
"Sendirian di Hotel Modesta?" goda Keenar
"Ya sendiri memang sama siapa lg? orang yang gw sayang udah nikah sama orang lain." sindir Doni.
"Mulaaaaiiii" Keenar melempar bantal kursi ke arah Doni.
Saat sedang bercanda dengan Doni tiba-tiba Sandra menelpon Keenar.
"Kee, dimana?" tanya Sandra langsung
"Di rumah, ada mas Doni juga ini. Kenapa?"
" Hah di rumah? bukan di hotel Modesta?" teriak Sandra seperti terkejut mendengar Keenar berada di rumah.
"Ngapain gw ke hotel Modesta? mau honeymoon lagi gitu?" Keenar bertanya balik
"Ah gw kira lagi di hotel, abis tadi gw kayak liat lu jalan gitu. Tapi mungkin gw salah liat, mirip doank kalik. Btw, mas Doni kapan balik?"
"Iya, mirip doang mungkin.. dari kemaren baliknya, lu ke sini aja. Tanya-tanya sendiri, kalik aja ada getaran cinta" goda Keenar
"Haiiisshh gak pantes lu jd mak comblang. gw kesana deh" tukas Sandra
"Yuhuuuu gw tunggu" sahut Keenar
"Sandra temen akrab kamu dulu yang rambutnya panjang? apa kabar dia?" tanya Doni
"Iya mas, Sandra manalagi yang akrab sama aku. Bentar lagi dia kesini, kalik aja mas Doni sama Sandra cocok kan yaaaa" Keenar belagak jadi mak comblang
"Belajar jadi mak comblang kah?"
"Kalik aja bisa jadi kerjaan baru, ye kan?"
Di Hotel Modesta
Setelah bergumul seru sampai 3 ronde akhirnya Raihan dan Vivian kelelahan dan kelaparan. Raihan segera memesan makanan online sesuai permintaan Vivian.
"Jadi istri kamu sudah hamil 7 bulan, laki-laki atau perempuan ?" tanya Vivian sambil bersandar di dada bidang Raihan
"Iya 7 bulan, laki-laki menurut usg terakhir bulan lalu" jawab Raihan
__ADS_1
"Terus begitu bayi itu lahir, kamu langsung ceraikan perempuan kampung itu ya sayang? aku udah pengen jadi nyonya Raihan Anggara. Hanya aku Vivian Arvianty tanpa perempuan kampung itu" ujar Vivian dengan ekspresi jijik
"Keenar, namanya Keenar bukan perempuan kampung" protes Raihan tidak suka. entah kenapa jika ada yang menghina Keenar, hatinya tidak suka.
"Aku gak mau sebut namanya. eh, barusan kamu belain dia???" rajuk Vivian
"Gak belain, cuma..." perkataan Raihan terpotong karena makanan pesanan mereka sudah datang.
"Selesai makan kita checkout ya? kalo sampe minep disini Keenar bisa curiga" ajak Raihan
"Kenapa memang kalo curiga? kamu takut sama dia? halah perempuan kampung kayak gitu aja ditakutin" ejek Vivian
"Bukan takut, aku gak mau nambahin masalah. Kan aku udah bilang, Keenar lagi hamil besar. Jangan sampe stres, kasian bayinya" jelas Raihan.
"Sayang bayinya atau sayang Keenarnya?" sinis Vivian
"Mulai lagi deh, bikin gak mood tau gak" Raihan mulai marah dan meletakkan makanannya.
"Yaaaa gitu aja marah, aku cuma bercanda sayang, ayolah maafin aku. Yuk lanjutin lagi makannya" Rayu Vivian.
"Aku udah gak mood, kamu abisin aja sendiri. Aku pulang duluan, kamu bawa mobil sendiri kan?" tanya Raihan sambil melepas kimono dan memakai bajunya.
"Aku mana mungkin marah sama kamu. Aku cuma gak suka aja, kamu mengolok-ngolok Keenar. biar gimanapun dia masih istriku, ibu dari anakku" jelas Raihan
"Kamu yakin itu anak kamu?" Vivian mulai menghasut Raihan
"Maksud kamu? ya jelas anak aku lah.. aku percaya Keenar gak mungkin main dibelakangku" Bela Raihan
"Kamu lupa kalo dulu Keenar itu deket banget sama Doni? kayak perangko, bahkan ga bisa dipisah. Persahabatan macam apa kayak gitu? aku gak percaya kalo ada persahabatan murni antara laki-laki dan perempuan. Pasti ada udang dibalik batu. Bisa jadi kan, itu anak Doni?" Hasut Vivian makin menjadi
"Keenar setiap hari di rumah, mana mungkin bisa sebinal itu" Raihan masih tidak percaya dan belum terhasut.
"Yakin setiap hari ada di rumah? bisa aja kan pas kamu berangkat kerja, terus dia keluar dan ke hotel kayak kita gini?" terus-terusan hasutan Vivian agar Raihan terhasut.
Raihan tampak berfikir dan akhirnya
"Enggak lah, gak mungkin. Aku tahu Keenar gimana" ujar Raihan tetap kekeuh tidak percaya kalau Keenar tidak mungkin mengkhianatinya.
"Ya terserah kamu sih mau percaya atau enggak, yang penting aku udah ngucapin selamat dan mengingatkan kamu agar berhati-hati dengan perempuan.
__ADS_1
"Sudahlah tidak perlu dibahas sekarang. Lebih baik kamu bersiap-siap. Kita pulang sekarang, sudah hampir sore" ucap Raihan bersiap-siap
Di mobil, Raihan memikirkan ucapan Vivian mengenai calon anaknya. Raihan mengingat kedekatan Doni dan Keenar yang memang seperti tidak wajar. Sangat terlihat kalau Doni menyukai Keenar.
"Masa iya sih Keenar main dibelakangku, berani sekali dia" gumam Raihan sambil meremas rambutnya.
Sesampainya dirumah Raihan melihat Doni dan Sandra keluar dari rumahnya. Dengan amarah yang memuncak, Raihan menarik tangan Keenar ke dalam rumah.
"Berani sekali kamu memasukkan laki-laki lain ke dalam rumah saat suami kamu tidak ada di rumah?!!" Bentak Raihan
"Kamu kenapa mas? itu mas Doni, sahabatku. lagipula tadi ada Sandra, ada mbak Aminah juga. Kami tidak hanya berdua dirumah. Aku juga masih tahu adab mas" Jelas Keenar
"Dasar j**a*g, orang selingkuh mana mungkin mau ngaku !!" maki Raihan
"Apa kamu bilang mas? tega kamu nuduh aku J**a*g, nuduh aku selingkuh??!!! jahat kamu mas, aku masih punya harga diri, aku gak serendah itu!!! " Raung Keenar tak percaya Raihan bisa menuduh bahkan mengatainya seperti itu
"Jangan-jangan kamu yang selingkuh, aku perhatikan beberapa waktu inu kamu berubah, iya kan kamu selingkuh?" Keenar balik menuduh Raihan
"Kamu yang jelas-jelas selingkuh, kenapa jadi nuduh aku? Gila kamu!! sekarang jelasin sama aku, bayi siapa itu? bayi siapa??!!!!" bentak Raihan
"Apa? Bayi siapa? apa lagi ini mas? jelas-jelas ini bayi kamu, anak kamu!! " Keenar tak percaya Raihan bisa mengatakan hal itu.
"Bukan, selama ini kamu dekat sekali dengan Doni, bisa jadi kan itu anak dia? aku gak percaya itu anak aku!!" ucap Raihan dengan sinis
"Mas, bisa kamu berkata seperti itu? ini anak kamu, darah daging kamu!! aku berani sumpah kalau ini anak kamu!! teriak Keenar
"Aku gak percaya. Mulai sekarang, kita pisah kamar sampai kamu melahirkan. Setelah itu kelanjutannya kita bicarakan nanti. Aku tidur di kamar tamu" ujar Raihan
"Mas, kamu ini kenapa? jelasin sama aku, kita bisa bicara baik-baik" Keenar menarik tangan Raihan yang akan pergi ke kamar.
"Gak ada yang perlu dijelaskan lagi. Semua sudah jelas. Kamu selama ini main dibelakang aku" Raihan menghentakkan tangannya dan mendorong Keenar ke kursi lalu berjalan santai masuk ke kamar.
"Mas, kamu ini kenapa?" tangis Keenar.
Mbak Aminah yang menyaksikan majikannya bertengkar untuk pertama kalinya sangat Shock apalagi dilihatnya Keenar menangis di ruang tamu, tapi dia tak punya keberanian untuk mendekatinya.
"Ya Allah bu, yang sabar bu. Ini ujian ibu" gumam mbak aminah dibalik pintu dapur sambil menyusut air matanya.
"
__ADS_1