Keenar, Ketika Hati Dipaksa Untuk Berbagi

Keenar, Ketika Hati Dipaksa Untuk Berbagi
Harlan dan Cindy


__ADS_3

Raihan terkejut demi mendengar Vivian tidak keberatan menjadi yang kedua.


"Kau gila Vi" desis Raihan.


"Aku jadi gila karenamu Han, aku ikhlas jadi yang kedua asal anak ini ada ayahnya Han" Vivian mencoba merayu Raihan.


"Tidak Vi, tidak akan"


"Kamu pikirkanlah lagi Han, kasian anak ini. Ini anak kamu juga".c


Raihan bersiap pergi saat Vivian tiba-tiba memeluknya dan mencium bibirnya.


"Kamu mau kemana Han, kamu gak merindukanku, merindukan kehangatan kita??" Vivian merayu Raihan yang diam saja. Raihan tidak membalas ciuman Vivian. Namun lama kelamaan ciuman dan rangsangan Vivian membangkitkan gairah Raihan. Tidak lama kemudian, Raihan membalas ciumaN Vivian. Raihan menggendong Vivian ke kamar.


Di kamar mereka melanjutkan kegiatan panas mereka yang tertunda selama tiga bulan. Vivian sangat lihai membangkitkan gairah Raihan. Dia tahu kalau Raihan tidak akan menolaknya.


Sementara itu Keenar masih berdiam diri di dalam kamar. Cindy sudah berkali-kali mengetuk pintu kamar Keenar, tapi hanya dijawab: "Iya, nanti aku keluar."


Tidak lama kemudian, Keenar keluar kamar dan menemui Cindy yang menggendong Zafran. Melihat Zafran, Keenar menangis dan langsung mengambil Zafran dari gendongan Cindy.


"Maafin mama ya nak, mama gak temenin Zafran dari kemarin, maafin mama" Keenar menangis dan menciumi Zafran. Zafran yang mendengar tangis Keenar juga ikut menangis, mungkin ikut merasakan apa yang dirasakn Keenar.


"Mama janji nak, mama akan selalu ada disamping Zafran, mama juga janji akan bawa papa kembali bersama kita ya nak. Papa Zafran hanya milik mama dan Zafran" Janji Keenar.


"Kee, kamu udah pikirin selanjutnya bagaimana?" tanya Cindy.


"Iya mbak, aku memilih bertahan bersama mas Raihan, aku gak mungkin egois pergi dari mas Raihan sedangkan Zafran masih membutuhkan papanya. Aku bertekad akan membawa kembali hati mas Raihan. Aku yakin mas Raihan akan memilih kami dibanding perempuan itu".


"Mbak gak yakin Kee, bayi yang dikandung Vivian adalah anak Raihan, kayaknya ada yang janggal menurut perasaan mbak. Mbak akan bantu kamu cari tahu"

__ADS_1


"Terima kasih ya mbak, mbak selalu ada buat aku dan Zafran. Tanpa bantuan dan dukungan mbak, aku gak bisa jalani ini semua" tutur Keenar.


"Harusny Mbak minta maaf Kee, adik mbak udah bikin hidup kamu menderita selama ini. Orang tua mbak juga sama aja Kee, selalu bela Raihan. Sudah jelas-jelas Raihan salah, masih saja dibela. Maafin keluarga mbak ya Kee, Mbak malu sama kamu" Lirih Cindy.


"Gak apa-apa mbak, mungkin ini udah jadi garis hidup Keenar, bantu doa aku ya mbak, selalu support aku, itu udah cukup buat aku bertahan". Keenar memeluk Cindy.


Mbak Aminah yang menyaksikan adegan itu dari pintu dapur, ikut meneteskan air mata haru. Hatinya ikut sedih manakala melihat Keenar tersakiti oleh suaminya. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena mbak Aminah merasa, dia bukanlah siapa-siapa, tidak berhak ikut campur urusan majikannya.


Selama tiga bulan ini setelah Keenar melahirkan Zafran, mertua Keenar hanya datang sekali melihat cucunya. Setelah itu mereka tidak pernah datang lagi, padahal rumah mereka tidak terlalu jauh dari rumah anaknya. Sangat berbeda dengan orang tua Keenar yang setiap dua minggu sekali selalu datang menjenguk cucunya.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Cindy Claudia Putri, kakak perempuan dari Raihan. Cindy dan Raihan berbeda usia tiga tahun.la


Cindy masih tinggal bersama orang tuanya. Semenjak menikah, Cindy dilarang orang tuanya untuk pindah dari rumah itu. Mereka beralasan tidak ada yang menemani mereka. Rumah sangat sepi kalau Cindy pindah.


Suami Cindy, Harlan, adalah seorang pengusaha. Cindy dan suaminya menikah sudah 5 tahun tapi sampai sekarang mereka belum diberi keturunan. Cindy dan suaminya sudah memeriksakan diri ke dokter, hasilnya mereka semua subur, tidak ada masalah. Hanya masalah waktu saja, Tuhan belum memberi Mereka keturunan.


Beberapa bulan ini, Harlan menjadi sangat berubah. Harlan tidak lagi mengajak Cindy pergi Walapun hanya makan di restoran favorit mereka sejak sebelum menikah. Harlan juga tidak lagi menciumnya saat akan berangkat kerja, tidak lagi meminta dipakaikan dasi ataupun kaus kaki seperti dulu lagi.


Cindy sudah curiga ada yang tidak beres dengan Harlan, tapi Cindy mencoba menepis perasaannya. Cindy selalu percaya jika Harlan tidak akan berbuat macam-macam di luar sana. Namun lagi-lagi logikanya mengatakan ada sesuatu yang Harlan sembunyikan dibelakangnya. Cindy belajar banyak dari permasalahan yang menimpa adiknya.


Sahabatnya pernah berkata: "Jika laki-laki mulai berubah, pasti ada sesuatu yang disembunyikan di belakangmu".


Feeling seorang istri selalu tepat, seperti malam ini, kecurigaan Cindy akan semakin menebal manakala Cindy menemukan sebuah lipstik di tas suaminya, dan yang lebih mengagetkan, Cindy melihat beberapa kotak Ko**** di dalam tas suaminya.


Cindy terduduk lemas di pinggir tempat tidurnya sambil memegang kotak K*****. Persis saat Harlan keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya memegang kotak saktinya.


"Sayang..." panggil Harlan pelan. Jantungnya berdegup kencang, membayangkan kemarahan yang akan diluapkan istrinya.

__ADS_1


Dengan menahan rasa marah, Cindy mengangkat kepalanya dan menatap tajam Harlan.


"Ini milik siapa mas?" tanya Cindy sambil mengacungkan lipstik dan Kotak sakti yang ada di tas suaminya.


"Itu... itu... " Harlan gugup.


"Siapa wanita itu mas?" tanya Cindy yang mulai menangis.


"Maafkan aku sayang" Harlan meminta maaf karena percuma berbohong bilang itu bukan miliknya. Cindy tidak sebodoh itu, lebih baik dia mengaku.


"Siapa wanita itu mas? kamu sudah tidak mencintaiku mas? apa karena aku tidak bisa memberimu anak lalu kamu selingkuh di belakangku?" Cecar Cindy.


"Bukan begitu sayang, maafkan aku. Aku khilaf" Harlan berusaha memeluk Cindy, namun dengan cepat ditepisnya pelukan Harlan.


"Aku yang harusnya meminta maaf mas, aku yang tidak bisa memberimu anak. Siapa wanita itu mas? kamu mencintainya?" tanya Cindy pelan.


Harlan terdiam, dia tidak ingin mengatakan siapa wanita itu karena pasti akan semakin menyakiti hati Cindy. Harlan menyesal sudah bermain dibelakang Cindy.


"Kamu tidak ingin mengatakan siapa wanita itu mas? apa aku mengenalnya? kamu mencintainya mas?" Cindy mengulangi pertanyaannya.


Harlan menggeleng.


"Tidak sayang, aku tidak mencintainya. Aku hanya mencintai kamu dari dulu sampai saat ini"


"Tapi kenapa kamu selingkuh!!!!!! Bohong kamu mas! omong kosong Cinta!! kalau kamu mencintai aku, kamu gak akan selingkuh!!!" Bentak Cindy.


Harlan hanya terdiam mendengar kemarahan Cindy.


Tak disangka ponsel Harlan yang terletak dimeja tiba-tiba berbunyi dan dengan cepat di ambil oleh Cindy.

__ADS_1


"Vivian" desis Cindy saat melihat nama kontak di ponsel Harlan.


Di angkatnya telpon Vivian.


__ADS_2