
"Loh tante belum mulai sarapan?" tanya Kayana setelah sampai di meja makan
"Ya nungguin kamu lah kay, biar ada temen. biasanya kan papanya Vivian yang nemenin tante sarapan, berhubung orangnya lagi pergi dan kebetulan kamu datang, ya kamu aja yang nemenin tante sarapan. yuk sambil makan kita ngobrolnya." jawab mama shanti panjang lebar
"Vivian emang gak pernah sarapan tante?" tanya Kayana lagi sambil menuang jus jeruk ke gelasnya.
"Anak itu mah dari kecil gak suka sarapan. Katanya mual lah, kembung lah, takut gemuk lah. macem-macem aja alesannya" jelas mama Shanti
"Pantesan badannya bagus kayak gitu, rahasianya itu toh. gak sarapan" gumam Kayana
"Ah tapi tante mah ya kalo gak sarapan bisa pusing kepala, gak bisa berpikir."
"Saya juga sih te kalo gak sarapan malah pusing"
Kayana dan Mama Vivian mengobrol santai di meja makan sembari menunggu Vivian selesai mandi dan bersiap.
"Yuk Kay, gw udah siap" panggil Vivian yang langsung menuju meja makan dan menuang jus jeruk ke gelasnya.
"Ok, gw juga baru selesai sarapan"
Setelah pamit dan cipika cipiki pada mama Shanti, mereka langsung pergi.
"Seriusan sodara lu bisa gitu?" tanya Vivian saat mereka di mobil
"Iya, tapi lu jelasin dulu kenapa lu nekat ke dukun kayak gitu. Gak biasanya seorang Vivian percaya sama hal kayak gitu. Pasti ada sesuatu yang gak beres nih"
Vivian akhirnya menceritakan semuanya, Kenapa dirinya nekat pergi ke dukun.
"Aih gila lu, cuma gara-gara Raihan lu ke dukun. Gila lu Vi. Mendingan lu batalin deh rencana lu. Kan lu duluan yang ninggalin Raihan, terus sekarang dia udah bahagia sama istrinya, lu gak rela. Lu jahat Vi" Kayana terkejut mendengar rencana Vivian
"Gw gak peduli mau dibilang jahat atau apa. yang jelas gw mau Raihan sama istrinya pisah. gw cinta sama Raihan. Gw tahu, dulu gw yang ninggalin dia, tapi sekarang gw nyesel Kay. Gw pengen Raihan balik ke gw gimanapun caranya, berapapun harganya gw gak peduli"
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Raihan masih teringat pertemuannya dengan Vivian. Saat mengobrol bersama Keenar pun, dia masih terbayang Vivian.
"Mas, kenapa sih? kok aku perhatiin mas gak fokus ya ngobrol sama aku? mas ada masalah?" tanya Keenar hati-hati
__ADS_1
"Enggak, cuma cape aja. Udah ya mas mau tidur, seharian ini cape banget" jawab Raihan malas-malasan dan langsung membelakangi Keenar
"Kok tumben ya, mas Raihan tidurnya ngebelakangi aku gitu? biasanya juga meluk aku" batin Keenar.
Sebenarnya Raihan tidak tidur tapi masih berpikir tentang Vivian. Teringat apa yang sudah mereka lalui dimasa lalu. Semua bayangan Vivian seakan hadir dihadapannya.
"Aaarrghh gw kenapa sih" Teriak Raihan frustasi
"Kenapa apanya mas? mas ada masalah? cerita ke aku" ternyata Keenar belum tidur dan masih membaca buku
"Ah enggak, gak apa-apa. Kamu belum tidur?" Raihan mengalihkan pembicaraan
"Belum, masih belum ngantuk" sahut Keenar
"Tidur gih, jangan malem-malem. Mas mau keluar sebentar."
"Kemana mas? udah malem loh ini"
"Cari angin, pusing dirumah" ujar Raihan sambil mengambil kunci motor dan bergegas keluar rumah
"Pusing kenapa coba, dari pulang kok sikapnya aneh" Keenar bingung dengan sikap suaminya yang tidak seperti biasanya. Namun Keenar tak mau ambil pusing. Mungkin hanya lelah, dipikirnya.
Vivian yang baru pulang dari rumah dukun saudaranya Kayana terkejut melihat Raihan menelponnya dan mengajaknya bertemu. Tidak peduli walaupun baru saja sampai di rumah, Vivian langsung bergegas keluar. Tak dihiraukannya teriakannya mamanya yang menyuruhnya makan malam.
Sesampainya di Taman kota, Vivian melihat Raihan duduk di kursi taman dengan wajah frustasi.
"Raihan? " panggil Vivian
Raihan mengangkat wajahnya dan langsung memeluk Vivian tanpa banyak bicara. Vivian tentu saja senang sekali.
"Ih cepet banget tu kerjaan si dukun? Raihan langsung klepek-klepek lagi sama gw" ucapnya dalan hati.
"Raihan? kenapa? ada masalah?" tanya Vivian basa-basi.
"Jangan banyak tanya Vi, aku lagi Pengen peluk kamu kayak gini. Aku kangen kamu Vi" jawab Raihan dengan lirih.
Setelah berpelukan lama, Vivian dan Raihan duduk sambil bergenggaman tangan.
__ADS_1
"Kamu mau kita kayak dulu Vi? " tanya Raihan
"Mau banget lah Han, tapi istri kamu gimana? kamu ceraikan dia? "
"Aku gak bisa menceraikannya Vi, kami belum lama menikah. Lagipula Keenar sedang hamil anakku" tolak Raihan
"Aku gak mau jadi yang kedua Han, aku mau hanya aku sendiri dihati kamu" Pinta Vivian
"Untuk sekarang gak bisa Vi, tapi nanti kalau anakku sudah lahir, aku janji akan menceraikan Keenar., dan kita akan bersama lagi. Tapi aku mohon, untuk saat ini kita tetaplah seperti ini"
"Kita backstreet? plis deh Han kayak anak sekolah pacaran aja. Kita tuh bukan anak-anak lagi Han" rajuk Vivian
"Terus mau kamu gimana? aku ceraikan Keenar sekarang? gak bisa Vi, kan aku udah bilang dia lagi hamil. Sabar ya? kamu percaya aku kan?" pinta Raihan memelas
Vivian yang tidak tega melihat Raihan memohon padanya langsung luluh
"Baiklah, sampai anak itu lahir. Setelah itu ceraikan dia. Kalau kamu ingkar, aku akan bongkar hubungan kita" ancam Vivian.
"Aku janji" Raihan mencium bibir Vivian dengan lembut. Vivian yang memang merindukan Raihan langsung membalas ciuman Raihan.
Di rumah Keenar
"Mas Raihan kemana sih dari tadi belum pulang juga" Keenar mondar-mandir di rumahnya menunggu Raihan pulang. Berulang kali dia menelpon Raihan, tapi ponselnya tidak aktif. Semakin lama, semakin bertambah kecemasan Keenar. Apalagi sudah lewat tengah malam Raihan belum juga pulang.
"Mungkin mas Raihan ketiduran di rumah mama" gumam Keenar sambil kembali ke kamar dan mencoba tidur. Berharap besok pagi Raihan sudah pulang
Keesokan paginya, Keenar terbangun dan mendapati Raihan tidur di sampingnya.
"Alhamdulillah mas Raihan sudah pulang" gumamnya senang dan langsung beranjak ke kamar mandi lalu ke dapur untuk membuat sarapan.
Hari ini Keenar memasak nasi goreng dan membuat jus mangga. Setelah selesai, Keenar membangunkan Raihan.
"Sayang, bangun. Udah siang nih" pelan-pelan Keenar membangunkan Raihan.
"Apa sih. nanti ah, masih ngantuk" jawab Raihan dengan malas.
"Udah jam 7 loh sayang, tumben kamu bangun siang? aku masak nasi goreng sama bikin jus mangga, enak deh buat sarapan" ucap Keenar
__ADS_1
"Makan aja sendiri. Sana lah, gak usah ganggu, masih ngantuk juga" usir Raihan
Keenar terkejut Raihan mengusirnya. Tidak biasanya Raihan bersikap seperti itu. Biasanya senang kalau dibangunkan Keenar. Apalagi jika Keenar memasak nasi goreng dan jus mangga. Tidak perlu menunggu lama, Raihan langsung bangun. Karena menurutnya Nasi goreng dan jus mangga buatan Keenar adalah juara. Tidak ada duanya dan sulit ditolak. Tapi entah kenapa hari ini Raihan menolaknya bahkan mengusir Keenar.