
“Punya Gue” kata Keisya dengan sedikit berteriak
“enak aja lo, ini tuh kursi gue tau” balas Nathan tak mau kalah
“eh yang pertama kali datang ke sini tuh gue, bukan lo”
“gue”
“gue”
“gue”
“Hei-hei ada apa ini?” seorang guru wanita yang baru saja masuk ke dalam kelas tersebut menghentikan perdebatan antara Keisya dan Nathan
“ini bu dia mau duduk di kursi ini, padahal saya duluan yang duduk disini” Keisya memberi tau
“bohong bu, sebelum dia datang saya udah duluan duduk di kursi ini “
“eh jangan fitnah deh lo” Keisya menunjuk Nathan sambil melotot
“Gue ga fitnah kok, emang gue duluan yang duduk di kursi ini”
“gue”
“gue”
“gue” serentak semua penghuni kelas menatap ke arah Keisya dan Nathan
“STOP” teriak bu Rani wali kelas kelas tersebut, Keisya dan Nathan diam “kalian itu sudah besar, sudah kelas sebelas masa iya masalah kursi dan meja aja harus ribut lagian kan masih banyak kursi dan meja yang masih kosong “
“tapi bu” Keisya dan Nathan berucap bersamaan
“udah ga usah di perpanjang, masalah tempat duduk ibu yang ngatur. Barisan pertama sama ke dua untuk anak laki-laki dan barisan ke tiga sama ke empat untuk anak perempuan dan ga ada bantahan” ucap bu Rani tegas dan tanpa di komandoi lagi beberapa orang anak mulai pindah dari tempat duduk yang sudah mereka duduki
“ah gara-gara lo berdua sih” gerutu beberapa orang anak laki-laki dan perempuan
“tau padahal gue udah pewe”
__ADS_1
“iya gue juga udah dapet tempat duduk yang strategis padahal “
Setelah itu Keisya maupun Nathan duduk di tempat duduknya masing-masing, Keisya duduk dengan sahabatnya Andin dan di depannya Gina dan Hayya sedangkan Nathan duduk dengan Diki. Mereka sama-sama duduk di deretan kursi paling belakang dan tempat duduk mereka hanya terhalang satu bangku.
“Udah kebagian semua kan?” Bu Rani memastikan
“Udah bu” balas semua anak serentak
“Yaudah kita mulai aja ya” sebagian besar anak terlihat mengangguk “assalamualaikum wr wb”
“Waalaikumsalam wr wb”
“Sebelumnya perkenalkan nama ibu ibu Rani Agustina, alhamdulillah tahun ini ibu diberi amanah untuk menjadi wali kelas kelas sebelas IPS 5 dan di sekolah ini ibu mengajar pelajaran Senin Budaya. Ada yang mau di tanyakan?”
“udah nikah belum bu?” celetuk Nathan
“Eh kalo nanya tuh yang berbobot dong” Keisya langsung komen
“terserah gue dong, mulut-mulut gue. Kenapa lo yang ribet”
“ya ampun baru beberapa menit yang lalu kalian diem, sekarang udah ribut lagi “ bu Rani berkata sambil menggeleng-gelengkan kepalanya “o iya dari tadi saya penasaran nama kalian siapa?” bu Rani melihat ke arah Keisya dan Nathan
“kalo kamu?”
“kenalin bu nama saya Nathan , cowok paling ganteng dan imut sejagat raya” ucap Nathan dengan PDnya
“dihhh pd banget lo jadi orang” Keisya tampak sebal mendengar omongan Nathan barusan
“lah emang faktanya begitu, benerkan semuanya?” Nathan mencoba mencari pembenaran pada teman-teman sekelasnya
“huuuuu”
“sabar fans sabar,tenang ya semuanya pasti bisa foto bareng dan dapet tanda tangan gue” Nathan mengangkat kedua tangannya, melihat tingkah Nathan sebagian besar murid tertawa dan ada pula yang menggelengkan kepalanya
“Dihh PD gile lo” ucap salah satu siswa terdengar lumayan kencang
“jadi gimana bu, ibu udah nikah belum?” tanya Nathan lagi dengan wajah penasaran
__ADS_1
“Kalo saya udah nikah emang kenapa? Dan kalo saya belum nikah juga kenapa Nathan?”
“yaa ga apa-apa sih bu, Cuma pengen tau aja”
“saya belum nikah” mendengar jawaban dari bu Rani, hampir semua siswa bersorak gembira dan bu Rani hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya “udah deh, sekarang kita mulai aja ya buat struktur organisasi kelasnya “
“iya bu”
“jadi siapa yang mau mencalonkan diri jadi ketua kelas?” mendengar omongan bu Rani seisi kelas jadi gaduh lagi
“Aryo bu” seorang siswa mengeluarkan suara
“siapa lagi?”
“Rendi “
“Risma”
“Hayya bu” bu Rani mulai menulis nama-nama yang diajukan oleh siswanya
“kayaknya udah cukup ya?” semua siswa mengangguk “sekarang kalian tulis nama calon ketua kelas pilihan kalian di kertas kecil dan kalo udah beres silahkan anterin ke meja ibu” semua anak mengikuti intruksi dari bu Rani dan satu per satu anak mulai berjalan ke arah meja guru
“Udah semua kan?” bu Rani memastikan
“udah bu”
“kita hitung sekarang ya” bu Rani mulai menulis nama-nama calon ketua kelas di papan tulis yang ada di kelas tersebut
Beberapa menit kemudian terlihat papan tulis sudah mulai terlihat banyak tulisan,dan setelah dihitung Rendi ada di posisi pertama, Aryo di posisi ke dua dan Hayya ada di posisi ke tiga. Dan setelah itu di putuskan bahwa Rendi menjadi ketua kelas, Aryo menjadi wakil ketua kelas, Hayya menjadi sekertaris dan Risma menjadi bendahara
Selain ketua kelas, wakil ketua kelas, sekertaris dan bendahara mereka juga memilih beberapa seksi diantaranya seksi keamanan, seksi kebersihan, seksi upacara dan lain-lain. Tak lupa mereka juga mendata benda apa saja yang harus di beli dan menghitung uang yang harus di kelurahan
“kalo bisa tembok bagian belakangnya kalian buat gambar atau tulisan yang kira-kira cocok” bu Rani memberikan arahan
“iya bu”
“terus rencana belanjanya mau kapan Ris?”
__ADS_1
“sekarang bu, ini saya mau berangkat sama Hayya” mengangguk
“yaudah kalian hati-hati ya” Risma dan Hayya mengangguk