Keenar, Ketika Hati Dipaksa Untuk Berbagi

Keenar, Ketika Hati Dipaksa Untuk Berbagi
Siapa lagi Alex?


__ADS_3

Sementara itu Vivian yang masih tertidur sambil menangis di apartemennya dan ditunggui Kayana.


Kayana masih terbayang masa lalu Vivian yang sempat membuatnya menjauhi Vivian. Setelah kejadian Kayana yang melihat Vivian dan Amber dengan laki-laki yang jauh diatas mereka alias om-om. Kayana mulai menjaga jarak dengan Vivian. Vivian yang merasa Kayana menjauhinya pun menanyakan alasan Kayana kenapa menjauhinya.


"Kay, gue mau ngomong deh sama lu" ucap Vivian.


Kayana yang malas-malasan melihat Vivian pun menjawab seadanya dengan ekspresi malas.


"Mau ngomong apa?" tanya Kayana balik.


"Ya gak disini Kay, di taman biasanya gimana?" tawar Vivian.


"Disini aja, gue lagi males kemana-mana" tolak Kayana.


"Gak mungkin lah Kay, ayolah Kay udah lama kita gak ngobrol bareng" ajak Vivian.


"Masih inget lu sama gw? bukannya udah ada temen baru?" sinis Kayana.


"Maksud lu apa sih Kay? lu ini kenapa sebenarnya sih? gue ada salah apa sama lu?" Cecar Vivian.


"Udah lah Vi, gue lagi males bahas apapun" Kayana beranjak pergi dari depan Vivian.


Vivian yang merasa kesal dengan Kayana pun menarik tangan Kayana dan membawanya ke taman belakang sekolah.


"Lu apa-apaan sih Vi, lepas gak? kalau lu gak lepasin, gue teriak nih!!" Ancam Kayana.


"Teriak aja, gue gak peduli!!" Bentak Vivian. Aksi mereka menjadi perhatian di sekolah terutama kelas yang mereka lewati. Beruntung saat itu sedang tidak banyak siswa di sekolah karena pada saat itu ada acara sekolah yang mengharuskan Merek berada di lapangan sekolah. Tapi ada beberapa siswa yang malas ikut acara jadi mereka tetap berada di kelas. Siswa-siswa yang berada di kelas itu yang melihat adegan keributan Vivian dan Kayana yang berujung Vivian menarik tangan Kayana ke taman belakang sekolah.


Sesampainya di taman, Vivian mendudukkan Kayana di bangku bawah pohon, salah satu tempat favorit mereka dulu sebelum Vivian mengenal Amber.


"Sekarang jelasin sama gue, kenapa lu sekarang berubah dan jauhin gue??" tanya Vivian.


"Gak salah Vi? bukannya lu ya yang berubah? lu sadar gak kalau lu tuh berubah. Bukan lagi Vivian yang gue kenal, memang lu masih Vivian yang cerdas, yang nilainya gak pernah turun, selalu jadi juara kelas. Tapi sikap sama penampilan lu yang berubah. Lu jadi arogan, kasar, penampilan lu juga jadi aneh kayak gitu, mungkin juga pergaulan lu udah berubah. Lu bukan lagi Vivian yang gue kenal, tapi orang lain yang pakai nama Vivian" Kayana mengeluarkan uneg-unegnya selama ini.


Vivian yang mendengar uneg-uneg Kayana jelas merasa sedih.


"Gue gak pernah berubah Kay, gue masih Vivian yang dulu. Gue kayak gini ada sebabnya Kay. Tolong jangan pernah Jauhin gue, jangan pernah tinggalin gue sendiri, gue cuma punya lu Kay" Vivian menatap Kayana dengan sendu.


"Darimana lu dapet duit buat beli barang kayak gini?" Kayana menunjuk assesoris Vivian yang jelas-jelas bukan barang murah.

__ADS_1


Vivian hanya diam dan menatap Kayana sendu.


"Darimana Vi? jelasin sama gue, gak mungkin kalau lu cuma kerja part time lu bisa beli barang-barang mahal kayak gini. Gue denger juga lu udah gak tinggal di kostan lama, lu di apartemen. Darimana lu dapet dui segitu banyaknya Vi?!!!" seru Kayana sambil mendorong bahu Vivian.


"Tolong jangan tanya itu dulu Kay, gue belum bisa jelasin sama lu" ujar Vivian Lirih.


" Kenapa?!! karena lu malu?!! iya?? karena duit yang lu dapet gak halal??!!" bentak Kayana.


Vivian terperanjat mendengar ucapan Kayana. Tak disangkanya Kayana mengetahui rahasianya selama ini.


"Kay... gue... Plis Kay... " Vivian mulai terisak.


"Gue tahu semuanya Vi, gue tahu. bukan kata orang lain tapi gue lihat sendiri pake mata kepala gue kalau lu pergi sama om-om, gue juga tahu dimana apartemen lu. Kenapa Vi? Kenapa sampai kayak gini sih??!!" Kayana mulai menangis.


"Kenapa??? karena gue butuh duit Kay, gue butuh duit buat hidup gue, buat masa depan gue. hidup gue udah hancur. Sekali gue udah hancur sekalian aja gue melebur" ujar Vivian.


"Udah berapa lama?"


"Gak lama setelah gue kerja di karaoke. Gue diajak Amber yang ternyata udah nyemplung duluan" jawab Vivian jujur.


"Kenapa lu mau Vi?"


"Masih banyak kerjaan lain Vi, kenapa mesti jadi kayak gitu?" Kayana frustasi mendengar penjelasan Vivian.


"Kerjaan apa Kay yang bisa menghasilkan uang banyak dalam waktu singkat? jelasin sama gue, ajarin gue" tantang Vivian.


Kayana hanya diam.


"Tolong lah Kay, jangan lihat pekerjaan gue, gue masih Vivian yang dulu, sahabat lu. Jangan pernah jauhin gue, cuma lu yang gue punya Kay" isak Vivian.


Kayana memeluk Vivian dan berjanji tidak akan menjauhinya apapun keadaan dan bagaimana Vivian.


"Kita tetap sahabat kan Kay? Selamanya?" tanya Vivian dalam isaknya.


Kayana hanya bisa mengangguk dan sejak saat itu, Kayana tidak pernah bertanya ataupun ikut campur urusan pribadi Vivian kecuali tentang Raihan dan Harlan kali ini.


Lamunan Kayana terhenti saat tiba-tiba ponsel Vivian berdering. Dilihatnya Vivian masih tertidur pulas di tempat tidurnya.


"Alex" gumam Kayana. siapa Alex? Kayana mengernyit bingung.

__ADS_1


"Ya halo selamat sore?" salam Kayana.


"Selamat sore, ini nomor ponsel Vivian kan? kok suaranya berbeda?" tanya Alex.


"Saya Kayana, teman Vivian. maaf Vivian sedang tidak enak badan. Ada yang bisa dibantu? atau ada pesan nanti saya sampaikan" tawar Kayana.


"sakit apa Vivian?" tanya Alex khawatir.


"Bukan sakit apa -apa hanya perlu istirahat saja mungkin kecapean. Ada pesan?" tanya Kayana lagi.


"Ah iya tolong sampaikan pada Vivian, saya sudah di Indonesia. Nanti malam saya tunggu di hotel seperti biasa, 309" pesan Alex.


"Baik nanti saya sampaikan. Terima kasih.. selamat sore" Kayana mengakhiri pembicaraan dan mematikan ponselnya Vivian.


Tepat saat Kayana baru mematikan ponsel, tiba-tiba Vivian terbangun.


"Loh kok aku ketiduran ya Kay. gak sopan banget ya?" Vivian tertawa malu.


"hhalah.. kayak apa aja. Tadi ada yang telpon tuh. katanya namanya Alex, dia baru pulang, nanti malam ditunggu di hotel biasanya, 309". Kayana menyampaikan pesan Alex.


"Alex? dia pulang??" tanya Vivian bingung.


Kayana hanya mengendikkan bahunya.


Vivian langsung turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. Tidak lama kemudian mengambil baju sexinya dan berdandan seakan mau pergi dengan pacarnya.


"Buru-buru amat sih? memang siapa Alex? tanya Kayana bingung


"Kay, siapa tahu Alex adalah ayah dari anak ini. Dewi fortuna memang sedang berpihak padaku" Vivian tertawa-tawa senang seolah melupakan kesedihannya beberapa jam yang lalu...


"Ayah? ayah dari anak itu? " Kayana masih bingung.


"Bukanny ayah daei anak itu Harlan atau Raihan? kamu bikin dengan berapa orang Vi??? Hei Vi!!!" Seru Kayana terkejut.


Vivian berlari ke tempat sepatu dan langsung memakainya, tapi sempat menjawab pertanyaan Kayana.


"Gak tahu, banyak" serunya lalu melesaat keluar apartemen.


Kayana hanya bisa menarik napas panjang melihat Vivian.

__ADS_1


__ADS_2