Keisya Dan Nathan

Keisya Dan Nathan
Ayah Keisya Murka


__ADS_3

Beberapa tahun Kemudian, tak terasa kini baik Keisya atau pun Nathan sudah kuliah semester lima. Hubungan mereka berdua masih berjalan seperti dulu yakni menjalin hubungan jarak jauh, meski beberapa kali badai datang menghampiri hubungan mereka berdua tapi mereka bisa menghadapi nya dengan baik dan mereka berdua selalu berpegang pada janji mereka untuk saling mengerti dan menyayangi satu sama lain, juga selalu terbuka dalam hal apapun


Suatu hari di saat libur kuliah, Nathan terlihat memarkirkan motor nya di ujung parkiran motor yang ada di mall yang sedang ia kunjungi, setelah memastikan tidak ada yang tertinggal ia segera masuk ke dalam mall tersebut. Hari ini ia berniat untuk mencari salah satu buku yang harus di miliki oleh mahasiswa di salah satu mata kuliah yang ia ambil di semester ini. Sebelum nya ia juga sudah mendapatkan kabar dari beberapa teman nya bahwa buku yang mereka butuh kan ada di toko buku yang ada di mall tersebut.


“kalau ga salah toko buku nya ada di lantai tiga deh” ucap Nathan pada diri nya sendiri “gue cari buku aja dulu deh, kalo cari buku nya udah beres baru nanti nyari makan” lanjut Nathan, sambil berjalan ia mengeluarkan ponsel nya dan ia juga menyempatkan diri untuk mengabari Keisya bahwa ia sudah sampai ke tempat tujuan nya.


Sesampai nya di lantai tiga Nathan segera masuk ke dalam toko buku, toko buku nya terbilang begitu besar. Nathan terlihat berkeliling mencari buku yang ia butuhkan, babarapa kali ia tampak melihat ke arah ponsel nya dan membalas berbagai pesan yang masuk (termasuk dari Keisya).


Ketika Nathan sedang khusu mencari buku,


“Nathan” tiba-tiba saja sebuah tangan melingkar di tangan kanan nya, Nathan melihat ke arah pemilik tangan tersebut dan ia begitu terkejut saat tahu pemilik tangan tersebut adalah Raya “ya ampun aku ga nyangka banget, ternyata kamu lagi di sini juga “suara nya terdengar begitu manja


“Apaan sih lo” Nathan mencoba melepaskan tangan tersebut, tapi bukan nya nurut Soraya malah terlihat semakin mengeratkan tangan nya “Raya lepasin tangan gue” pinta Nathan

__ADS_1


“ga mau “ balas Soraya dengan nada manja nya “kamu mau cari buku apa? Biar aku bantu cariin ya” Soraya menawarkan diri dengan senang hati, Nathan diam saja (ia sedang mencari cara agar bisa lepas dari Soraya) “ke sebelah sini yuk” ajak Soraya sambil menarik paksa tangan Nathan.


Berbeda dengan Nathan, wajah Soraya tampak begitu bahagia bahkan sesekali ia tampak mengabadikan moment langka tersebut. Soraya juga slalu tersenyum dan mencoba membuka obrolan dengan Nathan, meskipun omongan nya tidak pernah ada yang Nathan tanggapi. Ketika Soraya masih menempel manja pada Nathan


“ohhhh jadi gini ya kelakuan kamu kalo di belakang anak saya” Nathan melihat ke arah pemilik suara, Nathan begitu terkejut ketika melihat ayah Keisya sudah berada di hadapan nya lengkap dengan tatapan kecewa dan marah pada nya.


“om” jujur Nathan begitu gugup, tiba-tiba ia bingung harus bagaimana “saya bisa jelasin semua nya, ini ga seperti yang om liat “ lanjut Nathan sambil mencoba melepaskan diri dari Soraya tapi tetap saja usaha nya sia-sia.


“ada hubungan apa kamu sama Nathan?” tak membuang-buang waktu saat itu juga ayah nya Keisya langsung bertanya pada Soraya, ia mencoba untuk memastikan sendiri kebenaran nya. Soraya mengeluarkan senyuman semanis mungkin


Setelah memperkenalkan diri ia langsung memeluk Nathan dengan erat nya seolah-olah ia ingin meyakinkan ayah nya Keisya bahwa ia dan Nathan memang benar-benar terikat dalam sebuah hubungan. Ayah nya Keisya melihat ke arah Nathan lengkap dengan senyum sinis nya


“om itu semua ga bener” Nathan mencoba untuk membela diri

__ADS_1


“ga bener kamu bilang “ amarah terpampang jelas di wajah ayah nya Keisya “kamu kira dari tadi saya ga perhatiin kamu, jelas-jelas dari tadi kalian jalan sambil berpelukan dan barusan pacar kamu ini bilang kalo kalian emang pacaran “ lanjut ayah nya Keisya


“om”


“saya udah ga mau denger penjelasan apapun dari kamu” potong ayah nya Keisya dengan cepat, ia langsung berjalan meninggalkan Nathan dan Soraya tapi baru beberapa langkah ia berjalan ia kembali melihat ke arah Nathan “satu lagi, mulai detik ini jangan pernah dekati anak saya. Hubungan kamu dan anak saya sudah berakhir “


“tapi om” Nathan mencoba untuk mengejar ayah nya Keisya


“udah lah ga usah kamu pikirin, lagian dari pada sama cewek ga jelas itu lebih baik juga kamu sama aku yang udah pasti “ ucap Soraya tanpa ada rasa bersalah sedikit pun, Nathan melihat ke arah Soraya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


“semuanya gara-gara lo” ucap Nathan sebelum meninggalkan Soraya “dasar cewek ga punya malu” kini Nathan melepaskan tangan Soraya dengan begitu kasar


“Nathan tunggu” Soraya masih mengikuti Nathan “emang apa sih salah nya kalo kamu nyoba ngebuka lembaran baru lagi sama aku, aku tuh beneran sayang dan tulus sama kamu “ lanjut nya

__ADS_1


“lo denger baik-baik ya, hubungan lo sama gue itu udah berakhir bahkan dari beberapa tahun yang lalu dan lo juga harus sadar kalo gue udah ga ada rasa sedikit pun sama lo” Nathan memberi tahu, kini ia sudah tidak memikirkan perasaan Soraya lagi “dan lo juga harus inget ini, seandainya di dunia ini cuma tinggal lo satu-satunya cewek yang tersisa, gue pastiin kalo gue ga akan pernah tertarik lagi sama lo”.


Nathan berlari meninggalkan Soraya, bahkan ia tidak mempedulikan tujuan awal ia datang ke toko buku tersebut. kini yang ada di dalam pikiran Nathan hanyalah bagaimana cara nya untuk meyakinkan ayah nya Keisya bahwa ia tidak pernah berpaling sedikit pun dari Keisya.


__ADS_2