini market.


“Kamu tunggu di sini saja ya sayang! Mama cuman sebentar. Jangan keluar ya, bahaya. Banyak kendaraan lalu lalang.”


Nayla mengangguk, Alya pun keluar. Meninggalkan buah hatinya itu seorang diri di dalam mobil. Dia memasuki mini market untuk membeli susu dan beberapa makanan ringan.


Nayla yang berada di dalam melirik ke kiri, ke arah seorang lelaki yang tengah membersihkan selokan. Itu sangat menarik perhatiannya, membuatnya lupa yang dikatakan ibunya barusan.


Dia keluar dari mobil dan berjalan ke seberang untuk melihat si lelaki bekerja. Baru beberapa langkah, sebuah mobil dengan cepat melaju ke arahnya. Lalu brakk, Nayla terpental.


Dia jadi tidak sadarkan diri, aspal pun menjadi merah karena darah yang mengalir dari kepalanya.


Si lelaki di seberang cepat-cepat menghampirinya. Dia berteriak meminta tolong, dengan begitu orang-orang di sekitar menghampirinya.


Sementara si penabrak sudah melarikan diri. Tak ada rasa bersalah sama sekali di benaknya. Justru senyum penuh kepuasan lah yang terpatri di wajahnya.


Suara teriakan si lelaki menimbulkan tanya di hati Alya yang mendengarnya. Kecemasan juga mulai menjalari tubuhnya, dengan cepat ia keluar dari mini market tersebut.


Betapa shocknya dia, saat melihat perempuan yang tergeletak tak sadarkan diri di jalan raya adalah Nayla. Dia menjerit histeris, tangisnya memecah di tengah-tengah kerumunan itu.

__ADS_1


“Cepat kita bawa ke rumah sakit bu,” ucap si lelaki padanya.


Tapi Alya sangat lemas. Jangankan mengemudi, bahkan untuk berjalan saja dia kesulitan. Tanpa pikir panjang, si lelaki menggantikannya mengemudi.


Sejurus kemudian, mereka sudah tiba di Rumah Sakit. Para pekerja Rumah Sakit langsung melarikan Nayla ke ruang UGD.


“Cepat hubungi keluarganya, kita harus cepat melakukan transfusi darah untuk anak ini.”


Perawat yang diperintahkan oleh sang dokter pun menghampiri Alya. “Tolong secepatnya siapkan orang dari keluarga ibu yang bisa mendonorkan darahnya.”


Alya cepat-cepat mengambil gawainya untuk memberitahu Agung. Jika saja bukan karena menstruasi, dia pasti tidak akan meminta tolong ke yang lain untuk mendonorkan darahnya. Karena dia sendiri lah yang akan melakukannya.


“Saya harus ke Rumah Sakit sekarang sayang. Kata Alya, Nayla kecelakaan. Dia ada di Rumah Sakit dan butuh darah sekarang,” ucap Agung lirih.


“Jangan! Kamu di sini saja, kondisimu juga tidak baik sekarang.”


“Kalau begitu hati-hati di jalan ya mas!” ucapnya yang dibalas anggukan Agung.


Dia dan pak Camar sudah dalam perjalanan menuju Rumah Sakit sekarang. Sementara di rumah, Ega melakukan shalat dhuha bersama bu Nuri. Doa terus mereka panjatkan pada Allah, memohon agar operasi Nayla berjalan dengan lancar.


Agung sudah tiba di Rumah Sakit. Dia juga sudah siap mendonorkan darahnya pada putrinya tercinta.

__ADS_1


“Maaf pak, darah Anda tidak cocok dengan darah pasien. Tolong segera cari pendonor lain,” pinta dokter padanya.


Agung keluar dari ruangan dengan perasaan sedih sekaligus bingung, bagaimana bisa darahnya tidak cocok dengan darah anak kandungnya sendiri.


Di luar ternyata ada James yang sedang berbicara dengan Alya. Mereka berdua tidak menyadari kalau Agung sudah keluar. Agung berdiri di belakang mereka.


“Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Alya pada James.


“Saya mau mendonorkan darah untuk Nayla.”


“Kamu kabur dari penjara ya?” tanyanya lagi.


“Tidak dong sayang, kenapa saya harus kabur kalau saya bisa bebas dengan cara baik-baik?”


“Cara baik-baik? Kalau begitu, kamu seharusnya belum bisa bebas James.”


“Seharusnya, tapi sesuatu yang tidak bisa akan sangat mudah diubah menjadi bisa selama kita memiliki uang. Jangan banyak tanya lagi, saya harus cepat-cepat mendonorkan darah untuk Nayla.”


“Darimana kamu tahu Nayla butuh darah?”


“Kamu tidak perlu tahu itu, yang jelasnya semua ayah akan selalu melindungi anaknya. Dari jarak jauh sekali pun.”

__ADS_1


Jangan lupa dilike kakak...


__ADS_2