
Dengan langkah pelan Keisya berjalan ke arah kamar nya lalu Keisya membuka pintu kamar nya setelah itu ia melempar ransel nya ke sembarang arah, saat itu juga ia langsung merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur dan beberapa menit kemudian Keisya terlihat sudah pindah ke alam mimpi. Sungguh, hari ini benar-benar begitu melelahkan untuk Keisya.
Belum sampai setengah jam Keisya tidur, tiba-tiba saja ia merasa kan ada yang tidak beres dengan keadaan sekeliling nya. Dengan terpaksa Keisya membuka mata nya, ia benar-benar di buat terkejut ketika melihat sesosok mahluk kecil tengah berteriak sambil melompat-lompat dengan bahagia nya di atas tempat tidur nya.
“Waduh anak siapa nih?” rasa heran dan terkejut muncul secara bersamaan pada diri Keisya “kenapa juga ni bocah bisa masuk ke dalem kamar gue “ lanjut Keisya “hei-hei udah dong jangan lonpat-lompat terus” pinta Keisya sambil melambai-lambai kan tangan kanan nya tapi sia-sia anak tersebut masih saja terlihat asyik dengan
dunia nya.
“anak pinter, udah ya jangan lompat-lompat terus nanti kamu jatuh. Kalo sampe jatuh kan nanti badan kamu sakit“ ucap Keisya sambil memegang salah satu tangan anak perempuan tersebut.
Dan berhasil, akhir nya anak perempuan tersebut menghentikan aktivitas nya. Seperti nya karena kelelahan anak itu akhir nya memilih untuk duduk di atas tempat tidur Keisya, dengan wajah polos nya anak perempuan tersebut terlihat memandangi wajah Keisya.
“nama kamu siapa?” Keisya mencoba bertanya dengan nada selembut mungkin, anak perempuan tersebut masih saja memandangi wajah Keisya tanpa menjawab pertanyaan Keisya
“Cantik “ jawab anak perempuan tersebut, Keisya tersenyum
“iya kakak tau wajah kakak emang cantik” Keisya berbicara dengan nada yang begitu bangga
“nama aku Cantik, bukan nya wajah kakak yang cantik “ balas anak perempuan tersebut dengan nada sebal, mendengan omongan anak perempuan itu membuat Keisya langsung tertawa
“hahah oh jadi nama kamu itu Cantik, kakak kira kamu muji kakak kalo kakak ini cantik “
“dihhhh PD” anak perempuan itu tampak sewot, Keisya tersenyum lagi “kakak aku mau es klim dong, kakak punya ga?“ Tanya Cantik, Keisya tampak berfikir.
“kayak nya ga ada deh” jawab Keisya sambil menggeleng pelan
__ADS_1
“payah banget sih kakak, masa es klim aja kakak ga punya “ Cantik tampak kecewa
“kakak kan ga tau kalo kamu mau ke sini, kalo kakak tau kamu mau ke sini pasti kakak bakalan nyiapin es krim buat kamu “ucap Keisya sambil mencubit gemas salah satu pipi chubby Cantik
“aaawww jangan cubit-cubit apa kak, pipi aku kan sakit tau”
“abis nya kamu ngegemesin sih” balas Keisya “o iya Ngomong-ngomong gimana cara nya sampe kamu bisa masuk ke dalem kamar kakak? “ Keisya tampak begitu penasaran
“Ya masuk lewat pintu lah” jari Cantik menunjuk ke arah pintu kamar Keisya “lagian pintu depan lumah kakak kan ga di kunci “ Cantik memberikan informasi
“masa sih?” Keisya tampak tak percaya, Cantik menjawab dengan anggukan kepala
“kakak aku pengen minum dong, aku haus banget nih “ pinta Cantik
“emang nya kakak ga punya ail dingin gitu?” Cantik keppo
“Ada, emang nya kamu boleh minum air dingin” Cantik mengangguk “yaudah deh, kamu ambil sendiri aja sana di dalem lemari es “ Cantik mengangguk lalu berjalan ke arah lemari es.
“kak aku mau yang ini ya” Cantik menunjukkan sebuah botol
“iyaaaa, lemari es nya jangan lupa di tutup lagi ya” perintah Keisya, cantik mengangguk lalu ia duduk tak jauh dari Keisya dan langsung meminum minuman yang tadi ia ambil “kamu lagi nengok siapa ke sini?” tanya Keisya setelah Cantik meletakkan botol yang ia pegang.
Keisya berfikir bahwa Cantik adalah salah satu adik atau keponakan dari salah satu tetangga kontrakan Keisya, Keisya tau seluruh penghuni kontrakan di sini belum ada satu pun yang menikah dan mereka merupakan mahasiswa di Universitas yang sama dengan Keisya.
“aku lagi nengok nenek sama kakek aku di sini “ Cantik memberi tahu
__ADS_1
“siapa?” Keisya penasaran
“aku ga tau nama nya siapa tapi aku manggil mereka nenek sama kakek “
“oh gitu “ Keisya mengangguk “terus sebelum ke sini tadi kamu izin dulu ga sama orang tua kamu kalo kamu mau ke kontrakan kakak? “ tanya Keisya
“Enggak” jawab Cantik dengan enteng nya
“Waduh bahaya dong, kalo orang tua nya nyariin gimana “ Keisya jadi bingung sendiri “o iya kamu masih inget kan jalan ke rumah nenek kamu” Cantik mengangguk “yaudah kalo gitu sekarang kamu kakak anter pulang ke rumah nenek kamu ya” ajak Keisya
“ga mau ah” tanpa berfikir Cantik langsung menolak dengan cepat
“lah kenapa? Kalo orang tua sama kakek nenek nya kamu nyariin gimana “
“pokoknya aku ga mau pulang sekarang, aku masih mau main di sini “ Cantik ngotot
“Mau main apa? Kakak kan ga punya mainan apa-apa di sini “
“eeee main apa ya” cantik tampak berfikir keras, ia tiba-tiba tersenyum saat mata nya melihat ponsel yang sedang dalam genggaman Keisya “nonton video di situ aja kak” tunjuk Cantik “kadang-kadang aku suka nonton video kartun di ponsel nya mama atau papa aku kak”
“oh gitu, tapi nonton nya satu video aja ya. Terus abis nonton video kamu kakak anter pulang ke rumah nenek kamu ya” Keisya memberikan sebuah tawaran pada Cantik, Cantik tampak berfikir “gimana kamu setuju ga? “ tanya Keisya
“yaudah deh aku setuju “
“bagus, itu baru nama nya anak yang baik” setelah itu Keisya terlihat memasukkan sandi pada ponsel nya dan terlihat mengetik salah satu nama film kartun yang sebelum nya sudah di minta oleh Cantik “kamu jangan kemana-mana ya, kakak pengen ke kamar mandi dulu “ pintar Keisya dan Cantik hanya mengangguk dengan mata yang masih fokus dengan layar ponsel Keisya.
__ADS_1