Keenar, Ketika Hati Dipaksa Untuk Berbagi

Keenar, Ketika Hati Dipaksa Untuk Berbagi
Ternyata


__ADS_3

"Nih liat" Randy menyodorkan ponselnya pada Raihan.


Raihan terkejut melihat adegan di ponsel Randy. Bukan adegan-adegan mesra yang Bagaimana, hanya adegan saling menautkan jemari dan tatapan mesra saja, namum yang membuat Raihan kaget adalah sang lelaki itu. Yang ternyata adalah Harlan, suami Cindy yang tak lain adalah kakak iparnya sendiri.


Raihan mengepalkan tangannya sampai memerah, semerah wajahnya yang menahan amarah. Raihan tak menyangka jika Harlan juga selingkuh dengan Vivian yang berarti juga mengkhianati Cindy, sang kakak.


"Harlan. kurang aj**!!" makin Raihan.


"Harlan? lu kenal laki-laki itu?" tanya Randy.


"Kakak ipar gw, suami mbak Cindy" jawab Raihan.


"Hah??? gimana bisa? aduh bingung gw" Randy menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bingung dengan permasalahan sahabatnya yang semakin rumit.


"Rumit ya waaakkk masalah lu" tukas Randy.


Tak mereka sangka kalau sedari tadi Keenar mendengar semua percakapan mereka karena telpon yang tadi belum dimatikan oleh Raihan, dan Keenar yang ingin bertanya lagi malah mendengar percakapan mereka. Raihan tidak sadar kalau panggilan tadi masih tersambung dengan Keenar.


Setelah mendengar semuanya, panggilan itu langsung dimatikan Keenar.


"Harus gw selesaiin sama Harlan ini, mbak Cindy udah tahu belum ya?" Raihan bertanya pada dirinya sendiri.


"Coba lu cari tahu dulu, mbak lu udah tahu apa belum kalau suaminya selingkuh, jangan gegabah" saran Randy.


"Gw balik dulu deh, makin pening kepala gw. Thank u ya informasinya" pamit Raihan.


"Ok, hati-hati lu. Jangan gegabah" Pesan Randy.


Raihan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah orang tuanya. Sedangkan Keenar masih termangu di kamarnya.


"Apa? Mas Harlan ternyata selingkuh dengan Vivian juga? benar-benar perempuan ja****!!" maki Keenar.


" Dan apa tadi? ternyata mas Raihan tidak mencintaiku saat menikahiku dulu? Kenyataan macam apa ini???!!!" Keenar merasa sakit hati.


"Tapi tunggu, tadi mas Raihan bilang kalau sekarang dia mencintaiku sejak Zafran lahir"


Keenar sejak tadi berbicara sendiri sambil menatap ponselnya. Ada rasa sedih, sakit hati, senang, semua jadi satu. Tapi yang pasti sekarang dia tahu kalau Raihan mencintainya. Keenar bertekad untuk bertahan dan menarik kembali Raihan dalam peluknya. Tidak peduli seberapa berat cobaan di depannya nanti, yang jelas dia akan berusaha demi anaknya juga rumah tangganya. Keenar akan melupakan semuanya, yang penting Raihan kembali padanya.


"Mas Raihan, aku akan membantumu mencari tahu siapa ayah dari bayi yang dikandung Ja**** itu!!" desis Keenar.


Sedangkan Raihan yang sampai di rumah orang tuanya langsung menuju kamar Cindy.


"Mbak.. mbak Cindy... " Panggil Raihan.


Saat Cindy membuka pintunya, Raihan melihat keadaan Cindy yang berantakan seperti habis menangis berhari-hari. Sangat jauh berbeda dengan Cindy yang biasanya tampil segarndan cantik.

__ADS_1


"Mbak Cindy kenapa?" tanya Raihan panik.


Cindy melihat Raihan langsung menangis memeluk Raihan.


Raihan membiarkan Cindy memeluknya sampai beberapa saat.


"Mbak Cindy kenapa? masalah mas Harlan?" tebak Raihan.


Cindy melepaskan pelukannya dan mengangguk sambil menghapus air matanya.


"Mbak Cindy sudah tahu semuanya????" tanya Raihan.


Cindy kembali mengangguk.


"Sejak kapan mbak Cindy tahu?"


"Beberapa hari kemarin Han" jawab Cindy masih tergugu.


"Aku malah baru tahu tadi mbak"


"Kamu tahu darimana?"


"Sahabatku, Randy, dia punya kafe dan kebetulan mengenal Vivian. Beberapa waktu lalu aku menceritakan permasalahanku dengan Keenar selama ini. Lalu ternyata, Vivian sering berkunjung ke kafe itu bersama mas Harlan. Jadi sama Randy, di video diam-diam" Cerita Raihan.


"Mbak gak nyangka, Vivian bisa menghancurkan keluarga kita seperti ini" Cindy tak percaya.


"Raihan... Cindy... kalian kenapa?" tiba-tiba orang tua mereka datang.


"Mama, papa" Raihan menyalami mama dan papanya.


"Kalian kenapa? ada masalah apa?" tanya Mama Rita.


"Lebih baik kita bicarakan di depan" ajak Papa.


Raihan dan Cindy pun menceritakan permasalahn mereka pada orang tuanya. Papa dan mamanya yang memang sudah tahu permasalahan mereka sudah tidak terlalu kaget.


Mama Rita menarik napas panjang. Hatinya ikut merasakan sakit manakala menyaksikan Rumah tangga Anak-anaknya.


"Lalu sekarang bagaimana Han? apa rencana kamu selanjutnya?" tanya Papa.


"Raihan akan menemui Vivian ma, Raihan ingin memberikan pelajaran pada Vivian" Geram Raihan.


"Jangan gegabah Han, semu harus direncanakan matang, jangan sampai menimbulkan masalah baru lagi" nasihat papa.


"Raihan sudah memikirkannya pa, tenang saja Raihan tidak akan bertindak diluar batas" ujar Raihan.

__ADS_1


"Papa percaya kamu Han, kamu bisa menyelasaikan masalah ini"


"Keenar bagaimana Han?" tanya mama.


"Keenar urusan Raihan pa, papa jangan khawatir, sekarang Raihan akan menemui Vivian. Raihan minta doa papa, mama dan mbak Cindy agar dipermudah semuanya".


"Aku ikut Han" pinta Cindy.


"Enggak, mbak Cindy di rumah saja. kondisi mbak Cindy belum stabil, nanti malah terjadi apa-apa disana"


"Enggak, mbak harus ikut. Mbak harus tahu yang sebenarnya bagaimana, mbak pengen ketemu Cindy". pinta Cindy sambil menangis.


"Baiklah kalau begitu, mbak bisa ikut".


Raihan berpamitan pada orang tuanya dan menuju Apartemen Vivian.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤Φ¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Vivian mengajak Kayana ke rumah pakdenya Kayana, Pakde Gimo, sang dukun terkenal di wilayahnya.


"Jadi begitu pakde ceritanya" Vivian selesai menceritakan masalahnya pada pakde Gimo.


Pakde Gimo mengangguk mengerti, dilihatnya kembali foto Raihan yang diberikan Vivian dulu.


Ada nama, tanggal lahir, dan wetonnya dibalik foto Raihan.


"Waktu itu memang belum sempurna yang saya kerjakan, tapi nanti akan saya sempurnakan asal kamu setuju dengan persyaratannya".


"Baik pakde, saya setuju apapun persyaratannya dan berapapun biayanya" ucap Vivian yakin.


"Vi, lu yakin? berat loh syaratnya" Kayana menyenggol dan berbisik pada Vivian.


"Tenang aja, gw udah siap apapun syaratnya. Lu tenang aja" tukas Vivian.


Kayana menatap Vivian dengan khawatir. Tak disangkanya sahabatnya ini bisa senekat itu.


Setelah mendengar persyaratan dari mbah Gimo, mulanya Vivian kaget tapi karena niatnya sudah bulat dan sudah terlanjur basah lebih baik tenggelam sekalian, begitu pikirnya. Akhirnya Vivian nekat menyetujui semua persyaratannya.


Sepulang dari rumah mbah Gimo, Kayana tak henti-hentinya menyuruh Vivian membatalkan rencananya.


"Begitu banyak laki-laki, lu juga cantik kayak bidadari, kenapa sampai kayak gini sih Vi. lu bisa aja loh dapetin yang jauh lebih baik dari Raihan, bisa dapet 10 lebih malah" omel Kayana.


"Telat Kay, Harusny lu ngomong gitu sebelum gw hamil. Sekarang gw Hamil kayak gini, mustahil gw hamil gak ada suami. Apa kata keluarga gw? gimana perasaan keluarga gw Kalau tahu gw hamil tanpa suami gini?"


" Tunggu... deh. Lu yakin itu anak Raihan? bukan anak Harlan? atau siapalah gitu langganan lu" tanya Kayana sangsi.

__ADS_1


Vivian menarik napas panjang dan berkata....


__ADS_2