Keisya Dan Nathan

Keisya Dan Nathan
Kekhawatiran Keisya


__ADS_3

Andin mengendarai motor Keisya dengan kecepatan normal, sesekali ia memerhatikan sahabat baiknya dari balik kaca spion. Wajah Keisya begitu menunjukkan kecemasan, dari sini ia bisa menyimpulkan bahwa cinta Nathan ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Sahabat baiknya pun memiliki perasaan yang sama seperti yang Nathan rasakan.


“Lebih cepet apa Ndin” Andin tersenyum


“Ini juga udah cepet kali Keisya, lo sabar aja sih bentar lagi juga kita sampe. Noh rumah sakitnya udah keliatan “ Andin menunjuk ke arah sebuah gedung pencakar langit


Sebelum berangkat ke rumah sakit, Radit sempat memberi tahu Andin bahwa Nathan berada di UGD. Sesampainya di rumah sakit, Andin dan Keisya langsung menuju UGD. Di depan pintu UGD mereka bertemu dengan Radit dan Yanuar


“Dit keadaan Nathan gimana?” Keisya terlihat khawatir


“udah di tangani dokter kok,lo tenang aja“


“kok lo pada di luar? “


“yang nemenin ga boleh banyak-banyak, yaudah gue sama Yanuar keluar “


“terus yang nemenin di dalem siapa?” kali ini Andin yang bertanya


“Diki, yang lain udah pada pulang. Kalian mau liat Nathan?” Andin dan Keisya mengangguk “yaudah kalian tinggal masuk aja, Nathan ada di tempat tidur ke tiga”.


Andin dan Keisya masuk ke dalam UGD, tak lama kemudian mereka menemukan tempat Nathan berada. Nathan dan Diki terlihat begitu terkejut dengan kehadiran mereka,Keisya melihat ke arah Nathan yang sedang tiduran dengan tangan dan kaki kiri Nathan yang sudah di perban (untuk menutupi luka)


“Keisya” Nathan masih belum percaya dengan penglihatannya, ketika Andin akan membuka mulutnya seorang suster menghampiri mereka


“mohon maaf dek, Cuma satu orang yang boleh nemenin. Yang lain bisa tunggu di luar”


“ iya Sus, maaf ya” kata Andin ramah “yaudah Dik, kita keluar yu. Biar Keisya aja yang disini “

__ADS_1


“lah kok gue sih”


“iya, gue kan udah dari tadi disini. Lagian gue juga lapar “ Diki faham situasi


“udah jangan banyak omong, gue juga ga bisa lama-lama bebeb gue takut kesel nunggu diluar “ Andin mencoba memberi alasan yang cocok


Tanpa menunggu jawaban dari Keisya, Diki dan Andin segera keluar dari ruangan itu. Kini tinggal Nathan dan Keisya, untuk beberapa saat mereka masih sama-sama diam.


“Gimana keadaan lo?” tanya Keisya pelan, Nathan tersenyum


“Gue ga apa-apa kok, bentar lagi juga pulang. Tinggal nunggu orang tua gue jemput doang “ Keisya membalas senyum Nathan “kok lo bisa ada di sini?” Nathan penasaran


“gue tau dari Radit “ Nathan tampak heran, tanpa diminta Keisya menceritakan bagaimana ia bisa sampai di tempat itu


“jadi ceritanya lo khawatir sama gue” goda Nathan


“aaaawwww”


“eh sory-sory, sakit ya” Keisya merasa bersalah, Nathan tertawa pelan “ihhh lo boong ya, dasar nyebelin” Keisya manyun


“jangan marah dong, kalo marah cantiknya jadi ilang tuh” wajah Keisya mendadak jadi merah


“abisnya lo nyebelin “


“iya-iya gue minta maaf “ kata Nathan sungguh-sungguh “makasih ya”


“buat apa?”

__ADS_1


“makasih karena lo udah jenguk dan khawatir sama gue, jujur gue seneng banget Kei”


“sama-sama, o iya lo udah makan belom?” Nathan menggeleng “kalo gitu gue keluar dulu ya, gue beliin makanan buat lo” saat Keisya berbalik arah, Nathan menarik tangan Keisya


“Jangan kemana-mana, lagian gue juga ga lapar kok” pinta Nathan


“Tapi kalo belom makan, nanti perut lo sakit “


“jangan kemana-mana ya, please “


“yaudah deh “ untuk kesekian kalinya bibir Nathan tersenyum dengan bahagia “orang tua lo masih dimana katanya?”


“ga tau, tadi mama gue bilang kalo dia ga bisa buru-buru soalnya masih meeting sedangkan papa gue lagi di luar kota “ Keisya mengangguk


“Nathan “ seorang wanita beruasia empat puluh tahunan masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah cemas “kamu ga apa-apa kan?” wanita itu memeluk erat Nathan


“Nathan ga apa-apa ma, udah apa ma jangan meluk-meluk terus malu diliatin terus noh” Nathan mengarahkan kepalanya ke arah Keisya, mama Nathan mengikuti arah kepala putranya. Keisya tersenyum ke arah mama Nathan


“Tante” sapa Keisya sopan, lalu mencium tangan kanan mamanya Nathan. Mamanya Nathan hanya mengangguk sambil tersenyum


“Dia siapa?” bisik mama Nathan penasaran, karena setahu Mama Nathan Nathan tak punya teman dekat perempuan


“calon mantu mama” ucap Nathan dengan PD nya, Keisya dan mamanya Nathan terkejut dengan ucapan Nathan barusan “cantik kan ma?” mamanya hanya tersenyum


“Nama kamu siapa?” tanya mamanya Nathan lembut


“Keisya tante”

__ADS_1


“makasih ya, karena kamu udah jagain Nathan “ Keisya mengangguk


__ADS_2