
Beberapa hari yang akan datang akan ada acara penting di sekolah tempat Keisya menuntut ilmu, yaitu peringatan hari ulang tahun sekolah. Karena dalam acara tersebut terdapat berbagai macam lomba makan acaranya diadakan selama dua hari, lomba yang diadakan dalam acara tersebut diantaranya adalah Futsal, Basket, cerdas cermat, baca puisi, dan lomba menghias kelas.
Semua anggota Kelas sebelas IPS lima juga tampak begitu sibuk, mereka membagi-bagi tugas untuk mengikuti lomba, selain itu bu Rani juga terlihat sibuk memberikan arahan pada siswa-siswinya.
“brarti nanti yang belanja Hayya sama Niken ya”
“iya bu, selain yang di tulis di depan. Kira-kira ada yang harus di beli lagi ga bu?”
“kayaknya udah deh”
“yaudah deh kalo gitu kami belanja sekarang ya bu” bu Rani setuju “kalo ada yang harus di beli lagi nanti kabarin lagi aja ya bu “ bu Rani mengangguk
“Terus untuk seragam futsal, tarik tambang sama basket gimana?”
“pake baju kelas bu bawahnya pake celana olahraga”
“semua anggota kelas punya bajunya?”
“iya bu”
“oke deh kalo gitu, brarti ketua Futsal Nathan, basket putra Diki, basket putri Keisya, cerdas cermat Hayya, Andin sama Bambang, baca puisi Nadin”
“iyaaa bu”
“dan nanti setelah Hayya dan Niken datang kita langsung mulai ngehias kelas ya” semua anggota kelas setuju
Sore harinya
“Belum pulang Kei” Nathan menghampiri Keisya yang masih duduk di kursinya sambil memainkan ponselnya
“Belum”
“hari ini lo ga bawa motor ya” Keisya menggeleng “gue anterin balik ya” Nathan menawarkan diri
“ga usah”
“ga apa-apa, lagian rumah kita kan searah“
“lo ga perlu repot-repot karena gue bisa balik sendiri “ Keisya mengambil tas yang ada di atas mejanya, lalu pergi meninggalkan Nathan
“Keisya” Nathan mengejar Keisya “lo kenapa sih? Aneh banget “ Keisya diam saja “gue punya salah ya sama lo?”
“enggak”
“yakin?”
“iya”
“kalo gue emang gak punya salah sama lo kenapa sih kayaknya sekarang-sekarang lo kaya yang ngehindar gitu dari gue”
__ADS_1
“itu Cuma perasaan lo aja kali” Nathan tampak berfikir “o iya gimana hubungan lo sama Rahel?” Nathan tampak makin bingung
“gue mesti bilang berapa kali, gue tuh ga ada hubungan apapun sama Rahel “
“jangan gitu lo, Rahel tu bener-bener sayang sama lo tau “
“Hai Than, gue cari-cari dari tadi lo disini ternyata” Rahel berkata dengan nada yang manja
“gue duluan ya “ Keisya meninggalkan Nathan dan Rahel
“kei tunggu “ Nathan mencoba menyusul Keisya
“Mau kemana sih Than? Dia kan udah bilang kalo dia mau duluan, jadi biarin aja sih” Kata Rahel “mendingan lo anterin gue pulang sekarang “
“lah bukannya lo bawa mobil ya”
“iya tapi mobil gue di pinjem Widia tadi dan tadi dia ngasih kabar kalo dia ga bisa buru-buru datang soalnya dia kena macet parah katanya“
“oh gitu “
“lo anterin gue ya, please “
“tapi gue ga bawa mobil “
“yaudah deh ga apa-apa tapi kita brangkat sekarang ya “ Rahel setuju,
Setelah itu Rahel dan Nathan berjalan menuju ke parkiran motor, ketika motor Nathan keluar dari gerbang sekolah tiba-tiba pandangan Nathan beralih pada sosok perempuan yang sedang duduk sendiri di salah satu tempat duduk yang ada di depan warung si emak. Nathan segera mengarahkan motornya ke warung tersebut
“Ayo apa Nathan, panas nih” suara Rahel manja sambil mengipas-ngipaskan tangannya
“Bentar dulu apa” bentak Nathan “kalo ga ada yang jemput, lo kabarin gue aja. Nanti abis nganterin Rahel gue jemput lo”
“ga usah, bokap gue udah arah kesini “
“ayooo Nathan, panas tau. Kalo nanti aku item gimana?”
“iya-iya”
“gue sama Nathan duluan ya, dadah Keisya” ucap Rahel sambil memeluk erat tubuh Nathan, Keisya hanya mmengangguk
***
“ini minum kamu” Rahel menyerahkan sebotol air mineral dingin pada Nathan
“Makasih” Nathan menerima air mineral tersebut lalu meminum setengahnya
“Ya ampun Nathan keringet kamu banyak banget “ Rahel komentar “sini biar aku bersihin “ Rahel mengambil tisu yang ada di dalam kantong roknya lalu menghapus keringat yang ada di wajah Nathan
“ga usah, gue bisa sendiri “ Nathan mengambil paksa tisu yang ada di tangan Rahel
__ADS_1
Nathan celingak-celinguk sendiri, ia mencari-cari keberadaan Keisya
“kamu cari siapa?”
“nggak “
“o iya ni buat kamu. Tadi aku sengaja beliin roti ini buat kamu “
“ga usah deh, gue gak lapar “
“ini” Rahel sedikit memaksa, ia sudah membuka plastik roti tersebut “buka mulut kamu “ dengan terpaksa Nathan membuka mulutnya
Untuk kedua kalinya tangan Rahel memasukan roti ke dalam mulut Nathan, Nathan menghentikan aktivitas mengunyahnya ketika ia melihat wanita yang dari tadi ia cari-cari ternyata sedang melihat ke arahnya
“udah cukup “
“sedikit lagi Than, tanggung “
“gue bilang udah ya udah “ Rahel nurut
“Yaudah deh, ini minumnya “
Tak lama setelah itu terdengar suara pluit yang menandakan bahwa pertandingan akan segera di mulai lagi, Nathan dan timnya bersiap untuk melanjutkan pertandingan. Sebelum turun ke lapangan, Nathan menyempatkan untuk melihat ke arah Keisya tak lupa ia juga memberikan senyum terbaiknya pada Keisya meskipun Keisya tak membalas senyuman yang ia berikan tapi entah mengapa ia begitu merasa senang.
“ayo Nathan semangattt” Teriak Rahel sambil melambai-lambaikan tangannya “GO Nathan go Nathan go” Rahel berteriak sambil menari-nari
“Iya Nathan semangat” tambah Widia dengan suara yang tidak kalah kerasnya
Dari tadi sebetulnya diam-diam Keisya memperhatikan setiap tingkah laku Nathan dan Rahel, melihat kedekatan Nathan dan Rahel entah mengapa tiba-tiba saja ada sedikit rasa sakit yang menghampiri hati Keisya.
“Wajar lah mereka ngelakuin hal kaya tadi juga, orang mereka itu kan punya hubungan yang spesial “ batin Keisya “emang gue siapa? Ngapain juga gue ngerasa ga suka pas lliat kemesraan yang dilakuin sama Nathan dan Rahel. Mau mereka ngelakuin apapun terserah mereka, itu hak mereka dan gue ga pantes buat nge larang-larang “
“kenapa lo Kei? perasaan dari tadi lo diem terus “ Andin tampak penasaran
“Eh, ga apa-apa “ Keisya tersenyum
“yakin “ Keisya mengangguk dengan cepat
“o iya lo mau balik sama siapa? Sama gue apa sama Radit”
“emang lo mau pulang kapan?” Keisya melihat jam yang melingkar di tangan kanannya
“kayaknya bentar lagi juga gue pulang, soalnya ini udah sore“
“gue pulang bareng sama Radit aja kali”
“yaudah deh, eh gue balik sekarang aja lah” Keisya mengambil tasnya
“Serius, tapi pertandingan kelas kita kan belum beres Kei” Keisya mengangguk
__ADS_1
“biarin aja lah, gue duluan ya Ndin. Daaah”
“yaudah deh, lo Hati-hati ya kei” Keisya mengangguk