
Keisya berlari dengan terburu-buru ke arah kelasnya, ia baru saja selesai melaksanakan tugas suci (membersihkan toilet putri) yang beberapa menit lalu di berikan oleh guru yang slalu ia tambah-tambah kan pekerjaan nya (bu Okti).
Hari ini Keisya kesiangan lagi gara-gara semalam ia terlalu fokus dengan game yang ada di ponselnya sehingga ia menjadi lupa waktu, dan sekarang ia juga harus secepat mungkin datang ke dalam kelasnya karena di jam pelajaran ke dua akan di adakan ulangan dan gurunya terkenal sebagai salah satu guru yang memiliki kadar sadis tingkat tinggi. Jangan kan sedang ulangan seperti sekarang ini, ketika kegiatan belajar mengajar biasa saja murid-muridnya tidak boleh ada yang terlambat dan jika terlambat hukuman nya bukan hanya tidak boleh masuk ke dalam kelas tapi di tambah dengan hukuman-hukuman lainnya.
Keisya selamat, ketika ia sampai ke dalam kelasnya ternyata guru yang mengisi jam ke dua belum datang. Sebagian temannya tampak sedang membaca buku catatan mereka, selain itu ada pula yang sedang bermain ponsel dan ada juga yang sedang bergosip ria.
“Dari mana aja lo? Jam segini baru datang “ tegur Andin ketika Keisya menyimpan tasnya ke kolong meja, wajah Keisya terlihat begitu lelah dan ngantuk “begadang lagi lo ya” tebak Andin dan Keisya hanya menjawab dengan senyuman, Andin menggeleng beberapa kalo “lo tu kapan mau robah nya sih Kei? Makin kesini bukannya makin bener malah makin amburadul “ lanjut Andin
“banyak komentar lo,kaya emak-emak yang ga di kasih jatah belanja” ejek Keisya
“Lo tuh, kalo di kasih tau tuh mikir bukannya malah...” lanjut Andin
Belum sempat Andin melanjutkan ceramah gratis nya, guru yang mengisi jam ke dua terlihat sudah ada di dalam kelas mereka.
“Sebelum ujian nya di mulai, silahkan kumpulkan buku catatan, buku paket, ponsel dan juga contekan kalian dalam bentuk apapun “ perintah guru tersebut
Tanpa menunggu lama kontan semua murid yang ada di kelas tersebut langsung melaksanakan perintah dari guru tersebut, dan dalam beberapa menit buku-buku dan juga berbagai macam ponsel sudah terlihat berserakan di atas meja guru yang ada di sebelah kiri papan tulis.
Setelah mengumpulkan buku dan juga ponsel, semua murid langsung kembali ke tempat duduk nya masing-masing. Tak lama kemudian guru tersebut segera membagikan kertas yang berisi soal ujian dan setelah itu kelas tampak hening dengan wajah siswa-siswi yang terlihat fokus bergelut dengan soal ujian.
Beberapa menit kemudian terdengar suara bel sebanyak tiga kali yang menandakan bahwa jam pelajaran mereka sudah habis dan waktu istirahat sudah tiba.
__ADS_1
“Waktu nya udah abis ya, silahkan di kumpulan kertas ulangan nya “ perintah guru tersebut
Semua siswa siswi yang ada di kelas tersebut mengumpulkan kertas ujian mereka dengan teratur, setelah semuanya mengumpulkan guru
“terima kasih semuanya, saya permisi dulu. Assalamu’alaikum” pamit guru tersebut
“waalaikum salam “ setelah itu semua penghuni kelas langsung berhamburan ke luar kelas
***
“awww” teriak Keisya,dengan muka sebal Keisya melihat ke arah orang yang ada di belakang nya. Keisya terkejut ketika melihat bu Okti sudah ada di belakang nya “jangan jewer-jewer telinga saya dong bu, kan sakit” lanjut Keisya, bu Okti masih menjewer telinga kiri nya
“kamu tu ya, kayaknya kamu tu ga betah kalo sehari aja ga bikin ulah” ucap bu Okti dengan tangan yang masih menjewer telinga Keisya
“Kamu masih aja nanya salah kamu tu apa”
“kalo saya tau saya juga ga akan nanya-nanya ke ibu “ bu Okti terlihat semakin marah, Keisya tersenyum “bu hari ini saya kan ga datang terlambat, udah gitu dari jam pertama saya juga ada di dalem kelas nyatet juga malah” kata Keisya
“udah sekarang kamu ikut saya ke ruangan saya “ perintah bu Okti
“Tapi saya kan mau istirahat bu, saya istirahat aja dulu ya bu. Kalo udah istirahat baru nanti saya ke ruangan ibu” tawar Keisya
__ADS_1
“ga bisa, pokoknya kamu harus ke ruangan saya SEKARANG “ Keisya membuang nafas nya kasar
“yaudah deh bu” Dengan terpaksa Keisya menuruti perintah yang baru saja di berikan oleh bu Okti, Keisya berjalan di belakang bu Okti. Sepanjang jalan menuju ruangan bu Okti Keisya masih saja memikirkan kesalahan apa yang ia perbuatan sehingga membuat bu Okti begitu murka pada nya.
“duduk “ perintah bu Okti ketika Keisya dan bu Okti sampai di ruangan bu Okti, Keisya nurut “kamu belum sadar juga salah kamu itu apa? Sampe-sampe kamu saya bawa ke ruangan ini” tanya bu Okti
“iya bu, emang salah saya apa gitu bu?” Keisya balik bertanya, bu Okti menunjuk ke badan Keisya dan Keisya semakin tidak mengerti. Bu Okti membuang-buang nafasnya dengan kasar
“kamu perhatiin dandanan kamu, ada yang salah ga”
“perasaan ga ada bu, dandanan saya masih seperti biasa” balas Keisya dengan cepat
“Keisya, harus berapa kali ibu bilang sama kamu sekolah itu ga ngizinin siswanya pake sepatu selain warna hitam dan kaos kaki putih “ Keisya nyengir karena akhirnya ia sadar apa yang membuat bu Okti murka “kalo udah di kasih tau baru senyum-senyum “ lanjut bu Okti “selain itu mana bet kamu?” bu Okti menunjuk ke arah baju seragam Keisya bagian kanan
“maaf bu, ini “ Keisya mencoba mencari alasan
“kenapa? Kamu mau bilang kalo ini baju seragam kamu yang baru “ potong bu Okti dengan cepat
“Ah nggak bu” Keisya kembali mencari alasan yang tepat, supaya ia bisa terbebas dari bu Okti
“terus kenapa? Kamu juga mau bilang kalo baju seragam kamu yang ada bet nya ke hujanan atau seragam nya udah gak cukup “ bu Okti mengulangi alasan-alasan yang sering Keisya berikan padanya
__ADS_1
Ketika bu Okti akan melanjutkan perkataan nya, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu
“masuk” ucap bu Okti, tak lama kemudian pintu ruangan nya terbuka, di balik pintu terlihat pak satpam (yang bertugas di sekolah tersebut) ia datang dengan seorang siswa laki-laki yang kira-kira usia nya sama dengan Keisya