
Vivian menghubungi Kayana untuk kembali meminta bantuan. Karena dukun yang dulu membantu Vivian adalah saudara dari Kayana.
"Kay, dimana?" Vivian menelpon Kayana.
"Di rumah, apa kabar lu Vi? lama kali agaknya kamu gak hubungi aku" sahut Kayana.
"kurang baik kabar gw. Gw ke rumah lu ya? sekarang?"
"Ok, gw tunggu"
Vivian segera memacu kendaraannya ke rumah Kayana, sahabatnya.
Di rumah Keenar..
"Kee, bisa kita bicara?" pinta Raihan.
"Apalagi mas? kamu mau bicarakan mengenai anak kamu dari pacar kamu itu?" Sinis Keenar.
"Tolong lah Kee, kita bisa bicara baik-baik tidak seperti ini"
"Oke, kamu mau ngomong apa" Keenar mulai menghadap Raihan.
"Kee, aku mohon maafkan aku. Aku.. aku... "
"Aku apa? kalau ngomong yang jelas"
"Aku akan menikahi Vivian secepatnya" ucap Raihan tiba-tiba.
Keenar yang mendengar rencana Raihan jelas sangat terkejut, namun Keenar berusaha tenang dan santai karena dia tahu, suatu saat Raihan pasti akan mengatakan hal ini.
"Kapan?" tanya Keenar dengan santai walaupun dalam hatinya tercabik-cabik tapi dia tak mau menunjukkan pada Raihan.
"Secepatnya, kamu setuju Kee?" tanya Raihan dengan Harap-harap cemas.
"Setuju saja. Silahkan kalau mau nikahi dia kapanpun kamu mau. Tapi tolong ceraikan aku sekarang, dan kembalikan aku ke rumah orang tuaku, kamu dulu memintaku baik-baik pada ayahku dan sekarang kamu juga harus mengembalikanku dengan baik-baik pada ayahku" tutur Keenar.
"Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu Kee!!" tukas Raihan.
"Lalu? maksud kamu, kamu akan menikahi Vivian dan tidak akan menceraikan aku? beristri dua? begitu maksud kamu?" sinis Keenar.
__ADS_1
Raihan diam saja.
"Maaf ya mas, sampai kapanpun aku tidak akan sudi dimadu!! lebih baik aku jadi janda daripada harus dimadu!!! " Lanjut Keenar.
"Lalu aku harus bagaimana Kee? anak dikandungan Vivian bagaimana? " Raihan terlihat bingung.
.Ya terserah kamu, urusan kamu, salah sendiri kamu selingkuh. Ya kamu selesaikan apa yang sudah kamu mulai. Tapi kamu ingat ya, sekali dengar kamu menikahi perempuan itu, Aku akan langsung menuntut cerai".
"Coba mas kamu pikir, kamu yakin itu anak kamu? maaf ini ya mas, gak ada maksud apa-apa, tapi kamu sudah cari tahu kebenarannya? perempuan itu sepertinya bukan cuma main sama kamu saja, bisa jadi di main dengan orang lain juga. Coba kamu cari tahu mas, sebelum terlambat dan kamu menyesal" Saran Keenar.
Keenar meninggalkan Raihan yang terdiam di kursi ruang tamu.
"Benar juga, kenapa aku gak cari tahu dulu kebenarannya" gumam Raihan sambil mengusap wajah.
Tak lama kemudian, Raihan pergi keluar menuju kafe Randy, sahabatnya.
"Hai bro, lama gak jumpa" Ujar Randy basa-basi namun wajahnya terlihat malas melihat Raihan.
"Pusing gw" ujar Raihan.
"Jelas pusing, masalah lu bikin sendiri. Duduk gih, gw bikinin minum, kalik aja bikin otak lu waras lagi" Randy meminta karyawannya membuat minuman untuk Raihan.
"Iya Kee? aku lagi di kafe Randy. Iya nanti ya setelah pulang dari sini"
Raihan meletakkan hpny secara terbalik dimeja tanpa dimatikan, karena dipikirnya Keenar sudah mematikan telponnya.
"Vivian hamil lalu Keenar minta Cerai. Gw tahu kalau gw salah. Dari awal pernikahan memang gw yang salah." Raihan mulai bercerita kerumitan keluarganya.
"Maksud lu gimana? dari awal pernikahan gimana?"
"Dari awal gw cuma jadiin Keenar pelarian gw dari Vivian. Sebenarnya gw sama sekali gak cinta sama Keenar".
"Terus kenapa lu nikahin dia? Lu sadar gak udah nyakitin perempuan sebaik Keenar?". tanya Randy.
"Dulu gw pikir setelah gw nikahin Keenar, gw bisa lupain Vivian. Ternyata enggak. Cinta gw masih besar buat Vivian, dan buat Keenar mungkin cuma ada rasa sayang sedikit dan kasihan" Raihan memainkan gelas dihadapannya.
"Lu gila apa gimana, anak orang lu jadiin mainan kayak gitu"
"Gw gak mainin Keenar, sumpah! gw serius sama dia walaupun gw gak ada perasaan apapun sama Keenar. Selama pernikahan Gw juga berusaha untuk Jatuh Cinta sama dia walaupun perasaan gw tersiksa karena gw masih aja inget Vivian. Sampai Keenar hamil, Gw seneng banget, perasaan gw ke dia mulai tumbuh sedikit demi sedikit"
__ADS_1
"Terus"
"Ya terus gak sengaja gw ketemu Vivian, entah kenapa perasaan cinta gw ke Vivian semakin besar bahkan tumbuh subur. Sampai gw gak inget lagi dengan istri sah gw, gw selalu maki-maki dia, sampai gw gak ngakuin kalau bayi yang dikandung Keenar itu anak gw" Raihan mengusap wajah penuh penyesalan.
"Terus?"
"Terus anak itu lahir dan benar-benar mirip sama gw, dan lagi entah kenapa tiba-tiba gw ngerasa jatuh cinta sama Keenar. Perasaan itu muncul saat gw lihat Keenar dan anak gw tidur, saat Keenar menimang anak gw, perasaan cinta itu semakin tumbuh"
"Terus Kenapa bisa Vivian Hamil?" tanya Randy penasaran.
"Setelah anak gw lahir itu, gw gak pernah mau nemuin Vivian lagi, gw bener-bener pengen menghilang dari Vivian. Gw sadar, gw udah punya keluarga kecil yang bahagia.Masa mau gw rusak lagi kebahagiaan kami"
"Tapi tiba-tiba Vivian muncul lagi dengan membawa berita yang bikin hancur Keluarga gw".
"Lu yakin Vivian hamil anak lu?"
Raihan terdiam.
"Kalau lu gak yakin, lu bisa tunggu anak itu lahir terus lu tes DNA. Beres" Saran Randy.
"Gak segampang itu bro, Vivian nuntut gw nikahin dia. Vivian gak masalah jadi yang kedua sekalipun" tukas Raihan.
"Kok gw gak percaya ya kalau itu anak lu, terus segampang itu dia mau jadi yang kedua? Vivian loh.. Viviaaaann mau jadi yang kedua? Mustahil kalau gak ada udang dibalik bakwan".
"Maksud lu?"
"Lu kayak gak kenal Vivian, katany cinta mati?? Vivian selalu mendapatkan apa yang dia mau, entah gimana caranya. Dia mau jadi yang kedua segampang itu jelas gak mungkin, bisa jadi setelah menikah dia menggeser posisi Keenar dengan berbagai cara"
"Lagian gw gak percaya kalau dia hamil anak lu. bisa jadi itu anak orang lain kan"
" kenapa lu bisa bilang gitu? "
"Maaf nih ya bro, beberapa kali si Vivian makan disini dengan laki-laki lain. Pikir gw mungkin Kliennya, tapi gw liat kok mesra banget. Awalnya gw gak peduli amat sih, tapi sejak lu cerita ada hubungan lagi dengan Vivian, jadi pas dia makan disini lagi, sengaja gw rekam. di Cctv juga ada tapi biar lebih jelas gw rekam pake hp". Randy mengeluarkan ponselnya.
"Masa sih? coba liat" Raihan penasaran. Kalau benar Vivian main belakang dengan orang lain. dia dengan mudah bisa mendepaknya.
"Nih liat" Randy memberikan ponselnya..
Dan terlihatlah siapa laki-laki itu...
__ADS_1