
Nathan terbangun dari tidur nya ketika mendengar suara ketukan pintu yang lumayan kencang
“ya ampun siapa sih pagi-pagi udah berisik banget, ganggu orang aja“ kata Nathan dengan kesal, sebelum berjalan ke pintu depan Nathan menyentuh dahi Keisya dengan lembut “kayak nya panas nya udah turun deh” Nathan tampak bahagia.
Suara ketukan masih saja terdengar, kali ini malah terdengar semakin kencang
“Woyy bisa pelan dikit ga sih, berisik tau” ucap Nathan sambil membuka pintu, Nathan tampak begitu kesal. Di balik pintu terlihat seorang wanita dengan pakaian olahraga dan Nathan yakin wanita itu adalah salah satu teman Keisya, wanita tersebut tampak terpesona dengan Nathan.
“ sori ada apa ya, kenapa gedor-gedor pintu orang segala?” Tanya Nathan dengan kesal
“lah lo siapa? Kenapa lo ada di kosan temen gue” ternyata orang itu adalah Dinda
“oh jadi lo temen nya Keisya “ tebak Nathan
“lo kenal sama Keisya? “ teriak Dinda, Nathan mengangguk “ngapain lo di sini? Mau ngapa-ngapain temen gue lo ya“ Dinda asal menebak, setau Dinda Keisya adalah anak tunggal dan tak punya saudara laki-laki
“Lo tuh ya, kalo ngomong volume nya bisa di kecilin dikit ga sih”Nathan mengusap telinga nya, Dinda hanya tersenyum “gue Nathan, gue cowok nya Keisya “
“APA “ Dinda berteriak plus muka yang terkejut
“gue mesti bilang berapa kali sih, pelanin suara lo. Keisya lagi istirahat, kalo lo jerit-jeritan terus nanti istirahatnya keganggu. Kasian Keisya”
“istirahat, emang lo sama Keisya abis ngapain?” tanya Dinda dengan penuh selidik
__ADS_1
“jangan mikir jelek, gue nyuruh lo pelanin suara lo karena Keisya lagi sakit dan harus banyak istirahat. Dari semalem badan nya panas” Nathan memberi tahu
“Serius lo” Dinda masih belum percaya
“Kalo lo emang ga percaya, lo liat aja sendiri sana. Keisya lagi tidur di kamar nya, tapi inget ya lo jangan sampe bangunin Keisya” Dinda tak menghiraukan omongan Nathan,saat itu juga ia segera berjalan ke arah kamar Keisya. Sesampainya di kamar Keisya ia melihat Keisya yang sedang tertidur dengan di balut selimut dan wajah nya tampak begitu pucat. Kini ia percaya dengan ucapan yang di ucapkan oleh Nathan barusan.
“Kok bisa sakit sih? Perasaan sampe kemaren sore Keisya masih baik-baik aja deh” Dinda melihat ke arah Nathan, meminta penjelasan. Kali ini Dinda dan Nathan sudah di luar kamar Keisya
“ya mana gue tau, gue datang ke sini jam dua belasan”
“padahal dari pada manggil lo, lebih baik juga manggil gue atau temen-temen yang lain”
“Keisya ga manggil gue “ Dinda menatap Nathan dengan heran “perasaan gue ga enak, apa lagi nomor Keisya ga aktif dari sebelum magrib. Karena gue ga punya satu pun nomor temen kampus nya Keisya yaudah akhir nya gue putusin untuk ngecek sendiri kesini, pas sampe sini lampu kosan ini mati,gue kira dia ga ada di sini pas gue mau balik ke mobil ga sengaja gue ngebuka pintu yang ternyata ga di kunci dan pas gue masuk ke dalem ternyata ada Keisya udah pinsan di depan pintu kamar nya“ Nathan menjelaskan panjang lebar
“siapa bang Aldo “ suara Nathan terdengar begitu cemburu, Dinda terkejut
“Bukan siapa-siapa” balas Dinda dengan cepat, Nathan menatap Dinda dengan tajam “oke gue cerita tapi lo janji jangan bilang ke Keisya kalo gue yang cerita “ Nathan masih melihat ke arah Dinda dengan tatapan yang sama “bang Aldo itu kakak tingkat gue dan Keisya, kayak nya dia suka sama Keisya tapi Keisya slalu bersikap cuek dan dingin sama bang Aldo”.
Rasa cemburu yang tadi sudah bergejolak tiba-tiba hilang dengan perlahan, Nathan tersenyum diri nya berharap Keisya memegang janji mereka.
“lo ga boong kan?” Nathan memastikan, Dinda mengangguk dengan mantap “selain bang Aldo, apa ada cowok lain yang ngedeketin Keisya “ Nathan tampak penasaran
“ga ada, temen yang lain biasa aja. Mereka bersikap layak nya temen biasa”
__ADS_1
“gue minta nomor lo” Nathan menyerahkan ponsel nya pada Dinda yang terlihat heran
“Buat apa?”tanya Dinda “jangan aneh-aneh lo” Kini wajah Nathan yang berubah heran
“ jangan berburuk sangka, gue minta nomor lo karena ga ada bahan makanan di kulkas dan gue mau nyari sarapan buat gue dan Keisya “ Nathan meluruskan, Dinda nyengir
“Gue kira lo mau ngajak gue selingkuh karena cemburu sama bang Aldo” Dinda mengungkapkan tebakan nya, Nathan hanya tersenyum dengan sinis
“Jangan ngarep lo, sampe kapan pun cuma ada Keisya di hati gue ga ada yang lain “ Nathan menegaskan “udah cepet simpen nomor lo “ Dinda nurut lalu menyerahkan ponsel Nathan pada pemiliknya “gue udah chat lo” Nathan memperlihatkan layar ponsel nya yang berisi sebuah chat yang memberi tahukan nomor Nathan “gue titip Keisya, kalo ada apa-apa langsung kabarin gue” Nathan keluar dari kosan Keisya setelah Dinda mengangguk tanda setuju.
Empat puluh menit kemudian Nathan kembali dengan membawa tiga porsi bubur ayam dan sekresek belanjaan yang Dinda yakini berisi buah-buahan, roti dan camilan.
“Lama banget sih lo” komentar Dinda ketika Nathan menyerahkan seporsi bubur ayam
“sori, gue mampir ke mini market dulu tadi dan cari apotek tapi ternyata belum ada apotek yang buka” Nathan menjelaskan “Keisya ga apa-apa kan”
“iya, Keisya nya masih tidur “ Dinda menunjuk ke arah Keisya yang terlihat masih terlelap di atas tempat tidur, Nathan tampak lega “udah lebih baik sekarang lo sarapan aja dulu “ Dinda memberikan saran yang langsung di setujui oleh Nathan..
Setelah itu Dinda dan Nathan sarapan bersama dan mereka tampak ngobrol seputar Keisya, dalam obrolan mereka Dinda terlihat lebih aktif. Dinda mencoba mencari tahu tentang hubungan Nathan dengan Keisya yang selama ini sangat sulit Keisya ungkapkan. Dinda menjadi bahagia karena akhir nya ia bisa mendapatkan informasi yang selama ini sulit sekali ia korek, ternyata lebih mudah menggali informasi dari Nathan dari pada dari Keisya.
“kepo banget sih lo, nanya-nanya terus dari tadi “
“Than” panggilan dari Keisya menghentikan obrolan Nathan dan Dinda
__ADS_1
“Iya honey, tunggu sebentar” Nathan segera mengelap bibir nya dengan tissu, lalu berjalan ke arah kamar Keisya