
“nenk” bi Wati mengetuk pintu kamar Keisya berkali-kali “Nenk Keisya, bangun Nenk”
“ kenapa bi?” dengan terpaksa Keisya membuka matanya
“Mau sekolah ga nenk?”
“iya bi mau”
“cepet bangun atuh nenk, ini udah siang “
“emang sekarang jam berapa gitu bi?”
“jam tujuh kurang tiga belas “
“APA “ Keisya segera turun dari tempat tidurnya dan berlari menuju ke dalam kamar mandi “bi tolong siapin baju ganti Keisya”teriak Keisya kencang, bi Wati membuka pintu kamar Keisya yang ternyata tidak di kunci dan segera melaksanakan tugas yang barusan di berikan oleh Keisya
“Nenk,, bajunya bibi taro di atas tempat tidur ya”
“iya bi”
“bibi ke bawah dulu ya, Nenk Keisya mau di bikinin susu atau teh manis?”
“susu aja bi”
“iya Nenk “
Keisya keluar dari kamarnya dengan terburu-buru, ia melihat ke arah jam yang melingkar di tangan kanannya ternyata sudah jam tujuh lewat sepuluh menit
“waduh udah telat sepuluh menit gue” ia mengambil susu coklat hangat yang sedang di bawa oleh bi Wati dan meminumnya dengan posisi berdiri
“Pelan-pelan neng” saran bisa Wati, Keisya tersenyum
“makasih bi, Keisya berangkat dulu ya” Keisya memberikan gelas yang sudah kosong, lalu mencium tangan kanan bi Wati dan berlari menuju motornya
“ga sarapan dulu nenk?”
“ga keburu bi, udah siang. Assalamu’alaikum“ teriak Keisya
“Waalaikumsalam, Hati-hati Nenk” Keisya mengangguk
Sesampainya di sekolah, bu Okti (guru Bimbingan Konseling di sekolah Keisya) tampak sudah berdiri di depan gerbang sekolah dan terlihat beberapa orang siswa berbaris di depan bu Okti. Keisya menghentikan motornya tepat di depan bu Okti lalu turun dari motornya sambil tersenyum ke arah bu Okti
“Bu” Keisya menyapa bu Okti sambil mencium tangan kanan bu Okti, ketika bu Okti membuka mulutnya hendak mengucapkan sesuatu tiba-tiba sebuah motor berhenti
“selamat pagi ibu Okti yang cantik dan baik hati, maaf banget ya hari ini saya terlambat “ Keisya melihat ke arah pemilik suara dan ternyata Nathan sudah berdiri di belakangnya
“Haduhh”
Bu Okti tampak menahan rasa kesalnya, setelah itu ia kembali mengulang nasihat-nasihat yang beberapa menit lalu ia ucapkan untuk siswa-siswa nya yang datang sebelum Keisya dan Nathan. Setelah beres memberikan nasihat dan arahan kepada siswa-siswanya yang datang terlambat, bu Okti memerintahkan siswa-siswanya untuk membersihkan sampah yang ada di sekitar sekolah
“Pokoknya sebelum tugas beres, kalian ga boleh masuk ke dalam kelas “ tambah bu Okti “faham?” lanjut bu okti
“iya bu”
“yasudah, Diki kamu ambil perlengkapannya di ruangan ibu “ Diki segera berjalan ke arah ruangan bu Okti dan segera mengambil perlengkapan yang di butuhkan
Ketika Diki datang, semua anak yang ada disitu segera mengambil perlengkapan yang di bawa oleh Diki. Ketika tangan Keisya akan mengambil sapu lidi yang kebetulan tinggal satu lagi tiba-tiba saja Nathan mengambil sapu lidi tersebut
“kayaknya Lo ga bisa ya, kalo ga ngambil punya orang lain “ Keisya langsung mengomentari tingkah Nathan
“Siapa cepat dia dapat” Balas Nathan dengan nada mengejek
“Siniin ga, itu punya gue”
“enak aja lo, kalo mau cari sendiri “ Nathan berlari meninggalkan Keisya
“NATHAN “ teriak Keisya
“Kenapa Keisya? Kok kamu teriak-teriak “ bu Okti tiba-tiba sudah berada di samping Keisya, Keisya tersenyum
__ADS_1
“Ga apa-apa bu”
“yaudah cepet mulai bersih-bersihnya”
“tapi bu sapunya ga ada lagi bu”
“yaudah tinggal ambilin aja pake tangan, gampang kan?” dengan terpaksa Keisya menuruti perintah Bu Okti dan mulai mengambil daun-daun yang ada di bawah pohon mangga dan Nangka
“ini semua gara-gara Nathan, liat aja pasti gue bakal bales” ucap Keisya dalam hati.
Setelah beres mengerjakan tugasnya, Keisya segera masuk ke dalam kelasnya dengan wajah BT. Jam pertama sudah habis, dan sepertinya guru jam ke dua belum masuk.
“lo kenapa sih BT banget kayaknya “Andin penasaran
“ga apa-apa”
“jangan bilang lo BT karena di hukum bu Okti “
“nggak “ balas Keisya cepat “di hukum bu Okti udah jadi makanan sehari-hari buat gue “
“berubah apa Kei, jangan gini terus. Emang “ belum sempat Andin melanjutkan kata-katanya pak Hasan guru Matematika mereka masuk ke dalam kelas mereka
“Selamat pagi semuanya “ sapa pak Hasan
“pagi pak” balas semua penghuni kelas
“buka LKS halaman 29“ perintah pak Hasan “sekarang kita akan mempelajari tentang..... “
Pak Hasan mulai menjelaskan materi dan setelah itu pak Hasan memberikan beberapa soal, ketika sedang mengerjakan soal-soal yang di berikan oleh pak Hasan tiba-tiba sebuah ide jahil muncul di kepala Keisya
“Andin” Andin melihat ke arah Keisya “lo tau motornya Nathan ga?” kata Keisya dengan suara pelan
“Tau, kenapa emang?”
“nanti kasih tau gue ya” pinta Keisya
“lo liat aja nanti”
“Andin Keisya kerjakan tugasnya, jangan ngobrol terus“ tegur pak Hasan
“Iya Pak”
***
Setelah menunggu cukup lama akhirnya jam istirahat pun tiba, Keisya menarik tangan Andin menuju ke parkiran motor siswa
“Lo kita kok kesini Kei” Andin heran “mau ngapain sih pake acara kesini dulu segala, gue kan udah laper Kei”
“bentar dulu “ Keisya melihat ke sekelilingnya dan ternyata hanya ada ia dan Andin disitu “motor Nathan yang mana?” Andin semakin heran
“emang mau apa?”
“udah kasih tau aja” Andin menunjuk ke salah satu motor sport berwarna hitam, Keisya berjalan ke arah motor yang di tunjuk Andin “yang ini bukan?” Keisya memastikan
“iya, lo mau apa emang?”
“kalo ada orang kasih tau gue” Andin mengangguk walaupun bingung
Keisya berjongkok di sebelah ban belakang motor Nathan, dengan cepat ia membuka tutup ****** yang ada pada ban tersebut
“Keisya lo apa-apaan sih” Andin kaget melihat kelakuan sahabatnya itu
“udah lo diem aja “ balas Keisya “beres” kata Keisya dengan bahagia
“Pokoknya kalo ada apa-apa, gue ga mau di libatin“
“iyaaaa, yo ah ke kantin gue udah laper nih” Keisya berjalan dengan bahagia
Ketika pulang sekolah, Keisya sengaja berjalan tak jauh dari Nathan dan teman-temannya ia ingin melihat bagaimana reaksi Nathan setelah ini.
__ADS_1
“Kenapa Nat?” tanya Diki
“ban motor gue kok kempes ya?” Nathan tampak heran
“waduh”
“lo tau ga tambal ban yang ada di deket sini?”
“di seberang lapangan kecamatan “ Aufar memberi tahu
“Serius lo” Aufar mengangguk “gila jauh banget “
“mau di bantuin ga?” tawar Diki
“ga usah deh, kalian duluan aja. Nanti gue nyusul “
“yakin?”
“iyaaa, selow aja sih”
“yaudah deh kalo gitu kita duluan ya. Awas aja lo kalo ga sampe datang “
“iyaaa”
Nathan mengeluarkan motornya dari parkiran sekolah lalu mendorongnya menuju ke arah tambal ban yang sudah di beri tahu oleh temannya, disisi lain Keisya terlihat tertawa bahagia
“sukurin lo, emang enak” kata Keisya di sela-sela tawanya
“parah lo”
“bodo amat “ kata Keisya cuek “ayo naik “
Andin menuruti omongan Keisya dan ketika motor Keisya sudah dekat dengan motor yang sedang di dorong oleh Nathan, Keisya menghentikan motornya lalu melihat ke arah Nathan
“kenapa lo? Keabisan bensin bukan “ ucap Keisya dengan nada meledek “ya ampun motor aja keren, ternyata “
“udah apa Kei, kasian Nathan “ ucap Andin tak tega
“berisik lo” suara Nathan kesal “pergi lo sana” usir Nathan sambil melihat ke arah Keisya
“hahaha tenang aja sih, tanpa lo minta juga gue bakalan pergi. Lagian siapa juga yang mau deket-deket sama lo. Dadah” Keisya meninggalkan Nathan dengan tawa yang enggan berhenti
“Sialan, dasar cewek jadi-jadian” gerutu Nathan kesal sambil terus mendorong motornya “mana tambal ban jauh banget lagi”
“Nathan “ sebuah mobil berhenti tepat di sebelah Nathan, ternyata didalam mobil tersebut ada Rahel dan widia teman sekelas Nathan “motor kamu mogok?”
“nggak, Cuma kempes doang” jawab Nathan cuek
“Ya ampun kasian banget kamu” ucap Rahel “yaudah deh aku temenin ya”
“ga usah “ jawab Nathan masih dengan nada cuek
“Ga apa-apa, lagian aku seneng kok bisa nemenin kamu”
“terus mobil lo gimana?”
“gampang, biar Widia yang bawa”
“gue sendiri aja”
“ga apa-apa, iya kan Wid?” Rahel mencoba mencari dukungan dari sahabatnya
“Iya Nathan, mobil Rahel biar gue yang bawa. Lo selow aja sih”
“yaudah deh terserah “ Nathan melanjutkan mendorong motornya dengan ditemani Rahel yang selalu mencoba mencari perhatiannya
“nanti kita ketemu di tambal ban ya hel” kata Widia
“iya”
__ADS_1