Keenar, Ketika Hati Dipaksa Untuk Berbagi

Keenar, Ketika Hati Dipaksa Untuk Berbagi
Raihan Gugup


__ADS_3

Keenar yang menyadari sikap aneh Raihan dari kemarin adalah karena Raihan tahu kalau Vivian sudah bertunangan. Raihan sedang patah hati.


Dan Keenar juga akhirnya benar-benar tersadar, kalau perasaannya pada Raihan hanyalah bertepuk sebelah tangan. Raihan tidak akan memberikan hatinya untuk Keenar. Keenar bisa memiliki tubuhnya tapi tidak dengan hatinya.


Satu hal yang tidak Keenar tahu, bahwa Raihan sama sekali tidak tahu kalau Vivian sudah bertunangan.


Keenar terdiam di kamarnya, memandang foto pernikahan mereka. Mereka tampak bahagia. Seharusnya tidak ada pernikahan ini. Untuk apa bahagia sehari jika hanya ada sedih seterusnya? Tapi ini sudah pilihannya. Dulu bisa saja dia meminta cerai pada Raihan, namun Keenar bersikeras untuk bertahan. Merasa mampu mengambil kembali hati Raihan. Tanpa sadar kalau hati Raihan memang bukan untuknya. Jadi buat apa bersikeras mengambil kembali hatinya jika hatinya tidak pernah ada untuknya? Sia-sia. Gagal.


Raihan pun masih terdiam di ruang tamu. Kenapa harus seperti ini? kenapa dirinya harus menyakiti Keenar? Keenar sempurna, tak bercela, tak ada alasan untuk menyakiti Keenar, tapi kenapa.. Benarkah hanya karena dirinya tidak bisa move on dari cinta masa lalunya? atau hanya karena penasaran karena pernah ditinggalkan? entahlah. Mendengar pernikahan Vivian, sisi lain hati Raihan merasa lega, merasa lepas dari belenggu. Yang Raihan sendiri tidak tahu belenggu apa.


Raihan merasa sudah tidak ada harapan lagi untuk Vivian, percuma mencari Vivian jika benar dia sudah menikah. Raihan ingin kembali merajut asa bersama Keenar, memperbaiki hubungan yang sempat hambar. Namun Raihan merasa malu, karena sudah berkali-kali menyakiti Keenar. Apakah Keenar akan kembali memaafkannya seperti dulu? atau Keenar akan merasa hanya menjadi cadangan hatinya saja? Malu, rikuh, itulah yang dirasakan Raihan. Sekedar menatap Keenar pun Rasanya malu.


Pernikahan Vivian digelar sederhana. Hanya ada teman dekat mereka saja yang menjadi saksi.


Pernikahan sirri dan Vivian tidak mempermasalahkan itu. Ada yang mau menikahi wanita hamil besar seperti dirinya sudah sangat bersyukur. Apalagi yang menikahinya adalah Vano, pengusaha kaya yang belum menikah dan memang sesuai tipenya. Vivian tidak tahu rencana busuk si rubah licik yang dinikahinya itu. Pada saat ini, Karma sedang menunaikan tugasnya.


Persetan dengan Raihan, pikir Vivian. Masa bodo dengan guna-guna yang dipasangnya pada Raihan, tidak akan dilepasnya sampai keluarga mereka hancur. Begitu rencana Vivian.


Dulu Vivian memang sangat mencintai Raihan, saat Vivian meninggalkannya dan lebih memilih karirnya juga Vivian masih sangat mencintainya. Namun, saat Vivian kembali dan mengetahui kalau Raihan sudah menikah dengan Keenar, Vivian merasa sakit hati. Apalagi saat mengetahui Raihan juga terlihat mencintai Keenar, dan saat Keenar hamil, semakin sakit hatinya dan kebencian semakin tumbuh subur dihatinya.


Saat Raihan sedang melamun, Alifa pembantu baru mereka melintas di depannya dan memberikan senyum termanisnya.


"Permisi pak" ucap Alifa dengan sopan.

__ADS_1


Raihan hanya diam melihat Alifa. Dalam pikirannya, kenapa anak secantik itu harus jadi pembantu rumah tangga, padahal kalau dirawat dengan baik dia bisa saja jadi model atau artis.


"Ah, kenapa jadi mikirin pembantu itu sih" gumam Raihan.


Selang beberapa lama, Alifa kembali datang membawa nampan berisi kopi dan camilan untuk Raihan.


"Pak, saya bikinkan kopi dan camilan untuk bapak agar tidak melamun saja. Maaf kalau saya lancang pak, soalnya saya perhatikan bapak sering melamun" ujar Alifa dengan lembut.


"Terima kasih Alifa, kamu tahu saja saya lagi pengen kopi" Jawab Raihan ramah.


"Sama-sama pak. Permisi pak, saya izin ke belakang lagi" Alifa beringsut jalan ke dapur.


Raihan yang terkesan dengan perhatian Alifa, mulai memperhatikan Alifa.


Keenar yang baru saja keluar kamar sempat heran melihat dimeja Raihan ada segelas kopi dan sepiring pisang goreng panas. Siapa yang begitu perhatian pada suaminya? tidak mungkin mbak Aminah.


"Ah, mungkin Alifa" pikirnya. Sempat terlintas pikiran buruk tentang suaminya dan Alifa namun segera ditepisnya.


"Tidak mungkin. selera Mas Raihan bukan tipe seperti itu. Perasaan gue aja karena pernah disakiti" guman Keenar lagi. Keenar mencoba menelpon sahabatnya, Sandra.


"Perasan lo aja kalik Kee, baper" ucap Sandra.


"mungkin ya San, gue aja yang lebay tapi mungkin gak sih kalau kita pernah disakiti lalu kita jadi gak percayaan sama pasangan kita?" tanya Keenar pelan.

__ADS_1


"Bener sih Kee, lu liat aja pasangan disekitar lo. 8 dari 10 wanita itu akan semakin cemburu kalau pernah disakitin oleh pasangan. Karena takut kejadian menyakitkan itu akan terjadi lagi, jadi sebisa mungkin kita akan antisipasi dan protektif dengan pasangan kita" jawab Sandra.


"Iya sih San, bener banget. Kayak gue nih sekarang, liat mas Raihan diem aja sama gue tapi malah minta bikinin kopi sama pembantu gue, itu aja udah bikin gue cemburu dan curiga. Normal gak sih ya kayak gini sih?


"Normal lah, gue juga bakal gitu kalik Kee. Sama aja" jawab Sandra.


Lama mereka bertelpon ria sampai beberapa jam, sampai Keenar tidak sadar kalau Raihan mengetuk kamarnya. Setelah beberapa kali ketukan, barulah Keenar sadar kalau ada yang mengetuk pintu kamarnya.


Dengan tergesa Keenar membuka pintu kamarnya dan terkejut melihat Raihan berdiri di depan pintu.


"Gitu amat marahnya?, aku mau numpang mandi. Kamar mandinya lagi gak bener pintunya. Jadi aku mau numpang mandi disini" pinta Raihan dengan wajahnya yang dibuat memelas mungkin.


Keenar yang masih galau dan berpikir macam-macam langsung kaget melihat Raihan berdiri dihadapannya.


Tidak mungkin Keenar, menolak permintaan Raihan. Toh hanya ke kamar mandi, tidak lebih. Semoga tidak macam-macam. Banyak macam pun tidak apa-apa, mereka sudah menikah jadi sah-sah saja kalaupun banyak macamnya nanti di kamar. Raihan langsung mengetuk kepalanya sendiri karena sudah berpikir aneh-aneh.


Keenar yang melihat tingkah Raihan dihadapannya, jelas saja bingung. Mau apa sebenarnya juga tidak apa-apa, toh mereka sudah menikah. Toh semua tahu mereka menikah secara resmi jadi Keenar benar-benar istrinya.


Keenar mempersilahkan Raihan masuk kamar dan menuju kamar mandi. Untuk pertama kalinya Keenar merasa gugup di depan Laki-laki itu.


Raihan yang hanya mencari alasan ingin buang air kecil sebentar juga merasa gugup. berkali-kali Rihan mematut dirinya di cermin di kamar mandi, tapi malah semakim gugup.


ketika Raihan saling berpandangan, rasanya satu beban terangkat. Raihan ingin memanjakan Keenar di kamar mereka, ingin membuat stempel kepemilikan di tubuh Keenar. Namun Raihan tidak punya nyali untuk melakukannya. Untuk itu,Raihan cukup tahu diri.

__ADS_1


__ADS_2