Keisya Dan Nathan

Keisya Dan Nathan
Keinginan Keisya


__ADS_3

Setelah melaksanakan ujian nasional,ujian praktek dan perpisahan di SMA, kini baik Keisya atau pun Nathan di sibukkan dengan persiapan masuk perguruan tinggi yang sudah jadi pilihan mereka.


“apa nyari kosan “ ayah nya Keisya tak bisa menyembunyikan perasaan terkejut nya


“Iya yah”


“Kamu serius mau ngekos aja “ kali ini Keisya menjawab pertanyaan ayahnya dengan anggukan kepala “yakin?” ayahnya memastikan lagi


“Iyaaa ayah, emang kenapa gitu?”


“niat ayah tadinya ayah mau nyari rumah diperumahan atau nyari apartemen sekitar kampus kamu”


“buat apaan ayah? “


“ya buat tempat tinggal kamu lah, buat apa lagi “


“ayah ngapain harus repot-repot beli rumah segala, Keisya kan cuma empat tahun disana. Setelah beres kuliah Keisya bakal balik lagi ke rumah ini “


“kamu ga usah khawatir, walaupun kecil tapi ayah masih mampu beliin kamu rumah disana“ ayah Keisya mencoba meyakinkan


“iya Keisya percaya, tapi Keisya ga mau yah” Keisya masih keukeuh dengan pendirian nya


“Yaudah deh, terserah kamu aja” akhirnya ayah nya Keisya mengalah juga “terus rencana nyari kontrakan nya mau kapan?” ayah Keisya tampan penasaran


“Kalo bisa sih secepatnya yah, biar Keisya dapet tempat yang strategis “ ayahnya Keisya mengangguk tanda mengerti

__ADS_1


“yaudah kalo gitu nanti kalo udah nemu waktu yang pas jangan lupa cepet kabarin ayah, siapa tau nanti ayah bisa nganterin”


“siap”


“kalo ayah ga bisa nganterin nanti kamu minta anterin Nathan aja ya, bilang aja ayah yang nyuru” Keisya mengangguk “eh Ngomong-ngomong Nathan lanjut kuliah dimana?” ayahnya Keisya tampak penasaran


“Masih di Jakarta”


“ngambil jurusan apa?”


“Ekonomi dan Bisnis “ Ayahnya Keisya mengangguk


***


Untuk yang ke tiga kali nya, Nathan melirik ke arah jam yang melingkar di tangannya.


Nathan mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, ketika Nathan sedang nongkrong dengan teman-temannya tiba-tiba saja ada sebuah panggilan masuk dari nomor yang tidak di kenalnya. Tanpa ragu Nathan mengangkat panggilan tersebut dan Nathan begitu terkejut ketika mendengar suara yang begitu ia kenali


“Ayah Keisya” batin Nathan


Ternyata nomor yang menghubungi nya adalah nomor calon ayah mertua nya, tanpa basa basi ayah Keisya langsung berbicara pada intinya bahwa ia mengajak Nathan untuk bertemu di salah satu cafe yang tak jauh dari kantor nya. Tanpa berfikir panjang Nathan langsung mengiyakan keinginan calon ayah mertua nya tersebut, meskipun ia harus membatalkan acara main futsal dengan teman-temannya yang sudah mereka rencanakan dari beberapa hari sebelumnya.


“Mau kemana lo? “ tanya Diki ketika Nathan mengambil tas nya


“iya, buru-buru banget kayaknya lo “ tambah Aufar

__ADS_1


“sorry, gue duluan ya “ pamit Nathan


“maen aja belom, udah balik aja lo. Ada apa emang?” Diki penasaran


“ga tau, calon mertua tiba-tiba ngajak ketemu “ Nathan menjelaskan


“calon mertua, maksud lo bokap nya Keisya? “ tanya Aufar


“ya iyalah bokapnya Keisya, masa iya bokapnya Rahel “ balas Diki


“Ada apa emang?” kali ini Radit yang komentar “lo bikin masalah sama bokapnya Keisya bukan?” Nathan menggeleng dengan cepat


“jangan-jangan Keisya hamil “ tebak Yanuar dengan suara yang terdengar begitu dramatis


“Hamil dari mana oncom, ciuman aja belom pernah” dengan kesal Nathan menjitak kepala Yanuar, teman-teman yang lain hanya tertawa “udah ah gue buru-buru, tempatnya lumayan jauh soalnya “ semua temannya mengangguk dan Nathan pun segera berangkat dan di sinilah Nathan sekarang, di sebuah cafe yang letak nya tak jauh dari kantor nya ayah Keisya.


Nathan segera bangun dari tempat duduknya ketika pintu masuk cafe terbuka dan tampak seorang laki-laki seusia papanya masuk ke dalam cafe tersebut dan segera berjalan ke arah Nathan, Nathan memberikan senyum terbaiknya dan segera mencium tangan kanan laki-laki tersebut ketika laki-laki tersebut sudah berada di dekatnya.


“silahkan duduk om” kata Nathan dengan sopan


“iya makasih” calon ayah mertua nya mengangguk lalu duduk di kursi yang ada di seberang kursi yang Nathan duduki “maaf ya saya telat, tadi ada sedikit masalah “


“ga apa-apa om, santai aja “


Tak lama setelah itu seorang pelayan datang, lalu Nathan dan ayahnya Keisya memesan minuman.

__ADS_1


“Saya ulangi ya, satu jus alpukat dan satu lemon tea. Ada tambahan lagi?” Nathan dan calon ayah mertua nya menggeleng “kalo gitu saya permisi dulu “Nathan dan calon ayah mertua nya mengangguk, Setelah itu baik Nathan atau pun calon ayah mertua nya sama-sama diam.


__ADS_2