Karena Terlambat Menikah

Karena Terlambat Menikah
Kebingungan Melanda


__ADS_3

“Ma, apa gunanya kita makan kacang panjang?” tanya Nayla yang tengah makan bersama kedua orang tua kandungnya.


“Supaya kita sehat sayang,” balas Alya.


“Kalau daging?”


Alya bergeming, dia tidak tahu harus menjawab apa lagi.


“Makan daging supaya kenyang lah,” balas James kesal.


“Lebih asyik makan sama tante Ega dan papa. Semua bisa dijawab.”


“Anak kurang ajar. Sini kamu!” James menyeret Nayla masuk ke kamar, lalu menguncinya.


“Buka pintunya om! Saya lapar.” Nayla berteriak sambil menggedor-gedor pintu.


James yang terlanjur emosi dibanding-bandingkan dengan Agung enggan untuk membuka pintu itu. Nafsu makannya juga sudah hilang.


Di meja makan, “Nayla mana?” tanya Alya sedikit cemas.


“Kamu tenang saja, dia saya kunci di kamar. Biar dia tidak kurang ajar lagi ke kita.”


“Tapi James, kasihan Nayla.”

__ADS_1


“Cuman sebentar sayang, nanti kita buka pintunya lagi. Setelah. . .”


“Setelah apa?”


“Setelah saya memuaskanmu sayang.”


James memboyong Alya ke kamar. Mereka yang terlalu menikmati aktivitas ranjangnya tidak menghiraukan teriakan Nayla yang ketakutan di kamar sendirian.


Agung tiba di rumah James, pintu rumah kekasih gelap mantan istrinya itu tidak terkunci. Dia berjalan mendekati kamar.


Dia segera membuka kamar yang terkunci itu. “Papa.” Nayla yang tengah menangis langsung memeluk Agung.


“Manusia laknat. Bisa-bisanya mereka memperlakukan anak sendiri seperti ini,” batin Agung saat mendengar suara bercinta Alya dan James di kamar sebelah.


James berhasil menyalip dan menghentikan mobil Agung. “Kembalikan anak saya,” ancamnya.


“Saya yang membesarkan Nayla selama ini, jadi kamu tidak berhak mengakuinya.”


Mereka terus berdebat, tiba-tiba sebuah truk oleng menghantam mobil James dan Alya. Agung segera keluar, dia cepat-cepat menghubungi 118.


James dan Alya yang terkena pecahan kaca kini berbaring tak sadarkan diri di rumah sakit.


Agung jadi sangat bingung, terlebih ketika Dafa menginfokan bahwa Bella membawa kabur berkas-berkas penting perusahaan.

__ADS_1


Agung segera menghubungi Fikri, memintanya untuk melacak keberadaan Bella. Di bawah bimbingan Fikri, Dafa berhasil menemukan Bella yang bersiap untuk melarikan diri ke luar negeri.


Dafa membawa Bella ke hadapan Agung. “Maafkan saya Gung. Saya janji tidak akan mengganggu kamu lagi. Tolong jangan masukkan saya ke penjara,” pinta mantan partner ranjangnya itu.


“Saya bisa memaafkan kamu, tapi kesalahanmu kali ini sangat fatal Bel. Kamu harus membayarnya dengan meringkuk di penjara.”


Bella terus memohon, “Bawa dia ke penjara!” seru Agung yang tidak peduli lagi.


Besoknya, James dan Alya siuman. “Terima kasih sudah menolong kami.”


“Sama-sama.” Mimik Agung tidak bersahabat saat menyahuti Alya.


“Bagaimana kondisi Ega? Alya pernah cerita, katanya dia hamil.”


“Kenapa kamu tanyakan dia?”


“Apa maksudmu?”


“Malam itu kamu menggagahinya. Karena perbuatanmu, dia jadi hamil. Sekarang kamu puas kan? Kamu sudah menghancurkan hidup saya.”


Sebisa mungkin Agung menahan diri agar tidak memukul James yang sudah babak belur setelah ditabrak.


“Saya memang berniat menikmati istrimu malam itu, itu pun karena disuruh Alya. Tapi dia berhasil kabur. Jadi tidak mungkin dia hamil anak saya.”

__ADS_1


“Bertahun-tahun saya berumah tangga dengan Alya, dan dia tidak pernah hamil anak saya. Dia justru hamil Nayla, yang ternyata anak kamu. Itu berarti saya mandul, so anak yang dikandung Ega tidak mungkin anak saya.”


__ADS_2