Keenar, Ketika Hati Dipaksa Untuk Berbagi

Keenar, Ketika Hati Dipaksa Untuk Berbagi
Anak Siapa????


__ADS_3

" Lu yakin itu anak Raihan? bukan Harlan? atau langganan lu siapalah gitu?" tanya Kayana sangsi.


Vivian menarik napas panjang dan berkata:


"Sebenarnya gw juga gak tahu ini anak siapa Kay" Ucap Vivian dengan lirih.


"What????!!! gimana maksudnya Vi, Lu maen sama berapa orang?? gak pake pengaman??" cecar kayana kaget.


"Awalnya tiga bulan lalu gw maen sama Harlan, terus Raihan dan Edward, bule langganan gw. Yang gw inget sih itu, kalau gw urutin ya dari tiga bulan kebelakang gtu" ujar Vivian.


"Ebuseett terus gimana coba? lagian lu ngapain sih masih aja jualan gitu, bukannya duit dari Raihan dan Harlan cukup ya?"


"Cukup apaan, biaya hidup gw tuh gede banget. Lu tahu sendiri kan? kalau gw gak nyambi gini ya mana cukup"


"Kerja yang halal aja sih Vi, kayak dulu lu kan kerja di kantor gitu, lebih berkah" nasihat Kayana.


"Halah ba*** lu Kay.. kerja di kantor, gaji gw kemaren aja cuma 10juta. Cukup apa? buat perawatan muka gw aja gak cukup Kay"


"Gaji banyak atau dikit tergantung kita yang mengelolanya Vi...." nasihat Kayana lagi.


"Heleehh mau jadi mamah dedeh lu kay? ceramah mulu. Ba***!!!"


Kayana hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Vivian. Sahabatnya yang sudah berubah jauh dari Vivian yang dulu Kayana kenal.


"Jadi gimana bayi itu?" tanya Kayana.


"Ya sesuai rencana tadi. gw buat Raihan nikahin gw"


"Lu terima gitu jadi istri kedua? Vivian gitu loh masa iya jadi istri kedua??"


" Ya enggak lah Kayaaaannaaa.. sekarang aja gw setuju jadi istri kedua, tapi nanti setelah nikah, ya gw tendang istri pertamanya itu yang kampungan! terus gw bakal jadi nyonya Raihan. ahahaaaa"


"Gimana caranya lu singkirin istri pertamanya?"


"Gampang laaahh minta bantuan pakde lagi aja. Kenapa mesti repot" tutur Vivian.


"Astaga Vivian, gw gak nyangka lu jadi jahat kayak gini" Kayana bergidik ngeri.


"Jahat??? gak ada yang jahat Kayana.. siapa yang kuat dialah yang menang. Perempuan lemah kayak si Keenar itu gampang buat disingkirin, sedikit santet udah metong" Rencana licik Vivian.

__ADS_1


"Gw gak ikut-ikutan" ucap Kayana ngeri.


"Lu gak perlu ikut-ikutan, lu cukup nonton aja sambil bawa kwaci" kekeh Vivian.


"Astaga Vivian..... "


"Gak usah sok suci Kayana, lu harusnya contoh gw"


"Amit-amit Vivian kalo gw kudu nyontoh lu. hihhh" Kayana bergidik.


"Aahahahahahahaa..."Vivian terbahak.


Sesampainya di Apartemen, Vivian dan Kayana langsung merebahkan badan karena kelelahan. Vivian memesan makanan lewat online karena malas masak atau keluar lagi.


"Gw bilang juga apa, harusnya Kita beli makanan di bawah tadi, ngeyel sih lu" ucap Kayana.


"Yaudah sih santai kan bisa online" ujar Vivian santai.


Tak lama kemudian terdengar bel, Vivian mengira itu pesanan Mereka yang datang. Vivian dengan cepat membuka pintu, Namun ternyata.....


"Raihan, kak Cindy" Vivian kaget karena ternyata Raihan dan Cindy yang datang.


"Duduk Vi, kami ingin bicara baik-baik" ujar Raihan dengan wajah datar dan intonasi yang tidak seperti biasanya.


Vivian pun duduk.


"Ada apa Raihan? Kak Cindy? tiba-tiba datang kemari?"


"Jadi gini Vi, langsung saja yaaaa... ada hubungan apa kamu dengan mas Harlan?" Tanya Raihan.


"Mas Harlan? aku gak ada hubungan apa-apa Han.. aku cuma kenal biasa saja" Vivian menjawab dengan gugup.


"Kurang a***, darimana dia tahu hubunganku dengan Harlan!!" batin Vivian.


"Bohong, kamu ada main dengan mas Harlan? jawab jujur Vi!!" marah Raihan.


"Jujur aja apa enggak ya? tapi kemarin kan Si Cindy mudah tahu, jadi percuma juga gw bohong, tapi nanti Raihan marah besar. Ah bodo amat lah, yang nanti ya nanti" batin Vivian.


Vivian menarik napas panjang dan...

__ADS_1


"Iya, memang. Terus kenapa??" Tantang balik Vivian.


Kayana yang mengintip dari balik pintu kamar, merasa heran.


"Ebuset berani amat si Vivian, ngaku gitu. haduuhh gimana ini kalau ada adegan bunuh-bunuhan disini" Kayana ketakutan melihat mereka.


" Beraninya kamu ganggu rumah tangga saudara aku Vi!! Sebenarnya apa mau kamu!!!" bentak Raihan.


"Mau aku? mau aku ya kamu Han, bukan si Harlan pec******* itu!!" ucap Vivian dengan berani.


"Jadi bayi itu anak siapa??!!" tanya Raihan menahan marah.


"Anak kamu Han, aku berani sumpah ini anak kamu!! jadi kamu harus nikahin aku!!"


"Naj**!! kemarin-kemarin mungkin aku bisa berpikir untuk menikahi kamu! Tapi setelah tahu kamu sendiri selingkuh dengan kakak iparku, aku jadi jijik lihat kamu. Bisa jadi itu bukan anak aku. Tapi anak Mas Harlan atau orang lain yang aku gak Tahu!! "


"Ini benar anak kamu Raihan, kamu lupa apa yang sudah kita lakukan selama ini??"


"Enggak, aku gak akan lupa Vi, tapi aku sendiri sangsi Kalau itu anak aku!! kamu saja berani main dengan kakak iparku, gak menutup kemungkinan kalau kamu juga berani main dengan orang lain selain aku atau kakak iparku. Iya kan?" ujar Raihan santai.


"Breng*** kamu Han, aku bisa buktikan kalau. ini anak kamu!!"


"Dengan cara apa??" sinis Raihan.


"Begini saja, Raihan, Vivian. Biar jelas nanti kita tunggu anak itu lahir setelah itu kita lakukan tes DNA untuk membuktikan yang lebih jelas lagi jadi tidak menduga-duga. Kalaupun memang itu anak Raihan, saya yakin Keenar akan mau menerima kamu dan anak kamu, tapi kalau itu ternyata anak Harlan, saya yang akan mengurus anak itu, tapi juga jika anak itu bukan anak Harlan ataupun Raihan, kamu harus terima konsekuensinya. Kami akan tempuh jalur hukum. Bagaimana? Adil kan?" jelas Cindy panjang lebar.


"Dan lagi ya Vivian, kamu wanita macam apa sih mau berhubungan dengan dua orang laki-laki? demi apa? Uang? kamu gak bisa cari uang halal? harus melac** seperti itu?" Lanjut Cindy dengan sinis.


"Kurang A***!! Heh perempuan man***!! jangan asal ngomong ya, tahu apa kamu tentang saya? enak aja kamu mau ambil anak ini. Kalau memang ini anak Harlan, gak bakal juga saya berikan anak ini ke kamu!! bisa ketularan man*** anak saya nanti. Yang ada suami kamu yang bakal saya ambil dan kamu bakal saya tendang dari kehidupan Harlan" Maki Vivian.


"Perempuan Ja****!! Jadi benar kan itu bukan anak Raihan. Bisa jadi kamu sendiri bingung itu anak siapa, karena terlalu banyak yang sudah singgah di tub** kamu!!" Sinis Cindy.


"Kamu.... " Vivian akan menampar Cindy namun di tahan oleh Raihan.


"Cukup Vivian, kamu sudah kelewatan. Begini saja kita tunggu anak itu lahir lalu tes DNA. Selama itu kamj jangan pernah hubungi aku atau mas Harlan dan jangan pula mengganggu ketentraman istriku. Sekali kamu berani macam-macam, aku gak segan-segan menghancurkan hidup kamu!!!" ujar Raihan sambil menggandeng tangan Cindy dan mengajaknya keluar.


"Dengar Raihan!!! sebelum kamu menghancurkan hidupku. Aku, Vivian yang akan menghancurkan hidupmu duluan. Ah iya, Hidup kalian sekeluarga!!!" teriak Vivian.


Kayana keluar dari kamar ketika dilihatnya tamu Vivian sudah pergi.

__ADS_1


Dilihatnya Vivian yang berteriak-teriak di ruang tamu, menghancurkan barang-barang di meja dan menginjak-injak foto Raihan.


__ADS_2