Keisya Dan Nathan

Keisya Dan Nathan
Kejutan Menjelang Liburan


__ADS_3

Akhir-akhir ini Keisya terlihat banyak menghabiskan waktunya di dalam kamar, ia sibuk membaca dan mendalami materi-materi yang sebelumnya sudah diberikan oleh gurunya. Beberapa hari lagi sekolah tempat Keisya menuntut ilmu akan mengadakan penilaian akhir tahun (PAT), meskipun Keisya tergolong anak yang cuek tapi Keisya tak ingin mengecewakan ayahnya. Ia ingin mendapatkan nilai yang memuaskan dan membuat ayahnya bahagia dan juga bangga padanya.


Penilaian akhir tahun dilakukan selama sembilan hari, Ketika penilaian akhir tahun Keisya berpisah dengan Andin. Keisya berada di ruang sembilan, ia juga satu ruangan dengan Nathan sedangkan Andin berada di ruang dua. Keisya begitu bahagia karena selama penilaian akhir tahun hampir semua soal ujian yang diberikan bisa ia jawab dan ia berharap semoga ia tidak di remedial di pelajaran apapun.


Beberapa hari kemudian Penilaian akhir tahun pun beres, Keisya begitu bahagia karena beberapa hari setelah Penilaian akhir tahun ia kembali ke sekolah dan ia bermaksud memastikan dirinya apakah ada mata pelajaran yang tidak tuntas.


“Ya ampun Keisya, gue kena remed mata pelajaran sejarah sama Ekonomi” Andin setengah berteriak


“masa?” Keisya tampak tak percaya


“lo liat noh, ada nama gue kan” Andin menunjukkan ke arah dua buah kertas yang tertempel di dalam mading kelas mereka


“o iya “ Keisya tertawa “rasain lo, mangkanya belajar yang bener jangan mojok terus “


“sialan lo” suara Andin terdengar begitu sebal “tapi aneh, kok lo bisa ga ada yang di remed ya? Padahal lo kan jarang nulis terus sering tidur di dalam kelas lagi”


“itu namanya rezeki anak shalihah “


“eh kita nonton yu” ajak Andin


“urusin dulu remedial lo, baru mikirin maen” Keisya memberikan saran


“lo liat dong, remed sejarah tuh besok dan Ekonomi hari sabtu. Jadi hari ini gue free”


“yaudah deh, tapi bebeb lo jangan di ajak ya”


“iyaaaa, lagian hari ini bebeb gue kan emang gak ke sekolah “


“tumben banget, kemana tu orang?”


“futsal sama temen sekelasnya “ Keisya mengangguk mengerti “kita berangkat sekarang aja ya “


“boleh “


“tapi gue mau ke toilet dulu bentar, lo anter ya” Keisya mengangguk, sesampainya di toilet “lo tunggu di sini aja “


“ya iyalah, ngapain juga gue ngikutin lo masuk ke dalem toilet “ Andin terkekeh lalu masuk ke dalam salah satu toilet yang pintunya terbuka dan tak lama kemudian Keisya. Membuka tasnya ia berniat untuk membaca komik yang tadi sempat ia baca di kelasnya “waduh kayaknya komik gue ketinggalan di kelas deh” Keisya berjalan ke arah toilet “Andin gue balik lagi ke kelas dulu ya” Keisya mengetuk pintu toilet yang tadi dimasukin Andin

__ADS_1


“kenapa emang?”


“komik gue kayaknya ketinggalan di kelas deh”


“yaudah deh, brarti nanti kita ketemu di parkiran ya”


“iya”


Dengan tergesa-gesa Keisya melangkahkan kakinya menuju kelasnya, sesampainya di depan kelas ia mendapatkan pintu kelasnya yang sudah tertutup rapat. Keisya membuka pintu kelasnya dengan pelan


“untung belum di “


Belum sempat Keisya melanjutkan perkataannya, matanya sudah melotot. Ia begitu terkejut ketika ia membuka pintu ia di suguhi dengan pemandangan indah sepasang laki-laki dan perempuan dengan seragam putih abu-abu tampak sedang berpelukan. Karena mendengar suara pintu terbuka kedua orang itu langsung melihat ke arah pintu


“Keisya” suara laki-laki itu tampak terkejut, Keisya mencoba bersikap biasa saja


“sori gue ganggu, gue Cuma mau ngambil barang gue yang ketinggalan “ Keisya berjalan ke arah meja yang ada di dekat pintu lalu mengambil komiknya yang ada di kolong meja tersebut dan segera memasukkan ke dalam tasnya “silahkan di lanjut, sekali lagi sori ya” tanpa menoleh ke arah orang-orang itu Keisya langsung berlari keluar.


Melihat adegan tadi, entah mengapa ada rasa sakit yang tiba-tiba muncul di hatinya


“Keisya “ Keisya melihat ke arah belakang, Nathan tampak berlari mengejarnya “tungguin gue “ Keisya tak menghiraukan panggilan Nathan “Keisya please, tungguin gue”


“Gue bisa jelasin semuanya, yang lo liat tadi ga kaya yang lo pikirin” Keisya berusaha setenang mungkin, ia enggan menunjukkan bagaimana suasana hatinya saat ini


“Nathan, emang gue mikir apaan? Lo sama Rahel itu kan emang pacaran jadi wajar aja kalo kalian berlaku kaya tadi. Justru seharusnya gue yang minta maaf karena gue udah ngeganggu lo sama Rahel tadi “ ketika Nathan hendak membuka suaranya “sorry ya gue buru-buru, daahh” Keisya berlari meninggalkan Nathan dengan air mata yang menetes tanpa permisi


“bego, ga seharusnya lo nangisin hal yang ga berguna” Keisya menghapus air matanya, ia tersenyum lalu meneruskan langkahnya menuju Andin yang sudah menunggunya di parkiran


“sebenernya lo ngambil komik ke kelas apa ke papua? Lama banget sih” Andin langsung berkomentar ketika Keisya sudah ada di hadapannya


“Sorry, gue lupa naronya. Jadinya lama”


“eh bentar bentar deh” Andin melihat ke arah mata Keisya “mata lo kok merah sih? Lo abis nangis bukan” Keisya menggeleng cepat “serius” Keisya mengangguk “boong lo ya”


“beneran Andin, tadi gue kelilipan mangkanya mata gue jadi merah“ Keisya memberikan alasan “udah ah, jadi brangkat ga nih” Keisya naik ke atas motornya


“jadi lah”

__ADS_1


“yaudah ayo “ Andin langsung naik ke atas motor Keisya


Di Mall


“ kita makan dulu aja yu” ajak Andin


“kalo kata gue sih sebaiknya beli tiket aja dulu, nanti kalo udah beli tiket baru kita makan sekalian jalan-jalan “


“oke deh” Setelah membeli tiket Keisya dan Andin segera mencari penjual makanan “lo mau makan apaan?”


“bebas lah, gue ikut aja” Andin mengangguk


“yaudah kalo gitu gue yang pesen, lo yang cari tempat duduknya ya”


“iya, ini uangnya “


Keisya memberikan selembar uang pada Andin, Andin menerimanya. Keisya berjalan mencari kursi yang kosong, akhirnya ia memutuskan untuk duduk di kursi paling pojok yang ada di depan pedagang warung soto.


Keisya mengeluarkan komiknya dan melanjutkan lagi aktivitas membacanya, ketika Keisya sedang asyik membaca Andin datang


“jauh banget sih, bukannya disana aja” Andin menunjuk ke suatu arah


“disana banyak yang ngerokok “


“iya sih “ Andin mengeluarkan ponselnya “ya ampun nih orang kemana sih, kok belum ngasih kabar juga sama gue “ Andin tampak kesal, Keisya menutup komiknya lalu melihat ke arah Andin


“Siapa?”


“Bebeb gue lah siapa lagi”


“ya ampun lebay lo, baru juga beberapa jam ga ketemu “


“tapi gue kan kangen Keisya “


Seorang pelayanan menghampiri meja Keisya dan Andin, ia meletakkan dua porsi nasi putih plus ayam geprek lengkap dengan lalapan dan dua gelas es jeruk


“Makasih mbak” ucap Keisya dan Andin bersamaan

__ADS_1


“sama-sama, saya permisi ya” Keisya dan Andin mmengangguk “udah ah cepet makan lo, jangan kebanyakan galau terus “


“iyaaaa “ Andin menjawab dengan sedikit kesal, melihat tingkah Andin Keisya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


__ADS_2