Keisya Dan Nathan

Keisya Dan Nathan
Menagih Janji


__ADS_3

Siang itu di dalam kelas dua belas IPS enam suasananya tampak begitu gaduh, beberapa menit sebelumnya guru piket sempat masuk ke dalam kelas tersebut dan memberi tahu bahwa guru mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak bisa masuk karena sedang ada keperluan keluarga dan sebagai gantinya guru mata pelajaran Bahasa Indonesia memberikan tugas yang harus di kumpulan pada pertemuan selanjutnya.


Beberapa siswa siswi yang ada di barisan depan tampak sibuk mengerjakan tugas, mereka mulai membuat beberapa kelompok untuk mengerjakan tugas tersebut. Selain itu terlihat pula beberapa siswi yang sedang bergosip ria, sambil sesekali tertawa. Beberapa orang lainnya tampak asyik bermain ponsel, ada yang mendengarkan musik, bermain game, bahkan ada pula yang bertukar kabar dengan orang tersayangnya (baik melalui telpon atau chat). Sementara itu Keisya dan Andin terlihat sedang mengerjakan tugas


“eh biar cepet gimana kalo ni tugas kita bagi dua aja, gue ngerjain nomor satu sampe dua puluh lima, terus lo dari nomor dua puluh lima sampe nomor lima puluh Ndin” Keisya memberikan masukan, Andin tampak setuju dengan masukan Keisya


“eh menurut lo, tu orang lagi pada ngapain?” tanya Andin disela-sela mengerjakan tugas


“siapa?” tanya Keisya


“noh” Andin menunjuk ke arah meja Nathan, Radit, Diki, Aufar dan juga Yanuar


“au, lagi pada ngerjain ini tugas kali” Keisya menebak


“iya kali ya “ kata Andin


“udah ah,lanjut ngerjain tugasnya biar cepet beres.Kalo udah bereskan enak”Andin mengangguk


Sementara itu Nathan, Radit, Diki, Aufar dan juga Yanuar tampak sedang fokus berdiskusi. Mereka berlima berdiskusi bukan membahas masalah tugas yang tadi di berikan oleh guru piket


“Sella bilang oke” Diki memberikan informasi “Naya sama Fira gimana?” Naya adalah pacarnya Aufar sedangkan Fira adalah pacarnya Yanuar


“Fira juga oke katanya”


“Naya gimana?”


“chat gue belum di bales “ Aufar menunjukkan layar ponselnya pada teman-temannya “emang Keisya sama Andin udah pasti pada mau?” Aufar penasaran


“kalo Andin pasti mau,apalagi kalo gue yang ngajak”


“Keisya gimana?”


“kayaknya sih bisa “


“lah kok kayaknya sih” Yanuar tampak sebal “udah lo samperin sana orangnya, jangan sampe lo kaga jadi ikut Cuma gara-gara cewek lo belum lo kasih tau”


“yaudah deh kalo gitu gue ke Keisya dulu “ tanpa menunggu jawaban dari teman-temannya Nathan segera berjalan ke arah meja Keisya dan Andin


“lagi apa honey?” tanya Nathan ketika sampai di meja Keisya dan Andin


Keisya dan Andin tampak sedang fokus dengan buku paket dan buku catatan mereka, Keisya menghentikan aktivitasnya lalu melihat ke arah Nathan


“Ngerjain tugas lah, kamu kira aku lagi apa” Nathan tersenyum mendengar suara Keisya yang terdengar kesal karena merasa terganggu dengan pertanyaannya


“belum beres emang?” Keisya menggeleng “masih banyak?” untuk yang kedua kalinya Keisya menggeleng lagi.


“emang tugas kamu udah beres?” Keisya penasaran


“belum” Jawab Nathan dengan entengnya “jangankan ngerjain, bukunya di keluarin aja belum “ Keisya kaget mendengar ucapan Nathan barusan

__ADS_1


“lah, terus dari tadi kamu ngapain aja? “


“kompromi “


“kompromi masalah apaan?“ Keisya menyimpan pulpennya kali ini ia benar-benar menghentikan aktivitasnya mengerjakan tugas, setelah itu Nathan menceritakan perbincangannya dengan teman-temannya tadi


“kamu mau ikut kan honey?” Keisya tampak berfikir “ikut ya honey, please “


“emang acaranya mau kemana Than?” kali ini Andin yang bertanya, ternyata dari tadi diam-diam ia mendengarkan percakapan antara Keisya dan Nathan


“ nonton sama makan sekalian nongkrong “ jawab Nathan


“Udah lah Kei, ikut aja yu”


“emang pacarnya Aufar, Diki sama Yanuar udah pasti mau pada ikut?”


“pacarnya Diki sama Yanuar katanya oke, tapi kalo pacarnya Aufar belum ngasih jawaban “ Nathan memberi tahu “kamu juga mau ikut kan?”


“yaudah deh “ Nathan terlihat bahagia “tapi kalo bisa jangan sampe malem”


“iya”Nathan mengangguk


“yaudah aku mau lanjut kerjain tugas lagi” Nathan mengangguk lagi “kamu juga kerjain tugasnya sana, jangan ngobrol terus” perintah Keisya


“siap honey” ucap Nathan sambil tersenyum manis “kalo gitu aku balik ke meja aku lagi ya” pamit Nathan, Keisya membalas dengan anggukan kepala


“Inget kerjain tugasnya”


“awas aja kalo tugasnya sampe ga di kerjain, pokoknya aku bakal marah dan ga mau ikut acara yang tadi kamu bilang “ Nathan mengangguk lalu pergi ke arah mejanya, setelah itu Nathan terlihat membuka tasnya lalu mengeluarkan dua buah buku dan tampak fokus mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran bahasa Indonesia.


“ancaman lo sadis” komentar Andin sambil menggeleng kepala, Keisya hanya tersenyum


***


Karena Keisya sudah setuju akhirnya pulang sekolah Nathan, Keisya,Andin, dan juga Radit langsung menuju ke mall, sedangkan Diki, Yanuar dan Aufar menjemput pacar-pacar mereka ke sekolahnya masing-masing dan mereka janjian bertemu di mall (tepatnya di bioskop).


Sesampainya di mall


“Mereka kira-kira lama ga yank?” tanya Andin, Radit tampak berfikir


“Lima belas menit lagi lah, kurang lebih “


“ya ampun lama banget sih “


“sabar dong ,sekolahnya kan lumayan jauh“


“yaudah deh gimana kalo sambil nunggu kita liat-liat sepatu atau baju aja dulu “ ajak Andin


Belum sempat Radit membalas tiba-tiba ponselnya berbunyi, dan tertera nama Diki disana.

__ADS_1


“Than kita suru beli tiket aja dulu, filmnya bebas terserah kita aja katanya” ucap Radit ketika telpon dari Diki di tutup


“yaudah” kata Nathan “jadi gimana kita mau langsung beli tiket apa mau jalan-jalan dulu “


“beli tiket aja dulu deh” Andin langsung mengambil keputusan, Nathan melihat ke Keisya


“gue ikut aja deh”


Di bioskop


“yang ini aja yu Kei, kayaknya seru deh. Romantis” Andin menunjuk sebuah gambar


“Kenapa ga yang ini aja”Keisya menunjuk gambar yang lain


“jangan yang itu ihhh, itu kan film setan serem “


“penakut lo” goda Keisya


“jadinya mau yang mana yank?” tanya Radit ketika Andin masih sibuk melihat-lihat


“aku maunya yang ini, tapi Keisya “


“yaudah lah terserah lo, gue ikut aja” Keisya akhirnya mengalah


“yeee makasih sayangnya aku “ Andin memeluk Keisya dengan bahagia “yaudah kalo gitu biar gue sama Radit yang beli tiketnya ya. O iya duitnya mana?” Andin melihat ke arah Nathan


“Lah kok gue”


“emang lo lupa, ini kan janji lo pas di rumah makan itu. Kalo nanti lo bakal traktir kita lagi dan traktirnya sambil bawa pasangan”


“masa? Emang gue pernah bilang gitu ya “ Nathan pura-pura lupa “emang iya honey aku pernah bilang begitu? “ Nathan mencari pembenaran, Keisya menggeleng


“jangan rese deh lo, cepet keluarin duitnya “ kata Andin dengan nada sebal, Nathan tersenyum


“yaudah deh nih” Nathan menyerahkan tiga lembar uang berwarna merah pada Andin “sekalian beli popcorn sama soft drink ya” goda Nathan, Andin manyun


“Mana muat dodol” Nathan tertawa


“yaudah beli tiket aja dulu, beli popcorn sama soft drink nya nanti aja” Radit memberikan saran, Andin setuju “ayo” Radit menarik Andin, kini tinggal Nathan dan Keisya disana


“Nanti kita nonton film yang ini ya” ajak Nathan sambil menunjuk ke arah gambar yang tadi di tunjuk Keisya, Keisya bingung “kamu pengen nonton film itu kan?”


“ga juga “


“yakin?? “ Keisya mengangguk dengan yakin “yaudah kalo gitu, padahal aku lagi baik lo”


“hayo mojok aja lo” tiba-tiba ada yang menepuk bahu Nathan dari arah belakang, Nathan melihat ke arah pemilik tangan


“sialan lo,gue kira siapa” ternyata Diki

__ADS_1


Selain Diki, disana juga ada Aufar dan Yanuar beserta pasangannya masing-masing


__ADS_2