
Sekali lagi Keisya memastikan barang bawaannya, kali ini ia yakin bahwa tidak ada barang yang tertinggal. Setelah mengunci pintu kosan dan tak lupa memasukan nya ke dalam tas, Keisya lalu memakai sepatu yang sebelumnya sudah ia siapkan di depan pintu kontrakan nya.
Setelah memakai sepatu nya ia segera berjalan ke arah kampusnya, sambil berjalan menuju kampusnya ia berniat untuk mencari sarapan.
“mahasiswa baru juga ya” sapaan seseorang menghentikan langkah Keisya
Keisya melihat ke arah pemilik suara ternyata ada dua orang wanita yang berada tepat di belakangnya, Keisya menjawab dengan anggukan kepala plus senyum ramah.
“Hai,, gue Bunga “ salah satu dari wanita itu mengulurkan tangan kanan nya
“gue Keisya “ balas Keisya sambil menerima uluran tangan Bunga
“Gue Anya” wanita yang satu lagi juga memperkenalkan diri
“gue Keisya” balas Keisya
“lo mau mau langsung ke kampus atau mau ke mana dulu?“ tanya Anya
“mau cari sarapan, abis itu baru ke kampus “
“wah kalo gitu sama dong, gimana kalo kita nyari sarapan nya bareng-bareng” ajak Bunga
“boleh” Keisya setuju
Setelah itu mereka berjalan berdampingan sambil mengobrol, kali ini mereka bertiga sepakat untuk memilih bubur ayam sebagai menu sarapan pagi mereka. Mereka melanjutkan obrolan mereka sambil menikmati sarapan mereka pagi ini, ternyata Bunga dan Anya berasal dari Bogor mereka berdua juga berasal dari SMA yang sama selain itu ternyata bunga dan Anya juga merupakan tetangga sebelah kiri kosan Keisya
“kalo kosan nomor tujuh brarti kalian tetangga sebelah kiri gue dong “
“masa?” Bunga tampak tak percaya
__ADS_1
“iya, gue tinggal di kosan nomor enam”
“ya ampun, kebetulan banget ya “ Keisya mengangguk “kalo kesel lo datang aja ke kosan kita Kei” Bunga memberikan saran
“gampang “
“lo sewa kosan sendiri? “ Keisya mengangguk “emang gak ada temen dari SMA yang sama?”
“ada beberapa orang, tapi gue sama mereka ga terlalu deket “
“o iya ngomong-ngomong lo ngambil jurusan apa Kei?”
“teknik sipil, kalo lo berdua ngambil jurusan apa?” Keisya bertanya balik
“gue sama Anya ngambil jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam”
Jam setengah delapan pagi, Keisya sudah berada di kampus nya. Kali ini Keisya dan seluruh mahasiswa baru sedang berbaris dengan rapi di lapangan kampus sambil mendengarkan berbagai sambutan baik dari rektor universitas, ketua panitia dan orang-orang penting lainnya. Setelah mendengar kan kata sambutan dan peresmian acara Taaruf, para mahasiswa baru di arahkan untuk bergabung dengan kelompok nya yang sebelumnya sudah di bacakan oleh salah satu panitia.
Keisya masuk ke kelompok dua puluh enam dan di kelompok ini tak ada satu orang pun mahasiswa yang Keisya kenal, setiap kelompok beranggotakan lima belas orang dan setiap kelompok juga di dampingi oleh satu orang kakak pembimbing. Kakak pembimbing di kelompok Keisya bernama kak Adam
“Perkenalkan nama saya Adam Wijaya, saya adalah mahasiswa semester lima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam” Kak Adam memperkenalkan diri “ada yang mau di tanyakan?” lanjut kak Adam
“kak aslinya dari mana?” tanya seorang laki-laki yang ada di bagian depan
“saya berasal dari Palembang “ kak Adam memberi tahu
“terus selama kuliah kakak tinggal dimana?” yang bertanya adalah Widy
“kasih tau ga ya” canda kak Adam
__ADS_1
“kasih tau dong kak” balas Widy sambil tersenyum
“saya tinggal di jalan merdeka” kata kak Adam
“kak kalo boleh tau kakak udah punya pacar belum?” seorang wanita bernama Marry angkat bicara, make-up nya lumayan tebal dan ia tampak begitu penasaran
“dihhh kepo lo” balas seorang laki-laki yang bernama Wandi
“biarin aja, suka-suka gue dong “
“aduh kayaknya pertanyaan yang tadi ga usah di jawab ya, itu termasuk privasi saya “ ucap Kak Adam sambil tersenyum “maaf ya “
“haha kasian deh lo” Marry tak bisa menyembunyikan rasa sebalnya
“ada yang mau di tanyakan lagi?”
“nggak kak”
“ya udah kalo ga ada yang mau di tanyakan lagi, sekarang kakak bacain perlengkapan apa aja yang harus kalian bawa untuk besok “ semua anggota kelompok mengangguk, lalu mengeluarkan perlengkapan tulis masing-masing.
Beberapa menit kemudian, Keisya dan teman-teman nya tampak sudah beres mencatat
“kak Adam, beneran ini barang-barang yang harus di bawa buat besok “ Keisya mencoba memastikan, kak Adam mengangguk dengan yakin
“kak kalo misalkan barang yang harus di bawa ga lengkap gimana? Nanti di hukum ga?”
“wah kalo masalah itu kakak kurang tau, soalnya itu urusannya sama bagian kedisiplinan bukan sama kakak” kak Adam menjelaskan, Keisya mengangguk
Ta’aruf
__ADS_1