Karena Terlambat Menikah

Karena Terlambat Menikah
Gugurkan Kandunganmu!


__ADS_3

“Jadi Nayla anak kamu dan Alya?” tanya Agung tak percaya.


“Anak siapa lagi? Tidak mungkin Nayla anak kamu, secara kamu kan mandul. Satu lagi, perhatikan baik-baik muka Nayla mirip siapa! Minggir, ayah kandung mau mendonorkan darah untuk anaknya.”


James berjalan dengan angkuh melewati Agung. Akhirnya dia bisa juga membalaskan rasa sakit hatinya ke Agung.


“Apa benar yang dikatakan James?” bentak Agung pada Alya.


Alya tidak berani membuka mulut. Pipinya perlahan basah oleh air mata penyesalan, atas perbuatan bejatnya dengan James.


“Kamu keterlaluan Alya,” ujar Agung lalu meninggalkan Alya.


Ribuan jarum serasa menghujam dadanya. Anak yang selama ini dia besarkan dengan sepenuh hati, ternyata bukan anak kandungnya.


Dia melajukan mobil kembali ke rumah dengan kecepatan di atas rata-rata. Sesampainya di rumah, dia langsung mencari Ega.


Saat memasuki kamar, “Mau kemana?” tanyanya.


“Tidak kemana-mana mas. Kenapa tanya begitu?”

__ADS_1


“Make up mu,” tunjuknya pada wajah Ega.


“Ini bawaan ngidam mas. Kata bu Nuri kalau suka make up di saat hamil, berarti anaknya cewek. Tidak apa-apa kan mas kalau anak kita cewek? Semoga lain kali anak kita cowok, aamiin.”


“Gugurkan saja anak itu!”


“Kamu bercanda kan mas?”


“Apa muka saya kelihatan bercanda?” tanya Agung dengan mimik serius.


“What? Setelah setahun kita menantikan anak, dan sekarang saya hamil. Terus kamu seenaknya saja minta anak ini digugurkan, hanya karena kemungkinan anak ini perempuan. Kamu keterlaluan mas.”


“Biar pun anak itu laki-laki, kamu tetap harus menggugurkannya. Saya tidak sudi merawat anak James lagi.”


“Apa yang terjadi malam itu di bukit? Anak itu memang anak James kan? Waktu itu kamu berlari ke saya tanpa sehelai kain pun.”


“Dia tidak melakukannya mas, kamu kan datang menolong saya. Demi Allah, anak ini anak kamu mas.”


“Gugurkan saja anak itu! Terus kita program bayi tabung.”

__ADS_1


“Tidak mau. Harus berapa kali saya katakan, anak ini anak kamu mas.” Ega berucap sambil terisak.


“Akui saja sayang! Saya tidak akan marah kalau itu anak James, karena itu juga bukan keinginan kamu.”


“I said James tidak melakukannya! Kamu kenapa sih mas? Pulang-pulang langsung bicara yang tidak-tidak seperti itu? Kamu minum lagi ya? Kamu mabuk kan?” tanya Ega seraya mendekati Agung.


“Tadi saya mau donor darah untuk Nayla, tapi darah kami tidak cocok. James bilang ke saya, kalau Nayla itu anaknya. Selama menjadi suami Alya, kami selalu berhubungan tanpa memakai pengaman. Tapi selama itu juga, Alya tidak pernah mengandung selain mengandung Nayla. Itu berarti saya mandul Ga. Kalau kamu hamil, itu berarti bukan saya yang menghamilimu.”


“Tapi anak ini memang anak kamu mas. Dengan cara apa lagi saya harus meyakinkan kamu, supaya kamu mau percaya kalau anak ini benar anak kamu?”


“Kita tunggu anak itu lahir, terus kita lakukan tes DNA ke dia.”


“Tidak perlu melakukan tes DNA, saya capek meyakinkan kamu mas. Kalau kamu tidak percaya anak ini adalah anak kamu, itu berarti kamu tidak percaya dengan ucapan saya. Terus untuk apa lagi kita bersama, kalau kamu tidak percaya lagi dengan saya? Sedangkan kunci suksesnya suatu hubungan adalah rasa saling percaya satu sama lain.”


“Bukan begitu sayang, saya cuman trauma dibohongi Alya.”


“Alya dan saya berbeda mas, saya bukan pembohong seperti dia. Lebih baik kita bercerai saja, silakan kamu cari perempuan yang bisa kamu percayai lebih dari saya. Jadikan dia istrimu dan dapatkan anak dari rahimnya.”


“Okay, saya akan ceraikan kamu. Tapi ada syaratnya, carikan saya perempuan yang masih murni sebagai penggantimu. Hanya dengan itu kamu bisa bebas dari saya.”

__ADS_1


“Okay deal. Saya akan temukan gadis itu untukmu.”


Jangan lupa likenya kakak...


__ADS_2