Keisya Dan Nathan

Keisya Dan Nathan
Rencana Selepas SMA


__ADS_3

Nathan tak bisa menyembunyikan perasaan terkejutnya ketika Keisya menyampaikan kabar gembira yang baru beberapa jam lalu ia dapatkan, entah mengapa tiba-tiba saja mulut Nathan terasa begitu sulit untuk mengeluarkan sepatah kata pun. Keisya yang masih menunjukkan perasaan bahagia nya tiba-tiba melihat ke arah Nathan yang menurutnya tidak seperti biasanya.


“Kamu ga seneng ya ngedenger kabar ini?” tebak Keisya, ketika ia melihat Nathan yang tampak termenung dan tak terdengar mengeluarkan sepatah kata pun


“Ah nggak, aku seneng kok” dengan terpaksa Nathan mencoba untuk tersenyum


“Bohong” timpal Keisya dengan cepat


“aku serius honey “ Lagi-lagi Nathan mencoba tersenyum lagi


“Kalo kamu seneng kenapa kamu begitu banget”


“begitu banget gimana sih honey?”


“aku yakin,ada yang kamu sembunyiin kan dari aku “ Keisya melihat ke arah Nathan ia yakin ada sesuatu yang Nathan sembunyikan dari nya, setelah itu Nathan terdiam sementara Keisya masih menunggu Nathan untuk mengungkapkan apa yang Nathan sembunyikan dari Keisya


“aku cuma... “ Keisya masih menunggu


“cuma apa?” tanya Keisya setelah sekian lama Nathan diam “ayo dong bilang, please jangan bikin aku ga karuan gini “


“Sebetulnya aku ga mau kamu jauh dari aku” Ucapan Nathan hampir tak terdengar

__ADS_1


“apa kamu tau?, masuk ke kampus itu adalah salah satu dari mimpi aku “ Keisya mengeluarkan isi hati nya, Nathan terlihat menarik nafas dan mengeluarkan nya dengan perlahan


“terus gimana dengan hubungan kita?” tanya Nathan dengan penasaran


“ga ada masalah dengan hubungan kita”


“ga ada masalah? Apa kamu tau kalo nanti jarak antara kita itu akan semakin jauh “


“iya aku tau, tapi masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempertahankan hubungan kita. Kita bisa menjalin hubungan jarak jauh misalnya “ Keisya mencoba memberikan masukan, sementara mimik wajah Nathan masih saja menunjukkan perasaan ragu “Apa kamu keberatan kalo kita menjalin hubungan jarak jauh?“ tanya Keisya, Nathan masih saja diam “kalo kamu emang keberatan dengan keinginan aku ga apa-apa, itu berarti kita udah ga sepemikiran “ ucap Keisya ketika Nathan masih saja diam.


“Maksud kamu apa?” Nathan akhirnya buka suara


“kalo kamu emang ga mau ngejalin hubungan jarak jauh sama aku ga apa-apa, aku akan coba ngerti. Mungkin emang harus begini jalan nya “ Nathan melihat ke arah Keisya


“Aku tu bener-bener sayang sama kamu tapi aku juga mau menggapai mimpi-mimpi aku dan kalo kamu emang ga setuju dengan keinginan aku, yaudah lebih baik hubungan kita cukup sampe disini “ sekuat tenaga Keisya mencoba menahan air mata nya, Nathan tampak terkejut dengan perkataan yang baru saja Keisya ucapkan “aku minta maaf kalo keputusan aku bikin kamu sakit hati, aku permisi “ Keisya berlari meninggalkan Nathan yang masih belum merubah ekspresi wajah nya, sepanjang jalan ia terus menghapus air mata yang berjatuhan di kedua pipinya. Sementara itu badan Nathan seolah tak bisa digerakkan setelah mendengar omongan yang baru saja keluar dari bibir wanita yang begitu di cintainya.


Keisya menghentikan sebuah taksi yang melaju di depannya, setelah ia duduk di kursi penumpang ia segera memberikan tahukan tujuannya. Sepanjang jalan air mata Keisya tak bisa berhenti, pandangannya pun tak lepas dari layar ponsel yang menunjukkan foto Keisya yang sedang tersenyum bahagia bersama dengan Nathan.


“maafin aku Nathan, aku sadar aku itu emang egois tapi perlu kamu tau aku itu bener-bener sayang sama kamu” lagi-lagi Keisya menghapus air mata nya


“setelah ayah kamu adalah laki-laki ke dua yang bener-bener aku sayang, tapi aku juga punya mimpi yang pengen aku raih” lanjut Keisya, tak lama kemudian taksi berhenti di depan rumah Keisya setelah membayar Keisya segera turun dan masuk ke dalam rumah nya.

__ADS_1


“Udah pulang nenk” sapa bi Wati, ketika berpapasan dengan Keisya di ruang tamu


“iya bi” Keisya membalas sambil mencoba untuk tersenyum


“nenk Keisya kenapa? Kok mukanya pada merah gitu sih” bi Wati tampak heran


” ga apa-apa, Keisya Cuma kepanasan aja kayanya “ Keisya mencoba memberikan alasan yang tepat


“masa sih nenk,kayaknya di luar ga begitu panas deh” bi Wati mencoba memancing, ia tahu ada yang tidak beres dengan anak majikannya tersebut “ada apa Nenk? “ bukannya memberi tahu, Keisya hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya pertanda tidak terjadi apa-apa dengan dirinya


“Keisya ke kamar dulu ya bi”


“yaudah, mau bibi bikinin teh manis anget Nenk” tawar bi Wati, Keisya mengangguk “yaudah kalo gitu nanti teh manis anget nya bibi anterin ke kamar Nenk Keisya ya” Keisya setuju


Tangan kanan Bi Wati mengetuk pintu kamar Keisya, sementara tangan kiri nya memegang secangkir teh manis hangat. Tak lama kemudian pintu kamar Keisya terbuka, sebagian besar keadaan kamarnya masih sama seperti sebelumnya yang berbeda hanya terlihat beberapa buah komik dan buku-buku yang berkaitan dengan jurusan yang akan di ambil Keisya ketika kuliah nanti tampak berserakan di atas tempat tidur Keisya.


“Teh nya bibi simpen disini ya Nenk” bi Wati meletakkan cangkir di atas meja belajar Keisya


“Iya bi, makasih ya” sambil tersenyum bi Wati mengangguk


“sama-sama Nenk, kalo gitu bibi permisi keluar dulu ya “

__ADS_1


“iya bi” bi Wati keluar dari kamar Keisya


“Kalo ada masalah apa-apa ga perlu sungkan untuk cerita sama bibi” kata bi Wati sebelum keluar dari kamar Keisya, untuk kesekian kalinya Keisya mengangguk


__ADS_2