
Setiap orang memang berhak berubah,tapi Vivian sangat drastis perubahan. Kayana tidak lagi mengenal Vivian, seperti orang yang berbeda, sangat asing.
Sejak saat itu lambat laun Vivian dan Kayana mulai berjarak. Tidak lagi seperti dulu. Apalagi semenjak kejadian di malam minggu yang membuat Kayana sedih dan kecewa pada Vivian.
Malam itu, Kayana mendapat undangan dari anak teman mamanya untuk makan malam disebuah resto terkenal. Galang, nama anak teman mama Kayana. Saat itu, Galang yang juga teman masa kecil Kayana, baru pulang dari luar negeri. Setelah beberapa tahun berlalu, Galang menjadi sangat tampan dan berhasil membuat Kayana Pangling saat bertemu kembali. Kayana dan Galang hanya berbeda 3 tahun.
"Kenapa ngliatin mulu? pangling ya aku sekarang cakep?" Galang Narsis
"Banget, secara kan yaaa kamu dulu cungkring, rambut lu jigrak-jigrak kayak duri, kenapa sekarang bisa berubah banget coba? makan apa kamu disana Lang?" Kayana benar-benar Pangling.
"Makan sehat lah Kay, kalo aku makan sembarangan, jajan sembarang kayak dulu, ya jelas masih masih cungkring dan tidak glowing dong" kekeh Galang. Kayana ikut tertawa, disadarinya Galang semakin tampan saat tertawa.
"Jadi kamu sekarang kelas Xl Kay? cepet banget? aku kira kamu masih SMP" Tanya Galang sambil menyendok makanannya.
"SMP? hohooo berarti aku masih imut dong ya kayak anak SMP, kinyis-kinyis" Kayana narsis.
Saat Kayana dan Galang sedang berbincang dan bernostalgia sembari makan, tiba-tiba dari arah pintu masuk, muncul Vivian dan amber. Vivian mengenakan pakaian terbuka yang sangat sexy, sedangkan amber pun tak jauh berbeda. Vivian tidak melihat adanya Kayana dan Galang. Tapi Kayana melihatnya. Kayana sempat kaget tapi dengan cepat menguasai keadaan, hampir lupa kalau sekarang dirinya sedang bersama Galang.
Kayana mengikuti Vivian dengan ekor matanya, Lalu Vivian dan Amber duduk seperti sedang menunggu seseorang. Tak lama kemudian, datanglah dua laki-laki yang diperkirakan Kayana berumur cukup matang. Sekitar 40 tahunanlah. Setelah melihat dua laki-laki itu dan menghampiri meja Vivian dan Amber, Vivian langsung bergelayut manja dan mencium pipi laki-laki pertama. Amber pun melakukan hal yang sama pada lelaki kedua.
Kayana yang melihat adegan itu jelas saja terkejut, heran dan tak menyangka kalau sahabatnya bisa seperti itu. Galang melihat perubahan wajah Kayana saat melihat pengunjung yang tak terlalu jauh dari meja mereka.
"Liatin apa Kay? kok kayaknya kaget gitu?" tanya Galang.
"Itu temen aku disitu, tapi kok sama om-om ya Lang? kalau itu omnya kan gak mungkin, soalnya temenku tuh yatim piatu.". Jawab Kayana tapi matanya tak berpaling dari Vivian.
"Itu? Vivian sama Amber? temen kamu? kok bisa kamu punya temen macem gitu?" sekarang gantian Galang yang terheran-heran Kayana memiliki teman seperti mereka berdua.
"Macem gitu gimana Lang? Vivian tuh sahabat aku, udah kayak sodara lah kami. Kalo si amber temen kelas sebelah doang. Tapi Akhir-akhir ini Vivian deket banget sama Amber. Eh tunggu kok kenal sih Lang? " Kayana terheran-heran karena menurutnya Vivian tak punya kenalan seperti Galang, Kayana lupa kalau Vivian yang sekarang sangat berbeda dengan Vivian yang selama ini Kayana kenal.
"Ahaha.. siapa yang gak tahu mereka berdua Kay. Mereka tuh udah sugar babynya om-om senang. Aku sering liat mereka di club malam, dulu sih cuma Amber yang sering kesana tapi akhir-akhir ini si Vivian juga makin sering kesana"
Hah?????? Kayana bengong mendengar penuturan Galang.
__ADS_1
" Biasa aja!! gak usah sampe bengong kayak gitu" Galang menyentil bibir Kayana yang terlihat lucu dimatanya.
"Kok kamu tahu mereka sering ke Club? berarti kamu juga sering kesana Lang? tiap hari? sampe hafal kayakny" cibir Kayana.
" Ya jelas aku tahu, kan club itu punya papaku dan aku jadi manager disitu, sudah gitu aku juga sering ngobrol sama temen-temenku juga disitu, ya jelas aku tahu mereka." Jelas Galang.
"Terus mereka ngapain aja disitu?" tanya Vivian.
"Maen petak umpet, ya jelas kerja sambil nyambi lah bebh." ujar Galang.
"Kan katanya Vivian, dia kerja jadi LC karaoke, cuma nemenin tamu doang tapi kok?"
"Ya ampun polosnya ni bocah, Kayana.. iya di memang kerja ditempat aku jadi LC karaoke, iya dia nemenin tamu tapi juga bisa berlanjut nemeninnya. Maksud aku berlanjut kencan diluar. Siapa loh yang nolak dua om-om senang tadi? duitnya banyak, minta apa juga pasti dikasih"Jelas Galang.
"Iya tapi kan pasti ada ujungnya juga"
"Ya pasti lah, gak mungkin om-om itu ngasih secara sukarela kalo gak ada timbal baliknya. Apalagi temen kamu itu masih segar, masih ABG, cantik banget pula, yang seperti itu yang memang dicari mereka".
"Kamu jangan ikut-ikutan mereka deh ya.. tadi katanya kamu dekat dengan Vivian, mulai sekarang lebih baik kamu jauhi dia". saran Galang.
"Kenapa mesti gitu? ya tetap dekat kan gak apa-apa, yang penting aku gak ikut-ikutan kayak gitu". Protes Kayana.
Galang menarik napas.
"Kayana teman kecilku yang polos dan imut, dengerin yaaaa kamu pernah dengar ungkapan yang bilang kalau kita berteman dengan penjual minyak wangi, kita akan ikutan wangi, tapi kalau kita berteman dengan pandai besi kita bisa terkena percikan apinya, atau juga bisa jadi kena bau asapnya yang gak sedap. Ngerti maksudny?" Jelas Galang.
Kayana mengangguk, sedikit tidak terima tapi memang itu yang terjadi. Beberapa dari teman sekelas mereka mulai ikut mejauhi Kayana karena mereka tahu Kayana berteman dekat dengan Vivian.
Sementara itu Vivian dan teman-temannya yang sudah selesai makan, beranjak pergi. Vivian masih saja bergelayut manja di lengan om-om yang menurut Galang adalah Sugar Daddy mereka. Kayana tak mengerti apa itu Sugar Baby dan Sugar Daddy. Kayana berniat mencari tahu nanti.
"Lihat Kay, tebak mereka akan kemana?" tanya Galang usil.
"Pulang kalik, yuk kita juga pulang" ajak Kayana lemas. Hilang sudah moodnya melihat sahabatnya seperti itu.
__ADS_1
"Mau ngikutin mereka gak? mereka bakal kemana setelah ini?" ajak Galang.
"Ngapain sih? biarin aja. Paling juga pulang ke kostannya"
"Gak mungkin lah, pasti ke hotel. Gak percaya? yuk ikutin" tebak Galang.
Kayana akhirnya menurut, dan ikut mengikuti mereka berempat.
"Kurang kerjaan tahu gak sih Lang ngikutin orang, udah kayak apa aja" ucap Kayana.
"Biar kamu tahu kelakuan sahabat kamu itu kayak apa. Biar kamu juga berpikir buat jauhin dia"
Setelah beberapa saat mengikuti Viavian dan teman-temannya, Kayana mendapati hal yang mengejutkan. Ternyata mereka benar-benar ke hotel.
Kayana lemas melihat kenyataan di depannya. Vivian memang sudah benar-benar bukan Vivian yang dulu.
Galang yang melihat perubahan wajah Kayana, Berinisiatif mengantarkan pulang saja.
"kok kamu pucat Kay? kita pulang aja ya?" Tawar Galang.
Kayana mengangguk lesu.
Galang mengantarkan Kayana pulang dan setelah berbasa-basi dengan mamanya Kayana, Galang pun pamit pulang.
Setelah Galang pulang, mama memberondong Kayana dengan banyak pertanyaan, yang hanya dijawab Kayana:
"Besok aja tanya-tanya nya, Kay mau tidur dulu, agak lemes daritadi. Gak enak badan kayaknya ini" bohong Kayana.
Mamapun percaya dan mengijinkan Kayana tidur.
Di Kamar.
Kayana masih kepikiran kejadian tadi, seakan tak percaya tapi nyata. Kayana menarik napas panjang dan mulai memejamkan mata berharap semua hanya mimpi, dan esok hari Viviannya akan kembali lagi.
__ADS_1