
"Gilaaaaaa... Raihan lagi jalan kesini, udah deket lagi" Vivian histeris.
"Ada apaan sih bebh? panik amat?" tanya seseorang di kamar Vivian.
"Cowok aku mau kesini, udah deket. Buruan kamu pergi" Usir Vivian.
"Lah kita baru aja selesai, masa aku langsung pergi sih? masih lemes tauk" tolak seseorang itu.
"Ayolah pliiiisssss bantu aku kali ini aja. Aku gak mau di lihat kita kayak gini, aku gak mau rencana aku hancur gitu aja, besok aku kasih lagi deh, kamu mau berapa ronde juga aku gak nolak" pinta Vivian memelas.
"Bener nih? Oke, jangan sampe ingkar ya? inget perjanjian kita. Sekali kamu macam-macam, aku buat kamu jadi debu'" ancam orang itu sa,mbil memakai pakaiannya dengan buru-buru.
"Tenang aja, aku milik kamu, walaupun raga aku bukan cuma milik kamu, tapi hati aku tetap milik kamu" Rayu Vivian.
"Yaudah, aku pergi. Ini buat hari ini. Aku mau, besok kamu harus lebih Hot dari hari ini" ujar Laki-laki itu sambil menaruh berlembar-lembar uang di meja rias Vivian.
"Segini doang?" Vivian mengernyit.
"Permainan kamu tadi kurang Ok, gak kayak biasanya" sahut Laki-laki itu sambil berjalan keluar.
Di Lift, Laki-laki itu terkejut karena berpapasan dengan Raihan yang keluar dari dalam lift. Laki-laki itu tetap berjalan santai dan mengira kalau Raihan tidak mengenalinya karena saat ini dirinya memakai masker dan kacamata hitam.
"Kok kayak kenal laki-laki itu ya? kayak......... ah tapi gak mungkin, ngapain dia disini bukannya diluar kota ya?" gumam Raihan sambil terus berjalan ke unitnya.
Raihan memencet bel dan tidak lama kemudian Vivian membuka pintu dan terlihat agak terkejut panik.
"Loh sayang cepet banget sih sampainya? aku belum apa-apa loh ini" ucap Vivian menarik tangan Raihan untuk masuk. Saat akan menutup pintu, Vivian melongok keluar dan memastikan kalau Raihan tidak bertemu laki-laki itu.
"Memang kenapa sih? kan aku bilang tadi kita mandi bareng aja" ujar Raihan sambil memeluk dan menciumI ceruk leher Vivian dengan lembut.
"Mau langsung? gak mau minum-minum dulu?" tanya Vivian.
"Langsung aja, aku udah gak tahan, daritadi aku nahan-nahan" desah Raihan.
__ADS_1
Raihan menggendong Vivian ala bridal style dan membawanya ke kamar. Karena Vivian masih kelelahan akibat baru selesai melakukan permainan dengan laki-laki tadi, bisa dipastikan permainannya dengan Raihan kali ini juga kurang maksimal.
"Kamu kenapa sih kurang semangat bebh, kamu sakit??" tanya Raihan setelah selesai ronde pertama.
"Agak lemes sih yank, gak tahu kenapa hari ini tuh aku kayak gak semangat gitu. Bawaaanya pengen tidur aja" jawab Vivian berpura-pura lemas.
"Mungkin kamu sakit, mau aku anter ke dokter?"
"Enggak lah, istirahat bentar juga udah enakan" Tolak Vivian.
"Maafin aku ya bebh, gak seharusnya aku ngajak kamu padahal kamu lagi gak enak badan" sesal Raihan.
"Gak apa-apa sayaaang, aku tidur aja bentar. Nanti juga seger lagi" hibur Vivian padahal badannya remuk redam dan berharap Raihan cepat pulang.
"Yaudah, aku ke kamar mandi dulu ya? kamu istirahat aja"
Saat di kamar mandi, Raihan menemukan Ko***m yang belum dibuka. Raihan sempat curiga, setelah selesai mandi, Raihan menanyakan bungkus Ko***m itu pada Vivian.
"apa?" Vivian balik bertanya.
Raihan menunjukkan bungkus Ko***m itu pada Vivian. Vivian sempat terkejut namun dengan cepat menguasai keadaan.
" Oh itu, punya aku. Memang tadinya aku siapin buat kamu, kan kamu tadi bilang pengen main di kamar mandi, yaudah aku siapin di kamar mandi. Tapi ternyata malah main di kasur" Jawab Vivian tenang padahal hatinya berdegup kencang karena kaget kalau laki-laki yang tadi memakainya sebelum Raihan ternyata tidak memakai Ko***m yang sudah disiapkannya. Entah lupa atau memang disengaja. Vivian mengumpat dan memaki laki-laki itu dalam hatinya.
Raihan sempat tak percaya ucapan Vivian tapi melihat ketenangan di wajah Vivian dan alasan Vivian yang masuk akal, Raihan pun percaya.
"Maafin aku bebh, aku pikir kamu main dibelakang aku sama yang lain" sesal Raihan.
"Gak bakal lah yank, hati aku udah penuh sama kamu. Gak akan ada yang lain selain kamu" Bual Vivian sambil memeluk Raihan.
"Kalo gitu, aku pulang dulu aja ya? kamu istirahat aja dulu." pamit Raihan.
"Oke, aku mau tidur aja dulu kalo gitu"
__ADS_1
"Bebh, kamu belum makan kan? aku pesenin makanan dibawah ya? kamu pengen makan apa?"
"Nanti aku pesen sendiri aja yank, aku pengen tidur dulu. Badan aku rasanya kayak digebukin orang sekampung" Vivian berpura-pura memijit pundaknya.
"Oke, kalau kamu butuh apa-apa telp aku ya? aku pulang" pamit Raihan sambil beranjak keluar.
"Bye cintaku sayangku" Ucap Vivian lebay.
Setelah Raihn pergi, Vivian langsung menelpon laki-laki tadi dengan menahan amarah.
"halo, mas kamu gimana sih, tadi kok gak pakai Ko***m yang aku siapin di kamar mandi? maksud kamu apa? lupa atau bagaimana?" berondong Vivian tanpa basa-basi.
"OH itu, aku memang sengaja gak mau pakai. Pengen juga ngerasain kamu tanpa barang durjana itu. Ternyata lebih nikmaattt walaupun permaianan kamu tadi kurang HOT tapi tertutupi oleh nikmatnya tanpa Ko***m, memang beda rasanya. Punya kamu lebih legit dan mengigit. Beda sama punya istriku di rumah. Mulai sekarang, aku gak mau lagi pakai-pakai itu" Ujar laki-laki itu santai.
"Mas, kamu Gila ya? kalau aku hamil gimana????" Vivian mulai panik.
"Hamil? hahahahha kamu ini aneh. Kalau hamil kan belum tentu anak aku, kamu kan main bukan cuma sama aku, bisa saja kamu hamil anak pacar kamu itu atau anak orang lain. Kan mana aku tahu, kenapa jadi seolah-olah kamu cuma main sama aku??"
"Bener-bener gila kamu mas, kalau aku sampai hamil kamu ahrus tanggung jawab!!!" bentak Vivian.
"Gampang aja sih Vi, kalau memang kamu hamil ya tinggal kamu a****i aja apa susahnya" lagi-lagi laki-laki itu menjawab dengan santai tanpa beban.
"Ya gak sesederhana itu mas, aku gak mau a****i. Dosa!!!" tolak Vivian.
"Dosa? gak salah seorang Vivian yang P*****r kelas kakap ngomong dosa? Vi, kamu sadar gak kalau pekerjaan kamu aja sumbernya dosa!" laki-laki itu terkekeh mendengar Vivian bicara Dosa.
"Pokoknya aku gak mau tahu, kalau sampai aku hamil. Kamu harus tanggung jawab!!" Vivian tetap bersikeras.
"Santai Vi, aku baru sekali gak pakai barang itu, belum tentu juga kamu hamil. Bisa aja gak sekali jadi kan? butuh berkali-kali main tanpa K***m? entah kalau sama pacar kamu atau pelanggan kamu yang lain. gak perlu panik gitulah" laki-laki itu masih santai saja.
Vivian langsung mematikan ponselnya dan membantingnya ke kasur dengan kesal.
"BA****T!!!!" maki Vivian.
__ADS_1