
Keisya mengambil charger yang ia simpan di atas meja, setelah itu ia langsung mengecas ponselnya. Keisya tiba-tiba saja jadi senyum-senyum sendiri, ia mengingat percakapan yang baru saja ia lakukan dengan Nathan (percakapan mereka di lakukan melalui ponsel). Untuk yang ke sekian kali nya Nathan mengatakan bahwa ia begitu merindukan Keisya dan ingin segera berjumpa dengan Keisya, tanpa ragu Keisya juga mengatakan hal yang sama.
Di panggilan itu Keisya dan Nathan juga membahas tentang kuliah, tugas-tugas, teman-teman dan juga hubungan mereka (baik di masa lalu atau pun masa depan). Obrolan Nathan dan Keisya terhenti karena Nathan mengatakan bahwa ia akan segera pulang, karena hari sudah sore Keisya pun setuju setelah itu mereka memutuskan untuk menutup panggilan tersebut.
Ketika Keisya hendak membuka pintu kamar , ia baru menyadari bahwa persediaan makanan di kontrakan nya sudah habis dan ia belum belanja.
“Ya ampun pikun banget sih gue jadi orang, tadi kan gue udah niat kalo gue bakalan belanja pas pulang dari kampus” tangan Keisya menyentuh dahi nya “ya udah lah sekarang gue belanja aja dulu” Keisya melihat ke arah jam, ternyata sudah jam empat sore.
Keisya mengeluarkan dompet yang ia simpan di ransel nya, setelah itu ia juga mengambil ponsel yang masih menempel pada casan nya. Setelah itu ia langsung berjalan ke arah mini market, tak lupa sebelum berangkat ia sempatkan untuk mengunci pintu kontrakan nya. Setelah beres belanja Keisya langsung memasukkan berbagai macam makanan dan buah yang tadi ia beli ke dalam lemari es dan ke atas meja yang ada di sebelah lemari es.
“Ga usah mandi lah, ga akan ada yang ngapel ini” ucap Keisya setelah selesai beres-beres.
***
“ya ampun ngantuk banget sih “ untuk yang ke tiga kali nya Keisya menguap, ia baru saja menyelesaikan solat maghrib nya. Tanpa berfikir lagi Keisya langsung naik ke atas tempat tidur dan seperti nya ia juga tak berniat untuk membuka mukena yang masih melekat di tubuh nya.
Beberapa menit kemudian Keisya tampak tertidur dengan pulas nya, ketika Keisya tengah asyik dengan alam mimpi nya tiba-tiba saja tidur nya terganggu dengan beberapa kali suara pintu di ketuk orang. Awal nya ia mengabaikan suara itu tapi karena ketukan itu tak berhenti akhirnya Keisya memutuskan untuk bangun dari tidur nya dan berjalan ke arah pintu depan kontrakannya
“Siapa sih ganggu orang istirahat aja” gerutu Keisya “perasaan malem ini ga ada yang bikin janji bakalan datang ke sini deh” Keisya mencoba mengingat-ingat “dan seinget gue malem ini gue juga ga mesen makanan “ lanjut Keisya
Dengan wajah malas, Keisya membuka pintu depan kontrakan nya dan ia benar-benar di buat terkejut ketika melihat orang yang ada di balik pintu depan kontrakan nya. Orang tersebut sedang tersenyum manis pada Keisya
“Nathan “ Keisya mengucek kedua mata nya
__ADS_1
“Hai” sapa Nathan sambil tersenyum manis
“Kok kamu ada di sini sih” Keisya masih heran “kenapa ga bilang ke aku kalo kamu mau ke sini “
“sengaja ini kan surprise “ balas Nathan “kalo bilang-bilang bukan surprise nama nya”
“ihhh dasar, ayo... Loh Andra” Keisya terkejut karena ternyata Nathan tak datang sendiri, ada Andra di belakang nya. Andra hanya tersenyum “ayo masuk “
“buka pintu nya lama banget “ komentar Nathan “kamu lagi solat isya ya” tebak Nathan, ia yakin dengan tebakan nya karena saat itu Keisya masih mengenakan mukena di badan nya
“Aku belum solat isya, pas kamu datang aku lagi tidur. Abis solat maghrib aku ketiduran “ ucap Keisya sambil tersenyum malu, Nathan menggeleng. “Yaudah aku bikinin minum dulu ya”Tak lama kemudian Keisya datang dengan membawa dua gelas kopi hangat
“makasih” ucap Nathan dan Andra secara bersamaan
“ga usah pesen makanan honey, kita makan di luar aja”
“yaudah kalo gitu aku mandi sama siap-siap dulu ya “ izin Keisya
“lah emang nya kamu belum mandi” Keisya tersenyum sambil menggeleng “dasar “
“tungguin bentar ya”
Setelah Keisya mandi dan siap-siap mereka bertiga langsung ke mobil Nathan dan berangkat
__ADS_1
“kita ke apartemen nya Dinda dulu ya honey “ Nathan memberi tahu
“Mau ngapain ke apartemen nya Dinda dulu” Keisya heran, Nathan hanya tersenyum penuh misteri “Nathan kasih tau dong, kenapa harus ke apartemen nya Dinda dulu “ Keisya menarik salah satu tangan Nathan yang tengah berada di atas kemudi
“ada yang lagi kangen berat sama temen kamu “ ucap Nathan sambil melihat ke arah Andra yang duduk di kursi belakang, Andra hanya tersenyum. Keisya masih tak mengerti “emang Dinda ga cerita sama kamu, kalo sekarang Dinda sama Andra kan udah jadian honey “
“kamu serius “ Nathan mengangguk dengan yakin “beneran Ndra” Keisya masih belum percaya, apa lagi selama ini Dinda tak pernah cerita apapun pada dirinya mengenai Andra.
“Woyyy jawab apa, jangan cuma senyum-senyum doang lo” kata Nathan
“Iya, Nathan bener. Gue sama Dinda udah pacaran” akhir nya Andra buka suara, Keisya tahu sebelum nya Andra dan Dinda memang sempat tukeran nomor ponsel tapi setelah itu ia tidak pernah mendengar kabar apapun tentang kelanjutan kisah mereka
“Selamat ya Ndra, gue ikut seneng denger nya” ucap Keisya dengan tulus
“makasih Keisya “ balas Andra sambil tersenyum
“Tapi gue bakalan ngambek sama cewek lo ndra”
“lah kenapa? Emang cewek gue bikin masalah sama lo?” Andra terlihat sangat penasaran, Keisya mengangguk “masalah apaan kalo boleh tau? “ tanya Andra
“Karena selama ini Dinda ga pernah cerita apapun sama gue, kalau dia sama lo udah jadian” Keisya terus terang tapi ia masih saja terlihat sangat kesal
“oh gue kira ada apa” wajah Andra tampak lega.
__ADS_1