
Walaupun Keisya slalu bersikap sangat cuek dan tak pernah peduli pada bang Aldo tapi sikap Keisya tak sedikit pun merubah perlakuan Aldo pada Keisya, Aldo masih saja terlihat begitu bersemangat dalam mengajar Keisya dan tak lupa bang Aldo juga tak pernah absen dalam memberikan perhatian lebih pada Keisya baik secara langsung atau pun tidak langsung.
Seperti pada saat liburan semester kemarin, hampir setiap waktu Aldo mengirimkan pesan pada Keisya. Pesan tersebut rata-rata berisi perhatian dari Aldo untuk Keisya. Meskipun tak ada satu pun telpon Aldo yang di jawab oleh Keisya dan pesan yang di kirim Aldo juga pernah ada balasan (jangankan mendapat balasan dari Keisya, pesan yang ia kirim saja tak ada satu pun yang Keisya baca) tapi Aldo masih saja terus menjalankan misi nya supaya bisa menaklukkan hati Keisya.
Sebenarnya, dulu ketika awal-awal masuk kuliah (tepat nya sebelum di adakan ulangan tengah semester) Keisya masih mau bersikap baik (semata karena menghargai bang Aldo sebagai kakak tingkat nya) dan meladeni pesan-pesan yang di kirim bang Aldo (karena pesan nya hanya sebatas say hello) tapi semakin kesini Keisya merasa ada yang berbeda dari kakak tingkat nya tersebut. Bahkan yang lebih parah nya lagi sudah ada kabar yang beredar bahwa ia dan bang Aldo sudah resmi terikat dalam sebuah hubungan. Jujur Keisya begitu muak dengan ada nya kabar tersebut
Semenjak mendengar kabar tersebut Keisya langsung memutuskan untuk lebih bersikap cuek dan sebisa mungkin menjaga jarak dari kakak tingkat nya tersebut, Keisya bersikap seperti itu semata-mata agar Bang Aldo tak terlalu menaruh harapan pada nya. Selain itu Keisya juga begitu malas meladeni kakak-kakak tingkat perempuan yang sudah terkenal sedang mengejar-ngejar cinta bang Aldo (bahkan dari sebelum Keisya masuk kampus itu).
Seperti hari ini, ketika Keisya baru saja tiba di depan gerbang depan kampus tiba-tiba saja sebuah tangan menarik tangan kanan nya secara kasar. Keisya melihat ke arah orang yang baru saja menarik tangan kanan nya, ternyata tangan itu adalah milik kak Prisila (kakak tingkat nya dari fakultas Hukum) dan ternyata bukan hanya kak Prisila yang ada di sana. Di sana juga ada kak Ayu dan kak Viska (mereka berasal dari fakultas yang sama dengan kak Prisila).
“Ada apa kak?” tanya Keisya, ia mencoba untuk bersikap seramah mungkin
“gue denger kata nya lo jadian sama Aldo, bener?” Prisila langsung to the point, wajah nya terlihat begitu angkuh dan ia juga begitu menunjukkan bahwa ia sama sekali tak menyukai Keisya “jawab “ Prisila meninggikan volume suara nya, kontan beberapa mahasiswa yang ada di sana langsung melihat ke arah mereka. Keisya menghembuskan nafas nya secara kasar, pagi-pagi sudah ada yang membuat jengkel
“ga, gue sama bang Aldo sama sekali ga ada hubungan apapun “
__ADS_1
“alah ga usah boong deh lo” kali ini kak Viska yang membuka suara, ia mendorong bahu Keisya
“Buat apa gue boong, ga ada guna nya juga kan buat gue” ucap Keisya sambil bergantian melihat ke arah kakak tingkat nya, yang ternyata sedang memelototinya dengan kompak.
“kalo lo emang gak ada hubungan apapun sama Aldo, kenapa lo sering keliatan istirahat atau jalan bareng sama Aldo” Viska masih terlihat tak percaya dengan omongan Keisya
Jujur Keisya begitu bingung dengan kakak tingkat nya tersebut, dari mana mereka tau kalo bang Aldo dan Keisya sering duduk bersama ketika jam istirahat (walaupun pada kenyataannya bang Aldo yang slalu menghampiri meja Keisya) atau jalan bareng ke arah parkiran ketika jam pulang kuliah berakhir. Padahal mereka bertiga dan Keisya berbeda jurusan
“maaf kak omongan lo gue ralat bukan istirahat bareng tapi bang Aldo yang sering minta duduk semeja sama gue, gue ga mungkin nolak kak karena meja sama kursi itu pasilitas kantin semua orang boleh duduk di mana pun” Terang Keisya “dan untuk jalan bareng, gue gak pernah sekali pun jalan sama bang Aldo. Sekali pun jalan bareng paling Cuma sebatas dari kelas ke parkiran, itu pun ga berdua gue di temenin temen-temen gue” lanjut Keisya
“Tapi”
“Oke gue pegang kata-kata lo, tapi kalo lo boong lo akan tanggung resiko nya sendiri “ ucap Prisila, Keisya mengangguk lalu segera pergi dari sana.
***
__ADS_1
“kenapa lo, baru juga datang bukan nya ngucapin salam malah langsung manyun aja” tegur Dinda ketika Keisya duduk di kursi sebelah nya, bukan nya menjawab Keisya malah langsung mengambil air mineral yang ada di tangan Dinda dan meminum nya sampai setengah botol.
“Woi abis di kejar masa bukan lo, aus banget kaya nya “ komentar Dodi yang baru saja tiba, Keisya hanya menjawab dengan menganggukan kepala nya
“ lo serius abis di kejar masa?” Dodi memastikan
“Ya gitu lah” Keisya menyerahkan botol air mineral tersebut pada Dinda, Dinda mengambil botol air mineral tersebut lalu segera memasukkan nya ke dalam tas nya.
“kok bisa di kejar masa segala, kenapa?jangan bilang kalo lo abis nyolong jemuran tetangga “ Nino ikutan buka suara, beberapa teman sekelas Keisya tak bisa menahan tawa mereka
“bukan abis nyolong jemuran tetangga, tapi gue abis nyolong suami orang “ balas Keisha dengan santai nya, beberapa orang tampak melongo
“waduh kalo gitu pelakor dong lo”
“Mantappp, terus lo di apain sama bini nya?”
__ADS_1
“di kasih duit goceng kata nya buat beli permen sama es krim “ Keisha membalas sekenanya, untuk yang ke dua kali nya teman-teman Keisha tertawa bersamaan lagi.
Ketika Keisha dan teman-teman nya sedang tertawa, tiba-tiba saja pintu kelas terbuka dan tampak seorang dosen perempuan berusia tiga puluh tahunan masuk ke dalam kelas. Seluruh penghuni kelas langsung diam dan segera duduk di kursi nya masing-masing, dosen perempuan tersebut terkenal garang dan tidak suka terlambat. Jika mahasiswa nya datang terlambat dosen tersebut tidak akan mengizinkan mahasiswa nya ikut ke dalam kelas nya walaupun mahasiswa nya terlambat satu menit,