Kebangkitan Istri Yang Tersakiti (Pembalasan Marisa)

Kebangkitan Istri Yang Tersakiti (Pembalasan Marisa)
29. Rencana A


__ADS_3

"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA STELLA ALETA ATMAJAYA BINTI RIKO ATMAJAYA DENGAN MAHAR SATU SET BERLIAN DAN UANG SENILAI LIMA RATUS JUTA DIBAYAR TUNAI!"


SAH!


SAH!


SAH!


Suara Ijab Qobul pun sudah menggema dan terlaksana dengan baik dan lancar. Bahkan para saksi dan tamu undangan yang telah hadir mengatakan kata SAH secara bersamaan.


Namun baru beberapa menit setelah Ijab Qobul terlaksana, tiba-tiba para tamu terkejut dengan kehadiran seseorang yang beberapa sangat mengenalnya.


"*Bukankah itu keluarga Argantara yang saat ini bersama dengan putra Atmajaya?"


"Wah, mereka sangat serasi sekali!"


"Aku yakin, jika sebentar lagi akan mendapatkan undangan lagi dari keluarga Atmajaya dan Argantara*."


Di saat keempat orang atau lebih tepatnya dua pasangan itu bersama-sama masuk ke dalam ballroom hotel. Mereka langsung menjadi pusat perhatian dan topik pembicaraan hangat.


Sedangkan pengantin baru yang beberapa menit yang lalu baru SAH menjadi pasangan suami-istri. Kini langsung membelalakkan mata karena melihat sosok yang tanpa dia duga kedatangannya.


"Hay, Pi? Masih kenal dengan wanita ini?" tanya Steven.


Riko yang sangat-sangat mengenal keluarga sahabatnya, tanpa ba-bi-bu langsung mengembangkan senyumannya.


"Tentu saja Papi mengenalnya, Stev. Wanita cantik yang Papi jodohkan kepadamu sejak kecil itu 'kan?" ujar Riko sambil terkekeh kecil.


Marisa yang baru tau jika mereka dijodohkan langsung menatap kekasihnya dengan tatapan penuh selidik.


Melalu tatapan mata hazel kekasihnya, Steven bisa menebak jika wanita muda itu sedang menanyainya.


Namun, hanya melalui kedipan mata dia memberikan isyarat untuk jawaban itu. 'Jadi aku dan Steven? Astaghfirullah! Mengapa Papah dan Mamah sama sekali tidak pernah memberitahuku perihal tentang perjodohan ini?' batin Marisa.

__ADS_1


Di saat Marisa sedang bergelut dengan pikirannya, tiba-tiba kedua orangtuanya muncul dari arah belakang dan mereka juga sukses menjadi pusat perhatian para tamu undangan lainnya.


"Hay, Rio? Aku pikir kamu tidak akan datang, karena kamu selalu sibuk dengan urusan pentingmu?" sindir Riko sambil mencebikkan bibirnya.


Mario yang selalu mendapatkan sindiran itu sama sekali tidak tersinggung, karena mereka sudah sangat sering melempar sindiran-sindiran yang masih dibilang wajar.


"Mana mungkin aku melewatkan momen penting sahabatku? Bisa-bisa aku di coret dari daftar sahabat sejati olehmu, Rik." timpal Mario sambil terkekeh.


Di saat mereka sedang asyik melempar sindiran dan candaan. Ada tiga pasang mata yang merasa terkejut dan segera menyusun rencana baru.


"Bagaimana bisa dia bersama dengan keluarga Argantara? Bukankah kamu mengatakan jika dia adalah gadis yatim piatu? Tetapi apa ini, Sayang?" cecar Stella sambi berbisik.


Kevin yang sama sekali tidak tau menahu tentang asal usul mantan kekasihnya. Kini hanya mengedikkan bahu dengan jurus diam seribu bahasanya.


'Sebenarnya siapa Marisa? Mengapa dia bisa bersama dengan keluarga konglomerat?' batin Kevin.


Ketiga orang itu saat ini sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing. Tanpa terkecuali si ular berbisa, Renata.


Wanita yang selalu memiliki rencana untuk menyingkirkan putra dari mendiang Naura Rosella. 'Ternyata mereka adalah satu kesatuan dari pria bodooh itu! Baiklah. Aku akan segera menyingkirkan mereka semua untuk selamanya.' kecam Renata dalam hati.


"Mi, apakah mereka akan membuat kekacauan di pesta pernikahanku? Bagaimana jika mereka akan membongkar rahasia kita? Kita pasti akan habis malam ini." cecar Stella yang berbisik ke arah Ibunya.


Di saat ketiga benalu itu sedang sibuk dengan rencana liciknya. Di sisi lain Marisa yang sesekali melirik ke arah mempelai pria kini langsung menyeringai kecil.


Kevin yang beberapa kali menangkap senyuman itu langsung menyipitkan matanya. 'Apa maksud dari senyuman Marisa? Apa yang sebenarnya dia rencanakan?' batin Kevin.


"Om, bagaimana kabarnya? Sudah lama sekali kita tidak saling berkumpul seperti ini setelah kepergian putra kesayangan Om." ujar Marisa sambil melirik manja ke arah kekasihnya.


Steven yang masih bersikap tegas dan berwibawa. Kini hanya menyunggingkan senyuman manis untuk pujaan hatinya.


"Alhamdulillah Om baik, Nak. Seperti yang kamu lihat sekarang, Om masih terlihat gagah perkasa 'kan? Dan tentunya tidak kalah dengan pria muda yang saat ini masih menempel kepadamu." sahut Riko disertai dengan kekehan kecil.


Amara dan Mario yang melihat keakraban mereka, kini hanya mengulum senyum dan membiarkan mereka melakukan perbincangan hangat setelah lama tidak saling bersua.

__ADS_1


"Oh, iya, Pi. Sepertinya setelah ini Papi juga akan mendapatkan menantu wanita yang sangat cantik, spek bidadari lah." cetus Steven yang semakin merapatkan tubuhnya dengan kekasihnya.


Marisa pun terkejut saat tubuhnya semakin rapat dengan kekasihnya. Bahkan wanita itu juga tidak mengira jika Steven akan mengatakannya di saat acara pernikahan Kakak tirinya.


Kevin yang penasaran dengan obrolan mereka, kini mulai memutar otaknya agar bisa mendekat ke arah dua keluarga konglomerat itu.


"Sayang, kamu jangan cemberut begitu dong! Masa sih di hari bahagia kita, kamu malah tidak menunjukkan rasa bahagia di depan mereka?" rengek Kevin dengan manja.


Stella yang mendengar rengekan itu langsung menampilkan senyuman tipis agar tidak membuat suaminya kecewa.


"Nah, begitu dong! Kalau seperti ini kan terlihat sangat cantik dan seksi." puji Kevin sambil berbisik.


Wanita muda yang berstatus sebagai istrinya, kini langsung tersipu dan wajahnya juga langsung memerah.


"Ish! Dasar gombal!" cetus Stella dengan wajah yang tersipu.


Kevin pun langsung terkekeh saat melihat wajah bak tomat rebus istrinya. Dia pun juga memberikan cubitan kecil di pipi putih wanita yang empat tahun lebih tua darinya.


"Em, apakah kamu lapar? Mau aku ambilkan makanan, Sayang?" tawar Kevin.


"Iya, Sayang. Aku lapar. Aku mau makan steak yang ada di sana. Kamu mau mengambilkannya untukku?" rengek Stella dengan nada manja.


Sedangkan Renata yang melihat tingkah manja putrinya, kini hanya menggelengkan kepala kecil. "Dasar, bucin!" umpat Renata lirih.


Kevin pun langsung tersenyum saat melihat letak makanan yang diinginkan istrinya berada di samping dua keluarga itu. Bahkan dengan cepat dia langsung berjalan ke tempat itu setelah memberikan kecupan singkat dibibir ranum istrinya.


Dengan kaki jenjangnya, Kevin mulai mengayunkan kakinya untuk meninggalkan pelaminan. "Baiklah. Aku akan memasang telinga kelinciku agar bisa menangkap obrolan mereka." gumam Kevin lirih.


Setelah tiba di depan meja panjang yang dihiasi dengan berbagai macam jenis makanan. Steven langsung memasang telinganya baik-baik.


"Sepertinya kita akan segera menjadi besan, Rik. Coba lihatlah pasangan sedang dimabuk asmara yang tidak mau kalah dengan pengantin yang sedang berbahagia di atas pelaminan itu." ucap Mario yang sedikit menaikkan intonasi suaranya.


Pria paruh baya itu langsung menyadari jika pria yang sudah mempermainkan putri semata wayangnya berada di samping mereka.

__ADS_1


"Tentu saja, Om. Karena aku akan segera menikahi putri semata wayang Om ini." sahut Steven.


'APA?! JADI MARISA ADALAH PUTRI SEMATA WAYANG KELUARGA ARGANTARA? DAN AKU SAMA SEKALI TIDAK MENGETAHUINYA?' pekik Kevin dalam hati.


__ADS_2