
Setelah dari apartemen Vivian, Raihan tidak langsung pulang ke rumah tapi Raihan pergi ke kafe temannya.
"Hai bro, udah lama banget lu gak ke sini? kemana aja?" tanya Randy, sahabat Raihan semasa kuliah.
"Sibuk gw, biasalah urusan kerjaan gak ada abisnya" jawab Raihan lesu.
"Muka lu kusut amat, gw denger bini lu baru aja lahiran. Harusnya muka lu seneng bahagia, bukan kusut macem baju belom disetrika gitu. Ada masalah?" tebak Randy.
Raihan hanya mengangguk sambil membuka buku menu. Setelah memesan minuman dan camilan, mereka melanjutkan obrolan.
"Jadi ada masalah apa? cerita, kalik aja gw bisa bantu, kalaupun gw ga bisa bantu seenggaknya bisa ngelegain hati lu, daripada lu pendem sendiri. Bisa depresi lu lama-lama". ucap Randy.
Raihan pun menceritakan masalahnya dari awal sampai akhir. Reaksi Randy pun berubah, mukanya terlihat marah dan tak disangka, Randy malah memarahi Raihan.
"Lu Go**** apa gimana nyong?? Lu balik lagi ke perempuan yang udah ninggalin lu, terus lu malah sia-siain istri lu yang gak tahu apa-apa, yang baiknya udah kayak malaikat, cantiknya kayak bidadari demi perempuan Dajjal itu? Asli lu Go****" gak berhenti Randy memaki Raihan sampai jadi perhatian karyawan dan pengunjung kafe.
"Lu bisa gak sih gak usah teriak-teriak, pake acara maki-maki gw lagi. Udah gitu lu muji bini gw sampe kayak gitu!! " ujar Raihan kesal.
"Abis gw kesel punya temen dodol kayak lu" Randy menurunkan volume suaranya.
"Terus menurut lu gw harus gimana?" tanya Raihan putus asa.
"Tanya sama hati lu ya nyong. Seharusnya hati lu itu tahu kemana harus berlabuh"
"bahasa lu, berlabuh" cibir Raihan.
"Gw serius mo**ong!! lu percaya gitu omongan Vivian kalo itu bukan anak lu tapi anak Doni? padahal jelas-jelas selama ini bini lu gak pernah keman-mana tanpa ijin dari lu, lu juga baru sekali ngeliat Doni ke rumah lu yang di rumah lu jelas-jelas ada pembantu lu, ya lu pikir aja Raihan ganteng yaaaaaa.. mana ada orang selingkuh di rumah sendiri trus ada orang lain juga di rumah itu. Lu kira bini lu beg*? Coba lu pikir lagi, si Doni ke rumah lu itu sendirian apa enggak?" terang Randy.
Raihan mengingat-ngingat kejadian saat Doni ke rumahnya dan sekilas di ingatnya kalau Doni bersama Kanaya. Namun karena sudah terbakar cemburu, Raihan melupakan keberadaan Kanaya pada saat itu.
"Ada Kanaya" gumam Raihan.
__ADS_1
"Nah kaaannn gak mungkin lah si Doni berani ke situ sendiri secara status Keenar udah punya suami"
"Tapi dia ke rumah yang pas gw liat itu saat Keenar udah hamil 7 bulan" Raihan masih ngeyel mencoba menolak akal sehatnya.
"Nah kan si Go**** mulai. Tadi lu cerita si Doni baru pulang dari luar negeri atau luar kota gitu selama beberapa tahun dan baru ketemu bini lu tempo hari itu yang berarti bini lu udah hamil 7 bulan. Lu pikir pake logika Mo*****, mana ada orang baru ketemu trus kikukkikuk langsung hamil 7bulan. Otak lu dipake tolong yaaa" geram Randy.
Raihan bagai tersentak mendengar penjelasan Randy, kenapa dtak pernah terpikirkan selama ini? sebegitu kotor otaknya kah sampai dia tidak memeprcayai penjelasan istrinya malah mempercayai penjelasan wanita yang pernah meninggalkannya? Tiba-tiba Raihan merasa menyesal sudah berlaku kasar pada Keenar karena cemburu butanya. Rasanya Raihan ingin cepat pulang dan memeluk, meminta maaf pada Keenar, namun dia malu. Gengsinya terlalu tinggi.
"Sekarang gw tanya, lu udah ngapain aja sama Vivian?" tanya Randy serius.
Raihan hanya diam menunduk dan merasa sangat bersalah sudah menodai kepercayaan istrinya.
"Lu diem aja, gw tebak lu udah tidur sama dia. Iya kan?"
Raihan hanya mengangguk dan menunduk sambil memainkan gelas minumnya. Persis anak kecil yang dimarahi ibunya.
"Berapa kali?" geram Randy menahan marah.
"Gak inget udah berapa kali" jawab Raihan lirih.
"Kok lu jadi ngusir gw?" tanya Raihan heran.
"Bodo amat. suka-suka gw, kafe gw ini. Jangan balik ke sini kalau lu belum selesaikan masalah lu itu" jawab Randy.
"Gw kesini minta bantuan lu cari solusi buat masalah gw, kenapa jadi gw di usir" ucap Raihan tidak terima.
"Eh nyong, itu masalah akibat ulah lu sendiri. kebo***** lu sendiri, ya lu cari solusi lu sendiri" ujar Randy sambil berlalu pergi.
"Jangan lupa Billny" lanjutnya sambil menunjuk kasir.
"Ah SSSUUEE lu!!!" maki Raihan sambil mengeluarkan dompetnya dan membayar pesanannya tadi.
__ADS_1
Sepulang dari kafe Randy, Raihan langsung pulang ke rumah. Tak sabar rasanya bertemu istrinya dan melihat anaknya.
"Bodohnya gw!! Bisa-bisanya gw kayak gini!! Ada apa sama diri gw ini, dulu gw benci banget sama Vivian, kenapa sekarang gw gak bisa lupain dia?" gumam Raihan di mobil. Selama perjalanan sampai rumahnya, Raihan memaki-maki dan menyalahi dirinya sendiri.
Sesampainya di rumah, Raihan langsung menuju kamar Keenar. Tak dihiraukannya mertuanya yang baru dari ruang makan.
"Kenapa si Raihan? buru-buru amat ke kamar" ucap bu Fatmah.
"Biasalah bu, namanya baru punya anak, ya pasti kangen lah sama anaknya". sahut pak Narto.
Di kamar..
Raihan langsung memeluk Keenar yang baru keluar dari kamar mandi. Keenar pun bingung dengan perlakuan tiba-tiba Raihan.
"Mas, kamu ke napa?" tanya Keenar bingung.
"Sebentar, tolong biarkan sebentar seperti ini"Pinta Raihan lirih sambil terus memeluk Keenar.
Keenar yang bingung tak banyak bertanya dan membiarkan Raihan memeluknya. Disis lain, Keenar merindukan pelukan hangat Raihan yang tak dirasakannya berbulan-bulan semenjak masalah mereka muncul.
Tak lama kemudian, tangisan Zafran memecah kehangatan pelukan Raihan.
"Mas, Zafran nangis" ujar Keenar.
Raihan pun melepaskan pelukannya dan mengikuti Keenar yang akan menggendong Zafran.
"Zafran mau mimik ya? ayah bantu ya?" Raihan membantu Keenar yang masih agak susah dalam menyusui bayinya. Menjadi ibu baru merupakan tantangan baru baginya yang sama sekali belum pernah memegang bayi. Keenar hanya dua bersaudara, Keenar anak pertama dan adiknya, Ririn beda 10 tahun. Lagipula Keenar dan Ririn ttidak terlalu dekat, Keenar lebih sering berada di rumah neneknya, sedangkan Ririn berada di rumah bersama ayah dan ibunya.
Setelah Zafran tenang dan selesai menyusu. Keenar kembali menidurkan Zafran di tempat tidur secara perlahan.
Setelahnya mereka berdua bicara dari hati ke hati.
__ADS_1
"Kee, mas minta maaf ya? selama ini mas salah sama kamu, mas menuduh kamu yang tidak-tidak" Raihan akhirnya membuang egonya dan meminta maaf pada Keenar.
Keenar hanya diam mendengar permintaan maaf Raihan, hanya air matanya yang terus mengalir. Hantinya masih terasa sakit bila mengingat semua perlakuan dan ucapan Raihan padanya. Selain itu, Keenar ragu. apa benar Raihan tulus meminta maaf atau hanya drama saja? sandiwara seperti permintaanya?