
Siang ini Keenar bertemu Sandra, sahabatnya yang baru pulang dari luar kota. Keenar menceritakan semua permasalahannya. Sandra, yang memang tidak pernah bertemu Keenar sejak terakhir mereka bertemu tahun lalu, jelas kaget mendengar cerita Keenar. Sandra tak menyangka jika Raihan bisa berbuat seperti itu. Walaupun sekarang Raihan sudah kembali lagi ke pelukan Keenar, tapi tidk menutup kemungkinan kalau akan kumat lagi.
"Kee, gue kasih tahu ya. Kalau sekali laki-laki selingkuh, dia bakal ngulangin lagi. Jangan percaya dia bakal berubah. Omong kosong" nasihat Sandra.
"Iya gue tahu, makanya sekarang gue curiga kalau mas Raihan balik lagi ke perempuan itu"
"Terus kalau memang beneran Raihan balik lagu ke perempuan itu, lu mau apa? apa yang bakal lu lakuin?" tanya Sandra.
"Ya gue minta cerai lah. Cukup sekali gue kasih kesempatan. Gak bakal lagi gue mau, apapun yang terjadi". Tekad Keenar.
"Yakin? lu bisa tegas gitu?" Sandra merasa sangsi, karena memang Keenar yang dikenalnya mudah luluh oleh rayuan Raihan.
"Bisa. Gue yakin bisa. Gue juga punya perasaan San. Dia pikir gue bakal terus terima dia selingkuhin gue berkali-kali? dipikirnya gue gak bisa hidup tanpa dia?"
"Bagus kalau lu punya pikiran kayak gitu. Lagian kalau lu cerai juga masih ada Doni yang nunggu kan?" Seloroh Sandra.
"Bukannya Doni jadian sama lu?"
"Enggak, gue bukan tipe Doni" Sandra tertawa sambil mengaduk-aduk minuman di depannya.
Siang itu mereka banyak bercerita tentang hati mereka masing-masing.
Lain Keenar, Lain pula Vivian. Vivian yang masih sibuk PDKT dengan Vano, semakin tidak mempedulikan Raihan yang hari ini datang lagi ke apartemennya.
"Vi, kamu sudah sehat?" tanya Raihan.
"hmmm" jawab Vivian yang matanya tak lepas dari ponselnya. Sejak tadi Vivian sibuk bertukar pesan dengan Vano.
Melihat Vivian yang tidak mempedulikannya membuat Raihan kesal, dan menarik ponsel dari tangan Vivian.
"Kamu apa-apaan Han? kembalikan ponselku" marah Vivian.
"Enggak, dari tadi kamu gak pedulikan aku. Aku datang pun, kamu gak sambut aku kayak biasanya"
__ADS_1
"Hah?? memang aku ini siapa kamu Han???? siapa?? kamu udah buang aku. Kamu usir aku. dan sekarang kamu minta aku kayak biasanya? Heeii han, aku ini punya harga diri. Lelaki gak cuma kamu!! Kamu gak mau tanggung jawab anak ini. Gak masalah! aku bisa besarkan anak ini sendiri. Gak bakal aku ngemis-ngemis sama kamu ataupun kakak ipar kamu itu! ngerti?" marah Vivian.
Raihan terkejut mendengar ucapan Vivian. Raihan tak menyangka Vivian akan berkata seperti itu. Raihan tidak tahu kalau Vivian berani berkata seperti itu karena Vivian sudah punya mangsa baru yang lebih segala-galanya dibanding Raihan. Yang terpenting, Vano tidak masalah dengan kehamilannya.
"Sekarang, lebih baik kamu keluar dari sini. Aku lagi pengen sendiri. Kamu gak perlu repot-repot khawatirin aku. Aku bisa jaga diri aku sendiri." Vivian mengusir Raihan pergi.
"Vi.. aku minta maaf soal itu. Tapi....." ucapan Raihan terpotong saat ponsel Vivian berbunyi, sekilas dilihatnya nama "Vano".
"Aku gak peduli lagi Han. Mulai sekarang jangan pernah datang lagi kemari. Silahkan kamu pergi" usir Vivian.
Setelah Raihan pergi, Vivian tersenyum penuh kemenangan.
"Apa rasanya diperlakukan seperti itu Han? sakit kan? itu belum seberapa, kamu bakalan mengemis cinta dihadapanku dan kupastikan rumah tanggamu hancur." gumam Vivian penuh dendam.
Raihan masih berada di depan lift apartemen saat dilihatnya Kayana keluar dari dalam lift.
Kayana melihatnya dan sedikit terkejut melihat penampakan Raihan yang acak-acakan.
"Kay.. tunggu. Kita perlu bicara" ajak Raihan.
"Gue gak tahu Kay, entah kenapa gue jadi kacau gini. Gue gak bisa kendalikan diri gue sendiri. Gue selalu ingat Vivian" Sahut Raihan dengan lirih.
Kayana mengendikkan bahu.
"Gue gak tahu dan gak mau tahu urusan kalian. Selesaikan sendiri" Kayana beranjak pergi dari hadapan Raihan.
"Pakde Gimo ampuh juga" batin Kayana sambil mengehela napas.
Kayana tiba di rumah dan melihat Vivian yang sedang tidur-tiduran di sofa.
"Lu apain Raihan? sampe kusut gitu?" tanya Kayana tiba-tiba.
"Ketemu dia lu? aahahahaah... Pakde Gimo ampuh juga ya? keren".
__ADS_1
"Kasian Vi, kasian anak istrinya" ucap Vivian pelan.
"Rasa Kasihan gue udah mati Kay. Gue mau lihat gimana hancurnya rumah tangga mereka"
"Kenapa sampai segitunya sih Vi? apa salah mereka?"
"Salah, jelas salah. Gue gak suka aja ada yang merebut milik gue. Kalau gue gak bisa milikin, siapapun gak bisa"
"Sekarang Raihan bisa lu milikin sampe kapanpun tapi kenapa lu malah nolak dia?" Kayana bingung dengan pemikiran Vivian.
"Enggak. Itu buka perasaan asli Raihan, itu karena gue minta bantuan pakde Gimo. Perasaan asli Raihan udah gak ada buat gue. Lagian gue pengen main-main dulu, gue mau lihat seberapa sabar isteri tercintanya Raihan" Vivian tersenyum sinis.
"Lu sakit Vi" ucap Kayana prihatin.
"Iya gue sakit. Dari dulu gue emang sakit, lu tahu itu Kay".
"Sudahlah lupakan Raihan, sekarang gimana Vano?" tanya Kayana mengalihkan pembicaraan.
"Vano ya? yaaa udah pelan-pelan masuk perangkap cinta gue dong. Gampang"
"Mau dilanjutin sampe kapan"
"Sampe gue bosen"
"Kalau ternyata lu jatuh hati?"
"Gak tahu Kay. Yang penting sekarang ada lelaki yang mau nerima anak ini dengan ikhlas. Masalah hati gue mah entah poin keberapa. Gue udah gak mikirin hati lagi"
"Kalau Raihan tahu tentang Vano gimana?"
"Gak bakal gimana-gimana. Dia gak bisa nuntut apapun, gue sama di gak terikat apapun kan? jadi yaaa dia gak bisa ngapa-ngapain. Paling stres doang. Urusan bininya lah yaaaa kalau udah gitu mah" Vivian tertawa santai.
Kayana bingung menghadapi pemikiran Vivian yang menurutnya semakin aneh dan tidak dapat diterima dengan akal sehatnya.
__ADS_1
"Terserah lu Vi, asal lu seneng aja" Kayana bangkit dan menuju kamar tidur.
Sepeninggal Kayana, Vivian merenung dengan perjalanan hidup dan cintanya. Sekarang Kemewahan memang di dapatnya dengan mudah, bermodal wajah cantik, senyumnya yang menawan dan tubuh yang sexy, Vivian Dengan mudah mendapatkan apa dia mau. Termasuk soal Cinta. Dengan mudah bisa di dapatnya dari lelaki manapun. Vivian tersenyum senang, ternyata hasil kerja Pakde Gimo sangat memuaskan. Susuk di beberapa bagian tubuhnya berfungsi dengan sangat baik dan menjadikan dirinya nyaris sempurna dimata lelaki.