
Hari minggu pagi
Keisya tampak masih tertidur di atas tempat tidurnya, karena masih merasa ngantuk akhirnya setelah solat subuh Keisya memutuskan untuk tidur lagi. Semalam ia memang tidur lumayan malam, kali ini ia tidur malam bukan karena main game online atau membaca komik tapi yang membuatnya tidur malam karena semalam ia dan Nathan bertukar kabar hingga lupa waktu (padahal kemarin mereka bertemu dari pagi sampai siang di sekolah).
Ponsel Keisya yang berada tak jauh dari kepala Keisya bergetar untuk yang ke sekian kalinya, kali ini getarannya terasa begitu lama (sepertinya ada yang menghubunginya). Dengan malas Keisya mengambil ponselnya dan meletakan ponsel tersebut di atas telinganya
“Hallo” ucap Keisya masih dengan mata yang enggan terbuka
“Honey, kamu masih tidur” terdengar suara Nathan di seberang sana, Keisya membuka matanya dengan cepat lalu tersenyum
“abis solat subuh tadi aku ketiduran “
“ya ampun brarti kamu belum mandi dong “Nathan terdengar tertawa
“Biarin aja deh, lagi libur ini” jawab Keisha cuek
“Aku kira cuma aku yang abis solat subuh langsung tidur lagi “
“brarti sama aja dong kalo gitu, kamu juga baru bangun kan”
“iya sih, o iya hari ini kamu ada acara keluar ga?” Keisya tampak berfikir
“kayaknya ga ada deh, ada apa emang?”
“jalan yu” ajak Nathan
“Jalan kemana?”
“kamu maunya kemana?’
“lah kenapa nanya balik, yang ngajakin siapa “ Nathan tertawa
“siapa tau aja ada tempat yang pengen kamu datangin, ada ga honey?“
“ga ada deh kayaknya “
“gimana kalo kita nonton aja, mau ga?” Nathan mencoba memberikan masukan
“boleh, tapi nonton film apa?”
“liat aja nanti “
“yaudah, kita mau berangkat jam berapa?“
“aku jemput jam satuan ya, gimana?” Keisya melihat ke arah jam yang ada di dinding kamarnya, sekarang baru jam sepuluh lewat dua puluh tujuh menit
“oke deh” Keisha setuju “yaudah udah dulu ya, aku lapar “
“oke, love you “
“love you too” sambil tersenyum Keisha menutup panggilan itu, entah mengapa slalu ada rasa bahagia ketika mendengar Nathan mengucapkan kata-kata barusan.
Dengan hati yang berbunga-bunga Keisya bangun dari tempat tidurnya, ia langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. Selepas mandi ia langsung berganti pakaian dan segera keluar dari kamarnya dan bergegas menuju ke dapur. Di dapur terlihat bi Wati sedang memainkan ponselnya, ketika melihat Keisya bi Wati segera menyimpan ponselnya
“baru bangun nenk?”sapa bi Wati sambil tersenyum ramah pada Keisya
__ADS_1
“iya bi” Keisya duduk di salah satu kursi yang kosong
“Mau di bikinin minum apa?”
“ga apa-apa bi, nanti aku bikin sendiri aja”
“ga apa-apa nenk”
“yaudah deh, kalo gitu air putih dingin aja bi” bi Wati mengangguk lalu berjalan ke arah tempat gelas, setelah mengambil gelas ia segera mengambil air putih yang ada di dalam lemari es lalu menuangkannya ke dalam gelas dan menyimpannya di depan Keisya
“silahkan nenk”
“iya bi, makasih ya “
“sama-sama nenk” Bi Wati mengangguk “kalo mau makan, nasi sama lauknya udah bibi siapin nenk”
“iya bi, nanti Keisya ambil sendiri kalo mau makan “
Tak lama kemudian Keisya memutuskan untuk makan, ia segera mengambil piring lalu memasukan nasi beserta sayur dan lauk ke dalam piring tersebut. Setelah makan Keisya berjalan ke arah kamarnya, ia mengambil ponselnya yang sempat ia cas sebelum ia keluar dari kamarnya.
Ia memeriksa siapa tau ada pesan yang masuk, dugaannya benar selain dari ayahnya dan berbagai grup yang slalu ramai ternyata ada beberapa pesan masuk dari Nathan, isi pesannya diantaranya mengucapkan selamat makan, mengingatkan Keisya untuk mandi dan beberapa pesan yang mengatakan bahwa ia begitu merindukan Keisya.
Sambil membalas pesan dari Nathan Keisya tampak senyum-senyum sendiri, di dalam pesan itu ia juga sempat mengingatkan Nathan untuk tidak lupa mengerjakan beberapa tugas yang harus di kumpulkan esok hari. Setelah membalas pesan dari Nathan Keisya segera membalas pesan dari ayahnya, ia juga meminta izin untuk keluar hari ini. Walau banyak pertanyaan dari ayahnya tapi pada akhirnya ayahnya pun memberikan izin pada Keisya.
Jam dua belas kurang dua puluh dua menit Keisya tampak sedang sibuk mencari baju yang sekiranya cocok untuk acaranya hari ini, ia mengeluarkan berbagai pakaian yang ada di dalam lemari pakaiannya dan mencobanya satu per satu.
Babarapa menit setelah azan zuhur akhirnya Keisya mendapatkan pakaian yang menurutnya pantas untuk hari ini. Sebelum solat zuhur ia memutuskan untuk mandi dulu, tepat jam setengah satu Nathan menghubungi Keisya dan mengatakan bahwa ia baru saja berangkat ke rumah Keisya.
“Maaf cari siapa ya mas?” tanya satpam di rumah Keisya, ketika Nathan menghentikan motornya tepat di depan pintu gerbang rumah Keisya. Nathan membuka helm yang menutupi kepalanya
“oh non Keisya nya ada di dalem, silahkan masuk “ satpam itu membukakan pintu gerbang, Nathan mengangguk lalu memasukkan motornya
Sementara itu Keisya tampak sudah rapih di dalam kamarnya
“Nenk, ada temennya di depan” kata bi Wati ketika pintu kamar yang baru saja ia ketuk terbuka
“iya bi, udah di bikinin minum kan” bi Wati mengangguk “bi, aku keluar dulu ya “
“iya Nenk, hati-hati ya “ Keisya mengangguk lalu berjalan ke ruang tamu
Di ruang tamu, tampak Nathan sedang duduk sambil memainkan ponselnya. Di mata Keisya Nathan tampak begitu tampan, dengan celana jeans hitam dan sweeter hijaunya.
“Hai” sapa Keisya sambil tersenyum, Nathan melihat ke arah Keisya
“Hai juga “ Nathan membalas senyum Keisya “kamu cantik banget “
“Apaan sih “ lagi-lagi wajah Keisya memerah
“mau berangkat sekarang?” Keisya mengangguk “helmnya jangan lupa Honey”
Keisya mengangguk lagi dan segera mengambil helm yang ada di atas motornya lalu mereka berjalan ke arah motor Nathan. Keisya dan Nathan memakai helmnya, setelah itu merekapun berangkat. Keisya begitu menikmati perjalanan saat itu, sepanjang perjalanan Nathan dan Keisya tampak asyik mengobrol dan sesekali tertawa dengan bahagia.
Beberapa menit kemudian Keisya dan Nathan tiba di tempat tujuan mereka, setelah memarkirkan motornya mereka memutuskan untuk langsung menuju ke bioskop. Keisya merasa canggung karena sepanjang jalan menuju ke bioskop Nathan tak sedetikpun melepaskan genggaman tangannya.
“Mau nonton film apa honey?” tanya Nathan ketika tiba di bioskop, Keisya tampak berfikir
__ADS_1
“Ini aja deh” Keisya menunjuk salah satu gambar, Nathan mengangguk
“Kalo gitu aku beli tiketnya dulu ya, kamu tunggu di tempat duduk itu aja” Nathan menunjuk ke arah sebuah tempat duduk yang berada tak jauh dari pintu masuk, Keisya setuju “o iya kamu mau minum apa?”
“apa aja deh”
Nathan mengangguk, setelah itu Keisya duduk di tempat duduk yang tadi di arahkan oleh Nathan. Sedangkan Nathan mengantri membeli tiket, popcorn dan juga minuman. Beberapa menit kemudian Nathan menemui Keisya dengan membawa dua cup minuman dan satu cup popcorn.
“makasih “ ucap Keisya ketika Nathan menyerahkan satu cup minuman, Nathan mengangguk
“Filmnya enam menit lagi,kita langsung ke sana aja yu”ajak Nathan, Keisyapun setuju “Honey liat kesini” pinta Nathan ketika mereka sudah duduk di tempat duduknya, Keisya yang tadi sedang memainkan ponselnya langsung beralih melihat ke arah Nathan “senyum dong “ Keisya tersenyum, Nathan mengabadikan berbagai pose.
“Aku mau liat”pinta Keisya, Nathan menyerahkan ponselnya “yang ini hapus ya, jelek “ sambil memakan popcorn Nathan mengangguk “Jangan di bikin status ya”
“emang kenapa?”
“yaaaa ga apa-apa sih” Keisya tidak mendapatkan alasan yang tepat
“kalo di bikin wallpaper ponsel boleh “ Keisya mengangguk “yaudah kalo gitu kamu cari foto yang bagus terus sekalian jadiin wallpaper ponsel aku “ Keisya setuju.
***
“kita mau kemana lagi?” tanya Nathan ketika mereka keluar dari gedung bioskop
“aku mau ke toko buku dulu ya, bentar “ jawab Keisya
“mau lama juga boleh, yuuuuk “ Nathan menggenggam tangan Keisya lagi, mereka pun berjalan ke arah toko buku “kamu mau cari buku apa emang?”
“aku mau cari buku yang isinya soal-soal ujian nasional sama sekalian cari komik doang sih “
“oke” ucap Nathan sambil mengangguk mengerti
Ketika Keisya dan Nathan sedang sibuk mencari buku
“Hayoooo” Nathan dan Keisya melihat ke arah pemilik suara, tampak Diki dan seorang wanita seusia Keisya berdiri di belakang mereka “pacaran aja lo” wanita itu tersenyum
“apa bedanya sama lo dodol “ balas Nathan
“siapa ni? Tumben banget lo jalan sama cewek berdua “ kali ini wanita itu yang bersuara
“pacarnya yank, yang kemaren aku ceritain ke kamu itu lo”
“jadi omongan kamu yang kemaren itu beneran “ Wanita itu tampak tak percaya, Diki mengangguk “ya ampun Nathan, gue kira lo ga tertarik sama cewek “
“sembarangan lo kalo ngomong “ Diki dan pacarnya tersenyum
“o iya kenalin ini Sella, ceweknya Diki dan ini Keisya cewek gue “ Keisya tersenyum lalu mereka berkenalan, wajah Sella terlihat berfikir keras “kenapa lo?”
“Keisya-Keisya, kayaknya gue sering denger nama ini deh “
“yaiyalah, ini Keisya yang sering aku ceritain sebagai musuh bebuyutannya Nathan “ Sella tampak tak percaya “aku serius sayank, ga boong” akhirnya tawa Sella pecah
“Bener kan omongan gue, akhirnya lo jadian sama ni orang “
“maksudnya apaan?” Keisya tak mengerti
__ADS_1
“Dulu gue sering nyeramahin Nathan supaya jangan terlalu berlebihan musuhan sama lo, takutnya nanti dia malah jadi suka sama lo. Dia gak pernah dengerin gue, dan ternyata sekarang omongan jadi kenyataan kan? Rasain lo, malu kan lo sama gue “ Nathan hanya cengengesan