
Nathan memenuhi janji nya, beberapa hari setelah ia melaksanakan sidang skripsi Nathan membawa kedua orang tua nya ke rumah Keisya tepat nya untuk melamar Keisya menjadi istri nya. Keisya dengan senang hati menerima lamaran tersebut, begitu pula dengan ayah nya. Kedua keluarga itu sepakat, pernikahan Keisya dan Nathan akan di laksanakan dua bulan kemudian tepat nya setelah Keisya dan Nathan melaksanakan wisuda.
“kalo udah wisuda kan enak Ndin, seenggaknya gue sama Nathan udah da keganggu lagi sama hal-hal yang berhubungan sama revisi skripsi “ Keisya memberikan alasan yang masuk akal
“Ia juga sih” Andin setuju, saat itu tak sengaja Keisya dan Andin bertemu di kampus Nathan.
Mereka bertemu karena hendak memberikan revisi skripsi, Nathan meminta Keisya menemani nya hari itu. Setelah Keisya menyelesaikan revisi skripsi nya, ia memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Selain karena ingin menemani ayah nya ia juga ingin dekat dengan Nathan, ia ingin mengganti hari-hari nya yang kemarin-kemarin sempat bermasalah.
1
***
Setelah sekian lama, akhir nya hari yang di tunggu-tunggu Keisya dan Nathan pun tiba. Hari ini adalah yang membahagiakan untuk mereka berdua, karena hari ini (tepatnya beberapa menit lagi) Keisya dan Nathan secara resmi akan mengakhiri masa lajang mereka dan pernikahan Keisya dan Nathan akan di laksanakan pada jam sembilan tepat.
Pernikahan Keisya dan Nathan di adakan di sebuah gedung yang berada tidak jauh dari kantor ayah nya Keisya,berbagai hiasan dan pernak-pernik tertata dengan sempurna di sana. Karena Keisya dan Nathan merupakan anak satu-satunya, jadi orang tua mereka sepakat untuk mengadakan pesta pernikahan yang terhitung sangat mewah. Beberapa anggota keluarga inti (termasuk oma nya Keisya) dan sahabat-sahabat dekat Keisya dan Nathan sudah tampak hadir.
Nathan juga sudah duduk di atas sebuah kursi yang spesial di siapkan untuk nya, ia terlihat begitu tampan dengan balutan kemeja putih dan jas yang berwarna senada dengan celana dan juga sepatu nya. Di sisi kiri Nathan, kedua orang tua Nathan juga terlihat duduk berdampingan.
Nathan menahan nafas nya untuk beberapa detik, ia benar-benar di buat terpesona oleh kedatangan calon istri nya tersebut. Keisya yang saat itu tengah berjalan ke arah Nathan (dengan di dampingi Andin, Dinda dan Niken) terlihat begitu cantik dan sempurna di mata Nathan. Tak lama kemudian Keisya duduk di kursi yang ada di sebelah Nathan.
“Kok kamu ngeliatin aku terus sih, aku keliatan aneh banget ya” bisik Keisya, Nathan masih terpaku dengan Keisya. Awal nya Keisya sempat PD saat mendengar pujian dari oma dan sahabat-sahabat nya tapi ketika melihat reaksi Nathan sekarang tiba-tiba rasa PD itu mulai menghilang “Nathan” panggil Keisya, Nathan menggeleng dengan cepat
“nggak, kamu cantik kok” Balas Nathan “ Cantik banget malah,aku sampe terpesona banget sama kamu “ucapan Nathan langsung membuat wajah Keisya langsung tersipu malu.
“Ehem” bapak penghulu berdehem “acara nya jadi di mulai ga nih?”
“hehe” Nathan dan Keisya tersenyum bersamaan “jadi dong pak” Balas Nathan
“yaudah kalo gitu kita mulai sekarang ya” bapak penghulu melihat ke arah Nathan dan ayah nya Keisya, Nathan dan ayah nya Keisya mengangguk bersamaan.
Ayah nya Keisya menjabat tangan kanan Nathan “Saudara Nathan Chandra Pratama, saya nikah kan dan kawin kan engkau dengan putri saya Keisya Audia Rahman dengan mas kawin seperangkat alat solat dan emas dua ratus gram di bayar tunai “
“saya terima nikah dan kawin nya Keisya Audia Rahman binti Muhammad Kholilu Rahman, dengan mas kawin tersebut di bayar tunai” ucap Nathan dengan lantang.
__ADS_1
“Bagaimana para saksi, sah?” penghulu bertanya pada dua orang saksi
“Sah” jawab ke dua orang saksi itu secara bersamaan, tak lama setelah itu salah seorang yang ada yang ada di sana terlihat memimpin do'a dan semua orang yang ada di sana serentak mengangkat kedua tangan dan mengaminkan Do’a-do’a tersebut.
Nathan memakaikan cincin di jari manis tangan kiri Keisya dan Keisya pun melakukan hal yang sama pada Nathan, setelah itu Keisya mencium tangan kanan Nathan dan Nathan pun mencium dahi Keisya dengan lembut. Tak lama kemudian, Keisya dan Nathan tampak bergantian mencium tangan sambil meminta restu dari kedua orang tua Nathan,ayah Keisya dan juga omma nya Keisya. Di sisi lain seorang fotografer terlihat sibuk mengabadikan berbagai moment tersebut.
“selamat ya sayang ku” Andin adalah teman pertama yang memberi ucapan selamat
“makasih “ Keisya dan Andin berpelukan terhitung lumayan lama
“woyyyy pelukan nya jangan lama-lama dong, gue udah pegel nih” komentar Diki
“sabar apa lo, gue kan lagi ngucapin selamat sama sahabat gue” Andin terlihat sewot
“lo kira lo doang yang mau ngucapin selamat sama mereka “ kali ini Yanuar yang bersuara
“udah yank, ga usah di perpanjangan. Malu sama tamu yang lain “ Radit memberikan saran, dengan terpaksa Andin pun nurut. Setelah itu teman-teman yang lain tampak bergantian mengucapkan selamat pada pasangan pengantin baru tersebut
“Lo ngebisikin apaan sih Din” Niken begitu penasaran, Dinda mendekat ke arah Niken setelah itu Dinda pun terlihat berbisik pada Niken. Niken tersenyum sambil mengangguk “iya bener, gue juga udah ga sabar buat nunggu cerita itu “ sambung Niken sambil memegang tangan Keisya “pasti cerita nya bakalan seru banget jangan lupa ya Kei” wajah Niken tampak bahagia
“iya-iya, Terserah lo berdua aja lah. Yang penting lo berdua bahagia”
“selamat ya, akhir nya perjuangan lo berakhir ke pelaminan juga “ ucap Diki
“selamat ya, pokok nya gue ga mau tau. Setelah ini gue pengen di bikinin keponakan yang bener-bener cantik dan lucu” mendengar ucapan Cella Keisya dan Nathan langsung saling tatap
“eh jangan cewek, kalo bisa anak pertama nya cowok aja. Kalo anak pertama nya cowok kan keren tau” kali ini Kanaya yang membuka suara, setelah itu Kanaya dan Cilla tampak beradu pendapat dan saling mempertahankan pendapat nya masing-masing
“tapi kalo menurut gue lebih baik jangan pada punya anak dulu” Andin ikutan buka suara
“Kenapa?” kali ini Kanaya dan Cilla kompak langsung melihat ke arah Andin
“yaaaaa Biar bebas menikmati masa-masa berdua, kaya gue sama Radit gitu “
__ADS_1
“tapi” Kanaya dan Cilla dengan kompak nya kembali membantah
“Woyyy yang nikah kan gue sama Keisya, kenapa juga kalian mesti ikut-ikutan pusing ngatur hidup gue sama Keisya “ karena sebal dengan tingkah teman-temannya, akhir nya Nathan pun memutuskan untuk membuka suara. Kontan semua nya langsung diam.
“Udah apa than, ga usah marah-marah. Kalo orang-orang pada liatin gimana, kan malu di liatin sama orang lain “ Keisya mengingatkan sambil menyentuh tangan kiri Nathan
“aku ga marah-marah honey “ suara Nathan terdengar begitu lembut “serius “
***
Setelah acara selesai orang tua Nathan dan ayah Keisya langsung pulang ke rumah mereka. Oma nya Keisya memutuskan untuk menginap di rumah ayah Keisya, sedangkan Keisya dan Nathan menginap di hotel yang bersebelahan dengan tempat mereka mengadakan pesta pernikahan.
Keisya dan Nathan masuk ke salah satu kamar VIP yang sebelum nya sudah mereka booking, selain itu Nathan juga sempat memesan makanan untuk makan malam mereka. Ketika Nathan hendak membuka pintu, tiba-tiba saja ponsel Nathan berdering.
“honey,,, kamu masuk duluan ya, aku angkat telpon dulu sebentar “ Pinta Nathan, sambil memperlihatkan layar ponsel nya dan tertera nama salah satu teman Nathan “ ga apa-apa kan”
“iya ga apa-apa “ Keisya setuju, setelah itu ia masuk ke dalam kamar tersebut. “kayak nya gue mandi aja dulu deh, biar fresh” Keisya mengambil keputusan, lalu ia segera mengambil handuk yang ada di atas meja “ya ampun ni baju susah banget sih di buka nya” keluh Keisya.
Nathan tersenyum saat melihat Keisya yang sedang berusaha untuk membuka baju yang sedang ia kenakan, saat itu juga ia mendekat ke arah Keisya dan tanpa menunggu persetujuan dari Keisya Nathan langsung memeluk tubuh Keisya dari arah belakang.
“kalo butuh bantuan tu bilang” bisik Nathan tepat di telinga Keisya, Keisya tersenyum.
“Kan tadi kamu nya ga ada” ucap Keisya dengan manja nya, Nathan gemas dan lagi-lagi ia peluk tubuh wanita yang sudah resmi menjadi istri nya tersebut. Keisya membalas pelukan Nathan
“honey,,, untuk sekarang mungkin aku belum bisa kasih apa-apa buat kamu, tapi aku janji aku akan berusaha jadi suami yang baik untuk kamu “ janji Nathan sambil mengeratkan pelukan nya
“iya, aku juga janji aku akan berusaha jadi istri yang baik untuk kamu dan apapun yang terjadi aku akan slalu ada di samping kamu“ Nathan melihat ke arah Keisya lalu menyelipkan rambut di belakang kedua telinga Keisya dan mengecup bibir Keisya dengan pelan
“ku sayang kamu”
“aku juga”
TAMAT
__ADS_1