
Keenar sedang istirahat di minimarket untuk membeli minuman saat tiba-tiba dilihatnya Raihan berjalan keluar cafe di seberang jalan. Raihan tidak sendirian, disebelahnya ada seorang wanita yang sedang bergelayut manja. Wanita itu "Vivian". Keenar memang tidak pernah bertemu Vivian sebelumnya, tapi Keenar tahu wajah dan cerita tentang Vivian. Karena Raihan sebelum menikahinya, beberapa kali menceritakan tentang Vivian dna menunjukkan fotonya. Jadi Keenar masih mengingat wajah Vivian yang memang tidak banyak berubah, masih seperti dalam foto yang ditujukkan Raihan dulu.
Dulu Raihan memang masih menyimpan foto Vivian, tapi sejak mereka menikah, Raihan membuang semua barang yang bersangkutan dengan Vivian.
"Mas Raihan.. mas" panggil Keenar dari seberang jalan.
Raihan yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh dan dilihatnya istrinya diseberang jalan. Sepertinya istrinya kelelahan. Raihan tidak tega melihatny. Dihampirinya Keenar.
"Keenar?? sedang apa dia disitu?" gumam Raihan
"Siapa sayang? istri kamu? ngapain disitu?" tanya Vivian.
"Sebentar ya sayang, aku kesana dulu. Kasian keenar, sepertinya kelelahan" Raihan langsung berjalan cepat menghampiri Keenar.
"Ngapain disini? kamu dari rumah? ngadu sama mama papa?" tanya Raihan bertubi-tubi tanpa bertanya keadaan Keenar yang memang tampak kelelahan.
Keenar diam saja sambil mengigit bibir agar tidak menangis.
"Kenapa diam? takut?"
Keenar menggeleng.
Tiba-tiba Vivian datang menghampiri mereka.
"Hai, Keenar ya? kenalin aku Vivian. Pacar tersayang Raihan" Vivian memperkenalkan diri dengan tidak tahu malunya.
Keenar tersentak mendengar pengakuan Vivian.
"Apa? pacar? dia pacar kamu mas? jelasin sama aku!!" Akhirnya Keenar bicara sambil berusaha menahan amarah dan air mata. Masih digigitnya bibirnya untuk meredam air matanya agar tidak tumpah di hadapan mereka.
"Kita bicarakan di mobil, jangan disini. Malu di tempat umum begini" Raihan menarik tangan keenar yang langsung ditepis Keenar.
"Aku bisa jalan sendiri, gak perlu kamu tarik begitu" ujar Keenar kesal.
Di mobil
__ADS_1
"Sekarang jelasin sama aku, ada apa ini? pelakor ini benar pacar kamu mas?" tanya Keenar tidak sabar.
"Pelakor?? gak salah? denger ya perempuan kampung, kami pacaran dari sebelum Raihan kenal sama kamu. Jadi kamu yang pelakor!! jangan asal tuduh!!" Bentak Vivian.
"Bukannya kamu yang ninggalin Raihan duluan ya? jadi dulu Raihan single dong. Aku bukan pelakor. Nyata-nyatanya kamu yang sekarang merebut Raihan dari aku, istri sahnya!!!" Lawan Keenar.
"Kamu.... " belum sempat Vivian bicara, Raihan langsung menyuruhnya diam.
"Sudah Vi, biar aku yang jelasin sama Keenar" ucap Raihan dengan tenang. Sesekali diliriknya Keenar dari kaca.
"Iya Keenar, Vivian pacar aku. Maafin aku selingkuh dari kamu, tapi aku ada alasan kenapa aku sampai begini" jelas Raihan
"Sejak kapan mas? Sejak kapan kalian bersama?" Tanya Keenar pelan.
"2 minggu lalu, saat Vivian baru pulang dari luar kota. Aku bertemu Vivian di mall saat selesai meeting. Maaf Keenar mungkin ini akan menyakitimu, tapi aku jujur bilang kalau aku masih mencintai Vivian. Jadi Saat bertemu Vivian, aku tidak bisa menahan gejolak hatiku. Karena ternyata aku memang masih mencintainya" terang Raihan.
Keenar menangis mendengar penjelasan Raihan. Air mata yang sedari tadi ditahan sekuat tenaga, juga mengkhianatinya.Tetap turun dengan derasnya.
"Tapi..ta.. pi kenapa ka..mu.. yang menuduh aku berselingkuh??? apa agar kamu tidak ketahuan kalau kamu selingkuh??" terbata-bata Keenar bicara sambil menahan sakit perutnya yang tiba-tiba kram.
"Aku tidak suka mamu dekat dengan lelaki lain, Keenar. Kamu milikku dan hanya untukku. Begitu juga Vivian. Jangan membuatku memilih. Karena aku tidak akan menceraikanmu sampai kapanpun" terang Raihan dengan percaya diri.
"Apa mas? kamu mau menceraikan aku saat anak ini lahir? Gila kamu mas!! ini anak kamu!!! tega kamu mas!!!" teriak Keenar histeris.
"Sudah diam dulu kalian, bikin aku gak bisa berpikir. Nanti kita bicarakan lagi setelah Keenar melahirkan. Dan kamu Keenar, dengar itu bukan Anak aku!!" Marah Raihan.
Mereka akhirnya terdiam selama perjalanan. Sesampainya dirumah Vivian, Vivian langsung turun dan tidak mengucapkan apapun.
Akhirnya hanya Keenar dan Raihan di dalam mobil. Keenar mencoba bicara dengan Raihan.
"Mas, aku mau bicara. Mengenai anak ini...." belum selesai Keenar bicara sudah dipotong Raihan.
"Kenapa anak itu? kamu mau bilang kalau anak itu memang bukan anak aku? kamu mau mengakuinya?" tuduh Raihan.
"Astaghfirullah mas.. demi Allah ini memang anak kamu! kita bisa tes DNA setelah anak ini lahir, biar kamu percaya kalau ini memang benar-benar anak kamu!! " Tegas Keenar sambil menangis.
__ADS_1
"Aku gak peduli mas, kamu mau tetap bersama Vivian atau tidak tapi aku mohon jangan ceraikan aku. Kasihan anak ini mas" Pinta Keenar
Raihan hanya diam dan tidak menjawab. Terus terang, Raihan sebenarnya masih mencintai Keenar, namun entah kenapa dia juga mencintai Vivian. Raihan tidak bisa memilih diantara keduanya, kalau boleh dibilang serakah, Raihan ingin memiliki keduanya.
Sesampainya di rumah, Keenar langsung turun dan berjalan cepat ke kamar. Di kamar, Keenar menangis sampai puas. Keenar tak menyangka dipernikahannya yang baru sebentar, cobaannya sudah seperti ini. Sama sekali tidak pernah dibayangkannya kalau kehidupan pernikahannya akan seperti ini. Lagi-lagi Keenar menangis sampai tertidur.
Sedangkan di kamar Raihan, dia langsung menghempaskan tubuhnya dikasur. Pikirannya sangat kalut. Ditelponnya Vivian, namun Vivian sama sekali tidak mengangkat telponnya. Dikiriminya pesan permintaan maaf Raihan, tapi tidak juga dibalas. Dibaca pun tidak.
Karena kepalanya terasa berat, dan mengantuk. Raihan pun tertidur, diharapkannya mungkin setelah bangun semuanya akan kembali baik-baik saja dan Vivian akan menelponnya kembali.
Sedangkan di kamar Vivian.
"Kurang ajaaaarrr perempuan itu!!!" Vivian terus memaki Keenar
"Raihan tidak ingin melepaskan perempuan Ja**n* itu!! jadi maksudnya aku akan dijadikan istri kedua?? Mimpi kamu Raihan!! aku tidak sudi!! Perempuan itu yang harus pergi dari sisi Raihan" Desis Keenar. Matanya terlihat nyalang, penuh amarah dan dendam.
Sedangkan di rumah orang tua Raihan..
"Pa, mama kok masih belum percaya ya kalau Raihan selingkuh?" ujar mama Raihan.
"Papa juga belum percaya ma kalau belum lihat sendiri" sahut papa.
"Masa iya sih anak kita selingkuh? si Keenar kalik yangs selingkuh ya pa, buktinya Raihan bisa bilang kalau itu bukan anaknya. Gak mungkin kan Kalau Raihan asal tuduh tanpa ada bukti?" ucap Mama
Cindy, kakak Raihan muncul dari kamar dan langsung duduk di ruang tamu. Ikut mendengarkan kejadian yang barusan terjadi.
"Ada apa sih ma? kayaknya genting banget" Tanya Cindy, sedari tadi di kamar dan tidak mendengar keributan yang terjadi karena sedang asik video call dengan suaminya yang bekerja di luar kota.
"Kamu selama ini melihat ada yang aneh gak sama adik kamu?" Mama balik bertanya.
"Aneh gimana? enggak nih ma, memang ada apa sih?" jawba Cindy semakin penasaran.
Mamapun menceritakan semua yang diceritakan Keenar tadi. Termasuk kalau janin yang dikandung keenar dituduh Raihan bukan anaknya.
Cindy pun terkejut mendengarnya, dan terlihat sangsi dengan cerita Keenar.
__ADS_1
"Masa sih ma? kayaknya gak mungkin deh kalau Raihan selingkuh. Lagian selingkuh sama siapa coba? nikah baru itungan bulan masa udah selingkuh? kalaupun benar berarti ada yang gak beres sama Keenar" Cindy malah memanasi keadaan.
Mama dan papa hanya mengangguk setuju dengan pernyataan Cindy.