Keenar, Ketika Hati Dipaksa Untuk Berbagi

Keenar, Ketika Hati Dipaksa Untuk Berbagi
Cindy VS Vivian


__ADS_3

Saat Cindy mengangkat telp Vivian..


"Sayaaanng... makasih banget loh yah yang semalem. Kamu tahu aja yang aku butuhin, jadi makin sayang. Btw, udah sampai rumah belum? si man**l itu gak curiga apa-apa kan? ". Ujar Vivian.


"Pela***!! belum puas kamu menghancurkan rumah tangga adik saya? sekarang kamu juga ingin menghancurkan rumah tangga saya? kurang aj** kamu ya!! dasar pel****, pel*** murahan!!" maki Vivian.


"Ups ada si man*** toh. hahahaaaa... dasar man***, wajar suami lu nyari yang lain, yang bisa ngasih keturunan, bukan kayak lu, Man***!!" Hina Vivian sambil mematikan telp.


Cindy menangis mendengar hinaan Vivian.


"Jadi perempuan ja**** itu mas selingkuhan kamu?" tanya Cindy.


"Kamu tahu dia siapa? dia yang sudah merusak rumah tangga Raihan dan Keenar, mas!! perempuan itu bahkan mengaku hamil anak Raihan!!"


Harlan kaget mendengar kalau Vivian ternyata hamil anak Raihan.


"Apa??!! dia hamil anak Raihan??!!"


"Kenapa? kamu kaget? atauu jangan-jangan perempuan itu juga mengaku kalau dia hamil anak kamu??!!"


"Tidak mungkin, ini semua tidak mungkin" Harlan seperti tidak percaya.


"Mas, jangan bilang kalau kamu yang sudah menghamili Ja**** itu? "


Harlan masih terdiam dan tanpa menjawab pertanyaan Cindy, Harlan langsung pergi keluar rumah.


"Mas, kita belum selesai, Mas!!! teriak Cindy.


Cindy menangis membayangkan rumah tanggany dan rumah tangga adiknya telah dirusak oleh perempuan yang sama. Entah dosa apa yang telah mereka lakukan pada Vivian.


Harlan memacu mobilnya dengan sangat cepat, hatinya penuh amarah demi mendengar kalau Vivian hamil anak Raihan, padahal 2 bulan lalu, Vivian mengaku hamil anaknya. Awalnya Harlan tidak mau mengakui kalau itu anaknya, namun Vivian dengan pintarnya meyakinkan Harlan kalau janin yang dikandungnya adalah anaknya.


Harlan yang memang sangat menginginkan kehadiran seorang anak, akhirnya mau mengakui kalau itu anaknya. Bahkan Harlan sudah membuat rencana akan mengambil anak itu dan akan mengasuhnya bersama Cindy. Disaat Harlan bingung bagaimana memberi alasan pada Cindy kalau ingin mengadopsi anak, malah Harlan mendapat kenyataan kalau itu bukan anaknya namun anak adik iparnya.


"Dasar perempuan Ja****!!!" makinya.

__ADS_1


Sedangkan di rumah Cindy, orang tua Cindy yabg mendengar keributan di kamar Cindy langsung mendatangi kamar anaknya.


"Cindy, ada apa ini??" mama Cindy terkejut melihat keadaan Cindy yang sangat memperihatinkan.


"Mana Harlan? kalian bertengkar?" tanya papa Cindy.


Cindy tidak menjawab, tetap menangis histeris dipelukan mamanya. Mamanya memberi kode pada ayahnya untuk jangan bertanya apa-apa dulu.


"Papa keluar dulu saja, biarkan Cindy tenang" ujar Mama Cindy.


Saat papa Cindy keluar, barulah Cindy mau bicara pada mamanya


"Ma, mas Harlan ma...."


"Iya, kenapa Harlan? cerita sama mama. Ada apa sebenarnya" mama bertanya dengan lembut.


"Mas Harlan selingkuh ma.. " Cindy kembali histeris.


"Apa??? selingkuh? dengan siapa? tidak mungkin sayang, masa Harlan selingkuh? mama lihat, Harlan bukan tipe seperti itu" mama Cindy tidak percaya.


"Benar ma, percaya Cindy maa, mas Harlan itu udah berubah ma, dia bukan mas Harlan yang kita kenal dulu " Cindy masih menangis di pelukan mamanya.


"Vivian ma"


"Vi.. Vian? mantan pacar Raihan?" mama Rita terkejut mendengar selingkuhan Harlan adalah Vivian.


"Iya ma, Vivian itu sudah merusak rumah tangga Raihan, sekarang juga merusak rumah tangga Cindy" tutur Cindy.


"Masa sih Vivian? mama kok kurang percaya ya? maaf loh Cin, tapi setahu mama, Vivian bukan tipe wanita seperti itu deh" mama Rita masih belum percaya.


"Benar ma, bahkan dia mengaku hamil anak Raihan, dan tadi waktu Cindy bilang kalau Vivian mengaku hamil anak Raihan, mas Harlan seperti marah dan tidak percaya lalu dia pergi begitu saja" Cindy menceritakan kejadian tadi pada mamanya.


Mama Rita yang awalnya tidak percaya, sekarang mau tidak mau harus percaya kalau Vivian sudah menghancurkan rumah tangga anak-anaknya.


"Kurang aj** anak itu" Geram mama Rita.

__ADS_1


"Ma, kita harus lakukan sesuatu ma. Cindy gak rela, rumah tangga Cindy dan Raihan hancur karena perempuan itu"


"Iya, nanti mama bicarakan pada papamu. Sekarang yang penting kamu tenang dulu ya nak ya?" mama Rita menenangkan Cindy yang masih sesenggukan.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Di apartemen Vivian.


Harlan mengetuk pintu unit apartemen Vivian dengan tidak sabar dan penuh kemarahan.


Saat Vivian membuka pintu, Harlan langsung mendorongnya.


"Perempuan Ja****!! kamu bilang itu anak aku, ternyata itu anak Raihan!! kamu main gila dengan Raihan!! kamu tahu dia adik ipar aku!! Kurang a***!!!" maki Harlan.


"Ini memang anak kamu sayang bukan anak Raihan!! aku gak pernah main gila dengan Raihan!! Vivian membela diri.


"Bohong!!! kurang apa kamu?!! semua mau kamu aku turuti tapi ternyata kamu hamil anak orang lain!! "


"Aku perempuan bebas mas, kamu lupa??! aku bisa main dengan siapa saja, tidak cuma kamu! Tapi asal kamu tahu, dengan yang lain aku selalu pakai pengaman. Hanya dengan kamu aku tidak pernah pakai apapun. Jadi aku bisa pastikan kalau ini benar-benar anak kamu"


"Bohong. Dari awal aku sudah curiga kalau itu bukan anak aku!! ternyata benar. Mulai sekarang jangan pernah temui dan hubungi aku lagi, apalagi sampai mencari masalah dengan istriku. Mengerti?!! kamu tahu apa yang bisa aku lakukan jika kamu masih mengganggu rumah tanggaku!!" ancam Harlan.


"Aku gak takut!! aku akan terus menuntut pertanggung jawaban kamu atas anak ini!!"


"Kamu minta tanggung jawab saja pada Raihan. bisa jadi itu memang anaknya" tukas Harlan sambil R mencekik Vivian.


"Dengar ja****! aku gak peduli kamu mau menghancurkan keluarga adik iparku atau orang lain. Tapi jangan pernah kamu ganggu istriku!! kalau tidak aku tidak segan-segan menghabisi kamu. Mengerti!!" lanjut Harlan melepaskan cekikannya pada leher Vivian.


Vivian ketakutan melihat kemarahan Harlan yang tak seperti biasanya.


"Kau harus ingat Vivian, jangan pernah lagi kamu menemuiku, menghubungiku, apalagi istriku. Lupakan kalau kita pernah bersama. Hubungan kita selesai sampai disini"


"Anak ini bagaimana mas?"


"Aku tidak peduli, sudah kubilang gugurkan saja! lagipula aku dari awal memang tidak yakin kalau itu anakku, darah dagingku!. Begini saja, jika kamu benar-benar yakin itu memang anakku, setelah anak itu lahir, kita buktikan dengan tes DNA. Kalau benar itu anakku, aku akan mengakui dan merawatnya bersama istriku. Kamu dengar itu Vivian!!!" bentak Harlan.

__ADS_1


Vivian hanya mengangguk, berpura-pura menyetujui walaupun dalam otaknya sedang mencari rencana baru yang akan menghancurkan Harlan dan Raihan. Sekali tepuk, empat lalat mati. Begitu pikir Vivian.


Setelah Harlan pergi, Vivian langsung mengambil tas dan kunci mobilnya. Dengan rasa marah yang menggelegak,.Vivian akan menghancurkan mereka dengan bantuan dukun yang dulu membantu Vivian mendapatkan Raihan.


__ADS_2