
ARGANTARA GROUP
"Berkediplah, Stev! Jangan sampai aku mencolok mata kamu, karena kamu tidak mengalihkan pandanganmu dari putriku!" sindir Mario dengan penuh penekanan.
Steven pun langsung menampilkan deretan giginya, hingga membuat kedua pria yang mengapitnya merasa gemas dengan tingkah kekanak-kanakan pria muda itu.
"Habisnya putrinya Papah sangat cantik sekali, bagai bidadari surga tak bersayap. Jadi aku tidak bisa memalingkan pandanganku sedikitpun darinya, apalagi saat ini banyak pria hidung belang yang menatap haus wanitaku." cetus Steven disertai dengan senyuman yang terus mengembang di wajahnya.
Marisa yang saat ini menjadi pusat perhatian hanya bisa menahan kegugupannya dengan menggenggam erat tangan Ibunya.
"Jangan gugup, Sayang! Santai saja, hanya hanyalah sebuah pertunangan." ucap Amara sambil menenangkan putrinya.
"Tapi, Mah. Aku benar-benar sangat gugup sekali. Apalagi saat ini aku menjadi pusat perhatian semua orang." sahut Marisa sambil menggigit bibir bawahnya.
Meskipun mereka mengadakan acara pertunangan secara dadakan, tetapi ada beberapa tamu undangan juga ikut datang untuk memberikan ucapan selamat kepada Steven dan Marisa.
"Tenanglah, Sayang. Tidak apa-apa. Mamah dulu juga pernah berada di posisimu." jelas Amara sambil mengusap lembut lengan putrinya.
"Apakah kamu tau, jika saat ini kamu seperti seorang putri raja yang akan dipersunting oleh seorang pangeran yang sangat tampan itu. Bahkan sang pangeran sejak tadi tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari sang putri." sambung Amara.
Marisa langsung mengalihkan pandangannya kepada calon tunangannya, yang saat ini ternyata masih menatapnya dengan sebuah senyuman yang menghiasi wajahnya.
"I LOVE YOU?" ucap Steven melalui gerakan bibirnya.
Marisa yang menangkap gerakan itu langsung mengulum senyum disertai dengan anggukan kepala. "I LOVE YOU MORE, HUBBY." balas Marisa.
Hanya melalui kode bibir saja, ternyata kedua orang yang sedang dimabuk asmara itu langsung bisa memahaminya. Bahkan keduanya juga saling bersitatap tanpa ingin melihat ke sekelilingnya.
Amara dan Mario memang sengaja memisahkan mereka terlebih dahulu sebelum mereka tiba di acara puncaknya. "Bersabarlah, Boy. Satu langkah lagi setelah acara ini selesai kamu juga akan mendapatkan wanitamu seutuhnya. Jadi bersabarlah. Karena kesabaranmu akan membawamu ke sebuah kebahagiaan nantinya." ucap Riko sambil menepuk-nepuk pundak putranya.
__ADS_1
"Iya, Pi. Aku akan bersabar terlebih dahulu sebelum mendapatkan buah yang manis itu." timpal Steven.
Tak terasa waktu pun terus berputar dengan cepat. Saat ini adalah waktunya kedua muda-mudi itu saling berhadapan untuk menyematkan cincin pertunangan mereka.
Steven yang lebih dulu menyematkan cincin batu permata asli di jari manis kekasihnya. Begitu pun Marisa yang juga melakukan hal yang sama dengan pria di depannya.
Tanpa ba-bi-bu pria itu langsung menarik tangan kekasihnya dan segera mencium punggung tangannya. "Terimakasih, Sayang. I LOVE YOU?" ucap Steven.
"I LOVE YOU MORE, HUBBY." balas Marisa.
"Yeeaayyy!! Selamat Steven dan Marisa!" seru semua tamu yang hadir.
Namun baru saja acara inti selesai, tiba-tiba muncul tiga orang yang baru datang dari arah pintu masuk. Ketiganya sama-sama menatap tidak suka kepada sepasang kekasih itu.
"Jadi acaranya sudah selesai? Lalu untuk apa kita datang ke sini?" celetuk Stella sambil mencebikkan bibirnya.
Kevin yang datang terlambat kini hanya bisa merutuki kedua wanita itu, karena mereka dia tidak bisa menggagalkan acara pertunangan adik iparnya.
Saat ini tatapan mata tajamnya tertuju kepada Steven yang selalu mengapit tangan Marisa tanpa mempedulikan kedatangan mereka.
"Hay, Kak Stev, Kak Risa?!" pekik seorang gadis yang sudah berada tepat di samping mereka.
"Hallo, Sha. Aku pikir kamu tidak datang." sahut Marisa.
Kedua wanita itu langsung berpelukan sehingga genggaman tangan Steven terlepas. Pria posesif itu hanya bisa pasrah sambil menghela napas panjang saat melihat dua wanita itu.
"Tentu saja aku tidak akan bisa melewatkan momen penting ini, Kak. Aku akan menjadi tamu pertama yang akan memberikan ucapan selamat di acara pertunangan dan pernikahan kalian nanti." ucap Natasha tanpa menoleh ke arah kakak sepupunya.
Di saat kedua wanita itu sedang asyik mengobrol, seorang pria kini hanya bisa menatap dengan raut wajah yang merana ke arah mertuanya.
__ADS_1
Sedangkan mertuanya kini hanya cekikikan saat menatap wajah memelas calon menantunya. "Kasihan sekali sih, Steven. Pasti saat ini dia ingin meminta bantuan kepada kita, Sayang. Lihat saja, wajahnya sangat merana sekali." ucap Mario kepada istrinya.
"Hish! Papah kebiasaan deh. Lihat aja nanti kalau Mamah seperti itu, apa yang akan Papah lakukan coba?" timpal Amara.
Mario pun langsung mencebikkan bibirnya, saat istrinya memutar ucapannya yang membalikkan posisi Steven dengannya.
"No, Honey! Kalau kamu sampai melakukannya, maka aku akan langsung menggendong dan mengurungmu di dalam kamar." cetus Mario.
Amara yang mendengarnya, kini langsung memutar bola mata malas. Karena begitulah perangai seorang Mario yang sangat terkenal tegas, tetapi juga sangat posesif jika mengenai wanitanya.
"Sudah kuduga."
Hanya dua kata yang paling tepat untuk menimpali ucapan Mario. Karena saat ini bukan waktunya untuk mendebat perihal yang tidak penting.
Mario kini langsung mengembangkan senyumannya sebagai tanda kemenangan untuknya. Saat istrinya hanya bisa pasrah, maka itu tandanya dia bisa melakukan apapun setelah acara selesai.
Dengan cepat pria paruh baya itu langsung menarik pinggang ramping istrinya agar lebih dekat dengannya. "Jangan jauh-jauh, Sayang!" rengek Mario.
"Heleh! Bukankah sekarang sudah sangat rapat dan tanpa jarak se-cm pun?" gerutu Amara.
Melihat wajah kesal istrinya, justru membuat pria itu semakin merasa gemas dan ingin terus menggodanya. "Jangan menggodaku dengan bibirmu yang seksi itu, Sayang! Karena aku bisa khilaf sewaktu-waktu." goda Mario.
Amara yang sudah sangat merasa panas, kini langsung memberikan sikutan kepada suami mesumnya. Bahkan wanita itu langsung mendelik saat melihat tingkah kekanak-kanakan suaminya.
"Jaga sikapmu, Pah! Atau nanti setelah pulang kamu tidak boleh tidur bersamaku?" cetus Amara disertai sebuah ancaman.
Mau tidak mau, akhirnya Mario memilih untuk bungkam dan menuruti setiap ucapan istrinya. Karena jika sudah seperti itu, pasti istrinya juga tidak akan pernah main-main dengan ucapannya.
Bahkan pernah beberapa kali Mario melakukan hal itu, dan harus berimbas pada dirinya sendiri yang harus mengeluarkan jurus jetsunya untuk membujuk wanitanya.
__ADS_1
Tak terasa malam semakin larut dan acara pertunangan pun berjalan dengan lancar. Bahkan setelah drama Korea terbaru tentang dua wanita itu, Steven bisa merengkuh tubuh mungil Marisa.
"Setelah ini aku akan selalu menjagamu dan tidak akan pernah membiarkanmu pergi seorang diri, Sayang. Karena sebentar lagi kamu akan sepenuhnya menjadi tanggung jawabku." bisik Steven.